
Di kediaman Nugraha.
saat ini jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Silva masih terjaga duduk di ranjang kamar Aresha. Ia memegangi sebuah bingkai terus sejak pukul 21.00 WIB tadi.
"Nak, kamu dimana ? Mami kangen sama kamu,,," Silva berbicara lirih dan menitikkan air mata, seraya mengelus lembut bingkai yang terdapat foto Aresha di dalam nya.
Ceklek
Pintu kamar Aresha di buka dari luar.
"Sayang,," Sam langsung masuk ke kamar dan memanggil Silva lembut.
Silva menoleh ke arah pintu, dan ternyata Sam sudah berjalan menghampiri nya.
Samuel duduk di samping Silva.
"Kamu kok gak tidur ?" tanya Sam sambil mengelus lembut rambut Silva.
"Sam,,,, Hiks, hiks...." Silva memeluk tubuh Samuel dari samping.
"Aku sangat merindukan putri kita, aku ingin bertemu dengannya.."
Samuel mengelus pundak Silva.
"Sayang, sudah lah. Kita pasti akan menemukan putri kita, kamu jangan seperti ini terus. Aku tidak ingin kamu sakit.." Samuel memeluk erat tubuh istri tercintanya .
"Bagaimana aku bisa tenang, jika belum ada kabar dari putri kita ?"
"Aku sudah mengerahkan seluruh anggota ku, untuk mencari jejak Aresha.,"
__ADS_1
Silva melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan suami nya itu.
"Lalu ? apa sudah ada kabar tentang keberadaan Rere ??"
Samuel menggelengkan kepala lemas. Ia mengusap pipi Silva lembut, "Aku akan berusaha menemukan putri kita, kamu jangan khawatir," Sam mengecup kening Silva. Ia tidak tega melihat sang istri yang tiap hari menangis terus-terusan. Hingga waktu itu terjatuh sakit, karena tidak mau makan.
Adzriel yang tidak sengaja lewat di depan kamar Aresha, mendengarkan percakapan kedua orang tua nya. Ia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar adik nya.
"Pi, Mi..." panggil Adzriel pada Silva dan Samuel. Kompak kedua orang tua Adzriel menoleh, dan Silva masih betah memegang bingkai foto milik Aresha.
Adzriel tidak tega melihat Mami nya bersedih sepanjang waktu, ia mendekat dan duduk di samping Silva. Dan saat ini, Silva berada di tengah, di apit oleh suami dan juga anak nya.
"Pi, Mi.. Adzriel punya kabar untuk kalian berdua,"
Setelah mendengar ucapan Adzriel, seketika wajah Silva berubah menjadi berbinar.
"Katakan nak, itu kabar baik bukan ?" Silva menatap Adzriel
"Mi, Dzriel sudah menyusuri setiap cctv yang berada di jalan dan juga Adzriel sudah melacak ponsel Aresha."
Sam dan Iva mengerutkan dahi.
"Lalu??" Sam ingin mendengarkan apa informasi yang putra nya dapat.
"Di Cctv, tidak ada bukti apa pun. Itu berarti, Aresha tidak pergi kemana pun. Dan lacakan ponsel, Dzriel mendapatkan info bahwa terakhir kali Aresha menggunakan ponsel nya di sungai Muaram. Setelah itu, tidak ada lagi." Adzriel menjelaskan informasi yang ia dapatkan.
"Tapi Dzriel mencurigai seseorang,"
Sam dan Silva kembali menatap Adzriel, dengan tanda tanya besar di kepala mereka masing-masing.
__ADS_1
"Siapa ?" tanya Silva penasaran
"Nindi!" sahut Adzriel yakin.
Silva berdiri dari duduk nya, dan menatap Adzriel tidak percaya.
"Apa maksud kamu, Nak ? Nindi ? tidak mungkin Nindi melakukan hal buruk kepada kakak sepupu nya sendiri, kamu jangan berburuk sangka dulu kepada adik sepupu mu itu, nak..."
"Apa yang Mami kamu katakan ada benarnya juga Adzriel. Kamu tidak boleh berburuk sangka seperti ini, apa kamu punya bukti, bahwa Nindi ada kaitannya dengan menghilangnya Aresha ??" tanya Sam pada putra sulung nya
"Dzriel memang tidak punya bukti yang kuat, Pi.. Tapi Dzriel ingat, bahwa Rere pernah cerita kalau Nindi menyukai dan tertarik dengan Leon."
"Hanya itu ?" tanya Sam lagi, sedangkan Silva, ia hanya menyimak obrolan suami dan putra nya.
"Iya, dan Dzriel menyuruh supaya Rere mempertahankan cinta nya. Lalu Rere melakukan apa yang Dzriel katakan, Rere mempertahankan hubungannya dengan Leon."
"Mungkin saja, Nindi sudah merelakan Leon untuk Rere, Nak! Kamu jangan asal bicara dan menuduh Nindi, jika tante kamu tahu, Mami gak ngerti apa yang akan dia pikirkan." ucap Silva pada Adzriel
"Papi dan Mami juga harus tahu, bahwa saat Leon dan Rere mengadakan acara untuk teman-teman mereka, Rere hampir aja kecelakaan dan tertimpa lampu gantung yang besar. Untung saja ada rekan kerja Rere yang bernama Susi. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada Rere waktu itu." Adzriel menjelaskan kejadian tempo lalu.
Samuel dan Silva hanya diam saja mencerna ucapan Adzriel, mereka sedang memikirkan hal yang berbeda.
**Ada yang mau di bonceng sama abang Zizi gak ??? 🙈🙈
...
HALO SELAMAT MALAM SEMUA NYA 🤗🤗
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA DAN SAMPAI KETEMU DI PART SELANJUTNYA 😍
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN.😘**