
Setelah perdebatan yang cukup menegangkan, akhirnya Leon mengalah untuk pergi ke Kanada guna berbulan madu bersama Anindira, karena Rahma memaksa dan mengancamnya. Rahma sangat kasihan dengan Nindi, sebab semenjak menjadi istri tidak pernah di sentuh oleh Leon.
"Nak, Mama punya ide supaya Leon bisa mencintai kamu dan melupakan Aresha," ujar Rahma pada Nindi, sebelum Leon menyetujui pergi berbulan madu.
"Apa, Ma ???" tanya Nindi penasaran, dan Rahma pun membisikkan sesuatu di telinga Anindira. Setelah mendengarkan ide dari Rahma, Nindi tersenyum bahagia dan memeluk tubuh Rahma seraya mengucapkan terimakasih..
Dan saat ini, Setelah perjalanan selama 17jam dari kota J, Nindi bersama Leon sudah sampai di hotel VANCHOUVER, Kanada.
"Huff.." Nindi menghela nafas pelan karena kelelahan.
"Kak Leon mana ya?" Nindi berdiri dari ranjang yang ia duduki, ia berniat keluar untuk mencari Leon.
Namun, baru juga sampai di depan pintu kamar, pintu kamar tersebut sudah terbuka dari luar.
Senyum di bibir Nindi pun terbit, saat tahu siapa yang membuka pintu.
"Kak,," panggil Nindi pada Leon, saat Leon sudah masuk ke dalam kamar.
"Aku ingin mengambil koper ku, sebaiknya kita pesan dua kamar, karena aku tidak ingin tidur satu kamar dengan mu!" ucap Leon kasar, tanpa memikirkan perasaan Nindi
Nindi diam terpaku mendengar ucapan dari mulut suami nya itu, ya !! Suami yang tidak mencintainya.
"Kak!" Nindi menghalangi jalan Leon, saat Leon ingin pergi dari kamar itu dengan menggeret kopernya.
"Ada apa ? apa kurang jelas yang ku ucapkan tadi ?" Leon menatap tajam mata Nindi. Entah mengapa, ia sangat kesal pada Anindira
__ADS_1
"Jika kakak tidak ingin tidur di kamar ini, maka aku akan lompat dari lantai kamar hotel, sekarang juga!" bentak Nindi mengancam Leon.
"Heh,," Leon mengangkat sudut bibir atas nya, membentuk senyum miring
"Kau pikir aku takut dan akan luluh dengan ancaman mu itu ?? tidak Nindi, tidak akan !!"
Dengan wajah kesal, Nindi berjalan menuju balkon kamar.
"Jika kakak pikir aku berbohong, baiklah.. Akan aku tunjukkan," Nindi meletakkan sebelah kaki nya di atas perbatasan balkon.
"Satu...Dua....Ti...." belum selesai Nindi menghitung, Leon dengan cepat menghampiri nya.
Leon menarik kasar tangan Nindi, seraya mengatakan, "Apa kau sudah gila? hah !. Aku tidak ingin di penjara hanya karena ulah bodoh mu itu!!" Leon menghempaskan kasar tubuh Nindi di atas kasur
"Jika itu mau mu, baiklah. Aku akan tidur di kamar ini, tapi jangan berharap bahwa aku akan menyentuh tubuh mu!" setelah mengatakan hal itu, Leon langsung pergi keluar dari kamar tersebut.
"Bunda!!! Hiks,, Nindi berjanji tidak akan ada penyesalan nantinya, Hiks..Hiks.." ucap Nindi lirih meratapi keputusan nya, ia bingung kuat atau tidak menerima semua perlakuan buruk Leon pada nya. Tapi ia tetap semangat dan harus berjuang, demi cinta.. Dan Nindi mengingat ide dari Mama mertua itu.
"Aku harus bisa melakukannya, aku harus mengandung anak dari kak Leon, supaya kak Leon bisa mencintai ku..."
Di tempat lain, Leon terlihat tengah duduk di BAR. Entah sudah berapa gelas yang ia minum, sejak keluar dari kamar tadi.
__ADS_1
"Areshaa.. Aku mencintaimu,,,, kembali lah Aresha...." gumam Leon pelan, karena ia sudah terpengaruh oleh minuman keras.

\*\*Jangan pernah ada kata penyesalan ya neng 🙈🙈
...
HAPPY REDADING GUYS ❤
SEE YOU NEXT PART 😘😘
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 😍😍\*\*