
Di tempat lain, sebuah pesta meriah masih tetap berjalan dengan lancar. Meskipun bisik-bisik para tamu, tentang pergantian mempelai wanita menjadi kabar hangat di pesta tersebut.
"Kak, senyum dikit dong.." ujar Nindi, kala melihat ekspresi wajah Leon yang tidak ada bahagia-bahagia nya.
"Sudah ku bilang jangan mengatur ku !!! kau yang menginginkan pernikahan ini, bukan aku !!!" Leon menatap tajam Anindira.
"Setidaknya, jangan terlalu di perlihatkan wajah terpaksa mu itu kak,," Nindi terlihat kesal karena Leon .
"Diam lah!!!" Leon menekan kata-kata nya, ia sama sekali muak dengan Anindira. Setelah beberapa minggu nanti, ia berpikir akan berusaha mencari keberadaan Aresha. Leon belum tenang, jika tidak mendengar langsung alasan dari kabur nya Aresha.
Nindi melirik wajah Leon terus, yang selalu diam, tak ada sedikit pun senyuman terukir di bibir nya.
{Aku pasti akan membuat mu mencintai ku kak Leon, aku pasti bisa!!!} Batin Nindi berjanji.
Acara resepsi pun telah selesai, mereka semua telah masuk ke kamar masing-masing.. Tentu saja Leon dan Nindi masuk ke dalam kamar Aresha, karena saat ini resepsi diadakan di kediaman keluarga NUGRAHA.
Di dalam kamar, Nindi tersenyum senyum sendiri.
"Ini malam pertama kami, tapi aku sangat yakin, pasti kak Leon tidak mau menyentuh ku," gumam Nindi pelan seraya bersandar di kepala ranjang.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat Leon keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana pendek, tanpa baju atau pun kaos.
Dengan rambut yang basah akibat keramas, dan air yang menetes di dada bidang nya membuat Leon terlihat 'Hot' .
Mulut Nindi sedikit menganga terbuka karena melihat pemandangan di hadapannya saat itu, namun dengan cepat ia menepis pikiran kotor nya, karena sudah dapat di pastikan Leon tidak akan mau untuk tidur bersama nya .
"Aku harus mencoba," Nindi bangkit dari ranjang, dan berjalan menghampiri Leon masih dengan gaun pengantin yang ia kenakan.
__ADS_1
Akan tetapi, baru juga ingin membuka mulut untuk bicara, Leon dengan cepat menyelanya.
"Malam ini aku akan tidur di luar, kau tidur saja sendiri di kamar!" ujar Leon tanpa melihat wajah Nindi. Dan tanpa menunggu jawaban dari Nindi, ia langsung pergi keluar dari kamar, seraya menutup pintu dengan kencang.
Nindi terlonjak kaget, ia mengepalkan tangannya sendiri..
"Arghh!!!" Nindi memukul ranjang
"Sial, kenapa kak Leon tidak benci dengan Aresha?? padahal aku sudah susah payah mengarang, seakan-akan Resha la yang bersalah. Sialan !!!!!" teriak Nindi dari dalam kamar, dan mengacak-acak ranjang yang sudah dihiasi sebagus mungkin itu. Untung saja kamar tersebut kedap suara, jadi tidak akan terdengar teriakan Nindi sampai keluar.
Di luar kamar, Leon menyandarkan tubuh nya di sofa yang berada tepat di dekat kamar Aresha.
"Kenapa kamu setega ini dengan ku, Re ?? aku mencintai mu setulus hati ku, akan tetapi mengapa kamu meninggalkan ku dengan alasan yang tidak masuk akal begitu.." Leon memejamkan matanya sejenak, ia membayangkan wajah Aresha yang sedang tertawa bersama dengannya.
Ia menoleh kesamping, dan hanya melirik sekilas seseorang yang duduk di samping nya itu.
"Gue turut sedih dengan apa yang lo alami, bro..." Adzriel menepuk-nepuk pundak Leon pelan.
"Gue gak nyangka kalau kisah asmara gue serumit ini, Dzriel..." Leon menatap Adzriel sekilas, ia tidak akan membenci Aresha, sebelum mendengar sendiri alasan mengapa Aresha kabur dari pernikahan itu.
"Adik gue gak se-picik itu, bro... Gue yakin ada sesuatu yang gak bener di balik semua ini,,"
"Kita harus menyelidiki, dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," Leon memejamkan mata nya dan bersandar di sofa,.
__ADS_1
Mereka berdua pun terdiam dengan pikiran masing-masing..
...

\*\*Abang Zizi, kesayangan Othor 😘😘
....
HALO SELAMAT SIANG SEMUA NYA 🤗🤗
HAPPY READING 😊
SEE YOU NEXT PART NANTI SORE, BYE BYA 😘😘
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 😍😍
...
MAMPIR KE KARYA TEMEN OTHOR YUK ,,🤗\*\*
__ADS_1
