Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Depresi,


__ADS_3

Saat Leon, Rendy dan Amir sedang berdiskusi. Tiba-tiba ponsel Leon berdering..


Drtt Drtt..


Leon tidak mengangkatnya, dia hanya melihat siapa yang memanggil.


"Baiklah, Tuan. Diskusi kita hari ini selesai! Kita akan lanjutkan satu minggu lagi, untuk memantau lokasi sekaligus membeli bahan bangunan apa saja yang ingin di gunakan." Amir menutup diskusi terakhir.


"Baik, Tuan Arsalaan. Kalau begitu, kami permisi. Semoga kerja sama kita lancar, dan senang bisa bekerja sama dengan anda!" Rendy menjabat tangan Amir, begitupun dengan Leon.


Setelah selesai, mereka berdua langsung keluar dari ruangan Amir.


Di luar gudang.


"Ren! Gue nelepon Bunda dulu ya? Tadi dianya nelepon gue!" Leon mencari kontak Ibu mertuanya, lalu dia menghubungi nomor tersebut.


Tut tut tut.


Leon menoleh ke arah Rendy, dan Rendy mengangkat sebelah alis tanda bertanya ada apa.


"Gak di angkat!"


Leon mencoba menghubungi kembali nomor sang ibu mertua.


πŸ“²"Halo, Leon! Leon kamu dimana, nak? Nindi nak, Nindi!!" terdengar nada khawatir dan tangisan dari bibir Silvi.


"Halo, Bun! Ada apa dengan Nindi?"


πŸ“²"Akh... Pergi... Pergi... KAMU SUDAH MATI.. JANGAN GANGGU AKU!!?" terdengar suara teriakan Nindi dari seberang telepon.


"Halo.. Halo Nindi! Bun.. Bunda!!" Leon terus memanggil nama istri dan ibu mertuanya.


Panggilan terputus secara sepihak.


Leon memandangi ponsel yang berada di genggamannya dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Kenapa, Le?" Rendy bertanya penasaran.


"Gak tau! Sepertinya ada yang tidak beres dengan Nindi."


"Ya udah, ayo kita balik ke kota aja."


Leon menganggukkan kepala, dan mereka berdua pergi menuju rumah Abi untuk mengambil mobil.


β€’


β€’


β€’


Di kediaman Arsalaan.


Amir tengah berada di rumah orang tuanya. Dia ingin membujuk sang Mama, agar merestui hubungannya dengan Aminah.


"Ma!" Amir duduk di samping sang Mama. Saat ini mereka berdua sedang ada di ruang tamu. Ya, hanya berdua, sebab Papa Amir sedang berada di kantor.


"Ma!! Please pahami sedikit perasaan Amir. Amir mencintai Aminah, Ma! Amir hanya ingin menikah dengannya," Amir menggenggam kedua tangan Karina, dia akan terus membujuk sang Mama.


"Kamu ini kok gak ngerti banget sama omongan Mama sih Amir? Mama heran mengapa kamu bisa sangat ingin sekali menikah dengan gadis itu. Apa yang sudah gadis itu lakukan kepada kamu?"


"Mama jangan berprasangka buruk dulu terhadap Aminah dong, Ma!"


Karina melengos kesamping.


"Mama tetap gak setuju!"


"Ma! Lihat Amir," Amir memutarkan tubuh Karina, agar menghadap ke arahnya.


"Apa Mama tidak ingin melihat Amir bahagia? Apa Mama ingin Amir menjalani hidup ini sendiri saja tanpa mempunyai pendamping?"


Karina diam saja mendengar perkataan Amir. Tentu saja dia sangat ingin melihat putra tunggalnya bahagia. Jujur, dia juga sudah tidak sabar menimang cucu. Apa dia harus menerima Aminah agar menjadi menantunya?.

__ADS_1


"Tapi kita gak tahu asal-usul Aminah, nak! Bagaimana jika dia berasal dari keluarga jahat? Dan bagaimana jika keluarganya mempunyai banyak musuh? Itu semua hanya akan menjadi beban kita kedepannya nanti, Amir..." Karin memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.


"Ma! Mama tenang aja, Amir sudah siap dengan segala resiko jika menikahi Aminah nanti. Meskipun keluarga asli Minah mempunyai banyak musuh, Amir siap menghadapi itu. Mama jangan khawatir! Yang penting sekarang, Mama restui hubungan Amir dan Minah. Ya Ma?" Amir memasang wajah melas.


Karina menoleh sedikit ke arah Amir. Dia tidak tega melihat putranya bersedih.


"Papa kamu sudah setuju jika kamu ingin menikah dengan Aminah. Baiklah, Mama juga akan menyetujui, dan belajar berpikir positif tentang kehidupan Aminah dulunya." Karin berat mengucapkan kata-katanya.


Amir tersenyum senang.


"Benarkah? Terimakasih Ma, terimakasih.." Amir memeluk tubuh Karin.


Karin juga tersenyum melihat kebahagiaan putranya.


"Kalau begitu, Amir akan mengabari Aminah bahwa Mama sudah setuju, dan Amir akan segera datang untuk melamarnya." Amir beranjak dari duduknya, dan dia berjalan menaikinya anak tangga menuju kamarnya. Dia akan menelpon Aminah dan memberitahu kabar baik ini.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku, Aminah.." gumam Amir saat hendak masuk ke dalam kamar. Sekarang, hatinya sangat berbunga-bunga.


...


Bonus Visual sekertaris Uwuw 😍😍



**Pengejar cinta Salma (Rendy Singh πŸ™ˆ)


..


Halo selamat siang bestie...


Happy Reading ❀


See you next partπŸ€—


Jangan lupa berikan dukungan dan tinggalkan jejaknya.😘**

__ADS_1


__ADS_2