
Nindi berdiri di samping Alya.
"Jika lo menghancurkan kehidupan Papa mertua gue, otomatis lo juga menghancurkan kebahagiaan gue dan kak Leon! Sebab kak Leon pasti akan terpuruk jika mengetahui kebenaran tentang Papa nya itu." Nindi melirik Alya tajam
"Aku gak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin membalaskan dendam kepada Gilang Richard! Jika kebahagiaan mu dan Leon akan ikut hancur juga, jangan salahkan aku," Alya tersenyum miring dengan terus menatap ke depan.
Mendengar ucapan Alya, Nindi menatap Alya dengan tatapan mematikan.
"Haha.. Gue rasa, ucapan lo itu hanya akan menjadi mimpi saja.." Nindi bersedekap.
Alya menghadapkan tubuhnya ke arah Nindi.
"Maksud kamu apa? Dalam mimpi?"
Nindi melirik sekilas wajah bingung Alya, dan dia memiringkan badan agar bisa saling berhadapan dengan Alya.
Nindi menganggukkan kepala, "Ya! Hanya dalam mimpi. Karena, sebelum lo menghancurkan kebahagiaan gue dan anak gue, gue yang akan terlebih dahulu menghancurkan rencana lo!" Nindi tersenyum miring
"APA MAKSUD KAMU?" bentak Alya dengan mata melotot menahan amarahnya.
"Dasar bodoh.. Lo pikir, gue akan iba dengan cerita lo itu. Gue malah lebih mementingkan kehidupan masa depan gue dengan kak Leon dan anak gue, di bandingkan balas dendam untuk adik lo yang udah MATI itu!!!" Nindi menekan setiap katanya.
Alya geram dan mengangkat sebelah tangan untuk menampar pipi Nindi. Namun, dengan cepat Nindi mengeluarkan senjata tajam yaitu pisau, dan menusukkan pisau itu ke bagian perut Alya..
__ADS_1
"Argh!!!!!" Alya merintih kesakitan, dia memegangi tangan Nindi, yang menusukkan pisau di bagian perutnya.
"Ni...Nin...." ucap Alya lemas.
Nindi menarik kasar, pisau yang dia tusukkan ke Alya.
"Bagaimana? gue lebih bergerak cepat di bandingkan lo, ALYA!" Nindi tersenyum remeh melihat Alya yang sudah terduduk di tanah, dan area perutnya mengeluarkan darah yang banyak.
"K-kamu keterlaluan,, Nin.." Alya berkata lemah, dengan terus memegangi perutnya. Dia mencoba bangkit, namun dengan cepat Nindi menghampiri dan mendorongnya agar tidak berdiri.
"Argh!!" teriak Alya, saat Nindi mendorongnya. Nindi berjongkok di samping Alya.
"Hari ini adalah hari terakhir untuk lo, Alya.. Maafin gue karena sudah mengkhianati lo,, mengkhianati kepercayaan lo,, Gue hanya ingin mengucapkan..... SELAMAT JALAN ALYA!!!!" setelah mengucapkan itu, Nindi kembali menusuk perut Alya menggunakan pisau.
"ARGH!!!!!!!!!!!!" teriak Alya sangat kuat menahan sakit untuk yang kedua kalinya. Danau itu memang sepi, dan tidak ada yang berani ke danau itu. Sebab, warga sekitar berkata, bahwa danau itu masih dihuni oleh seekor buaya.
Nindi mengambil ponsel Alya yang terjatuh tak jauh dari terkapar nya tubuh Alya. Nindi mengetik sebuah pesan.
๐จ"Om, maafin aku.. Aku harus pergi jauh meninggalkan Om dan juga masa-masa kebersamaan kita.. Aku tidak ingin membohongi Om lebih jauh, selama ini aku hanya ingin balas dendam saja kepada Om. Akan tetapi, seseorang sudah tahu rencana busukku, dan dia menginginkan aku pergi agar tidak merusak kebahagiaan Om dan keluarga Om. Sekali lagi, maafkan aku. Aku pergi, dan jangan pernah mencari ku.. Salam ALYA..." send Om Gilang.
Begitulah pesan yang Nindi kirimkan kepada nomor kontak Gilang, Papa Leon. Nindi melepas kartu, dan dia menghancurkan kartu handphone itu.
"Gue harus membakar handphone ini, jika di buang di danau ini, gue takut suatu hari nanti akan ada yang menemukannya.." gumam Nindi berbicara sendiri sambil menggenggam ponsel milik Alya.
__ADS_1
Nindi memasukkan ponsel Alya ke dalam tasnya, dan dia kemudian mengurus mayat Alya yang terbujur lemah dengan bersimbah darah.
Nindi menggeret tubuh Alya ke pinggiran danau. Dia menggulingkan tubuh lemah Alya agar masuk ke dalam danau. Setelah melihat tubuh Alya sudah sepenuhnya masuk ke dalam danau, Nindi berdiri dan mengelap tangannya yang terkena darah.
"Semoga lo bahagia di alam sana, Alya. Sekarang, lo akan terus bertemu dan bersama adik malang lo itu!" Nindi tersenyum miring, kemudian dia melangkahkan kaki pergi dari pinggiran danau.
"Buaya itu pasti akan senang, karena mendapatkan makanan segar.." Nindi tertawa jahat, lalu dia mengambil tasnya, dan pergi dari danau seram itu. Danau yang tidak pernah di datangi oleh siapa pun..
โข
โข
Othor beri bonus visual Papa Gilang ya ๐
**Gilang Richard.
....
Happy Reading guys..
See you next part tomorrow๐ค๐ค
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan dan tinggalkan jejak cintanya.๐
BYE BYE**...