
2 minggu kemudian .
Pukul 20.30 WIB . Suara deru mobil terdengar di halaman rumah keluarga Nugraha .
Tok Tok Tok.!!
Pintu rumah pun di ketuk dari luar oleh seseorang ..
"Iya sebentar !!" Silva berteriak dari dalam, ia berjalan untuk membuka pintu rumah .
Saat pintu sudah terbuka lebar, "Eh, jeng Rahma, tuan Gilang dan nak Leon . Mari masuk !!" Silva mengajak tamu nya masuk ke dalam rumah.
Mereka pun bersama-sama masuk ke dalam rumah Nugraha .
"Silahkan duduk jeng, tuan dan nak Leon . Saya panggil suami saya dulu ya ?" Silva berjalan menaiki tangga menuju kamar nya .
Tak lama kemudian, ia turun bersama dengan Samuel .
"Apa kabar tuan Samuel ?" tanya Gilang tersenyum ramah kepada calon besan nya itu, saat Sam sudah duduk di sofa yang bersebrangan dengannya.
"Saya baik tuan . Oh ya, maaf .. Tumben-tumbenan tuan dan keluarga datang ke rumah saya mendadak begini ? apa ada masalah dengan anak-anak kita tuan ?" tanya Sam pada Gilang, seraya menatap Gilang, Rahma dan Leon satu persatu .
"Sebelum menjawab pertanyaan tuan, boleh kah Aresha di panggil ke mari juga ?" tanya Rahma pada Sam
Samuel menatap Silva, dan Silva pun yang mengerti arti tatapan Sam langsung menganggukkan kepala .
"Sebentar ya jeng, saya panggilkan putri saya dulu !"
"Aresha..!!" teriak Silva dari bawah tangga
"Iya Mi ..!!!" sahut Aresha berteriak juga dari dalam kamar nya
Karena sudah mendengar jawaban dari Resha, Silva segera kembali ke sofa .
"Sebentar lagi dia pasti turun..!!" Silva tersenyum ramah pada tamu nya
Gilang dan keluarga hanya menganggukkan kepala saja .
__ADS_1
Aresha menuruni anak tangga dengan sedikit berlari, namun saat ingin sampai di tangga ke 4, Aresha membalikkan badan ingin kembali lagi ke kamar karena melihat keluarga Leon sudah berada di rumah nya .
"Aresha sayang !!" Silva memanggil Aresha, dan mau tak mau Resha membalikkan lagi badannya ke arah ruang tamu, sebenarnya ia ingin kembali ke kamar untuk berganti pakaian . Sebab saat ini Aresha hanya menggunakan piyama tidur biasa ..
"Ya, mi ?" sahut Resha berjalan turun ke lantai bawah
" Kamu kenapa ? kok Mami lihat mau naik ke atas lagi ?" Silva berbicara saat Resha sudah duduk di samping nya .
"Em, Rere tadi mau balik ke kamar, Mi..." Resha menatap Leon dan kedua orang tua Leon
"Hai Om, tante, apa kabar ?" tanya Resha sopan dan tersenyum manis
"Kami baik nak," sahut Rahma
"Sebenarnya ini ada apa ? kenapa tuan dan keluarga datang kemari malam-malam begini ? saya masih was-was . Tidak ada masalah kan tuan ?" Sebelum ada jawaban, Samuel masih khawatir jika ada masalah dengan hubungan putri nya dan Leon
"Oh, tidak ada tuan Sam . Semua baik-baik saja, malah kami datang kemari ingin membawa kabar bahagia untuk tuan dan keluarga," Gilang sebagai orang tua dari Leon pun angkat bicara
"Kabar baik ?" Silva mengulangi ucapan Gilang
"Iya nyonya Nugraha, kami kemari ingin menyampaikan niat tentang rencana pernikahan anak kita," ujar Gilang pada Sam dan Iva
"Tentu, jika tuan Sam tidak percaya, bisa tanya kan sendiri pada putra saya Leon !"
Samuel menatap Leon menginginkan sebuah jawaban .
"Benar kata papa saya om . Saya dan Rere sudah sepakat untuk menikah beberapa bulan lagi, bukan kah lebih cepat lebih baik ya om ?" ucap Leon tenang seraya menatap wajah cantik Aresha
"Kamu memang benar, semua hal baik itu harus dilakukan dengan cepat . Memang kapan rencana nya nak ?" tanya Sam pada Leon
"Rencananya, 2 bulan lagi om.." sahut Leon pasti
"2 bulan lagi ?" Aresha berkata kaget
Semua mata tertuju pada Resha . Resha yang tersadar pun hanya menyunggingkan senyum malu .
"Maksud Rere itu 2 bulan lagi gak kecepatan ya kak ? kakak yakin ?"
__ADS_1
"Aku sangat yakin !" sahut Leon serius
Aresha hanya menganggukkan kepala saja .
"Bagaimana nak ? apa kamu mau 2 bulan lagu menikah dengan Leon ?" tanya Samuel menatap Aresha.
"Mau, Pi..!" Aresha menjawab dengan menundukkan kepala dan senyum bahagia, hingga kedua pipi nya merona.
"Baik lah, jika memang begitu . 2 bulan lagi kita akan menyelenggarakan pernikahan Leon dan Aresha putri kami . Jika kedua calon pengantin sudah setuju, kenapa kita harus menunda !!" Samuel setuju dengan rencana Leon dan kedua orang tua Leon .
"Bagus sekali tuan, saya hanya ingin menyampaikan itu saja . Karena Leon juga mendadak bicara nya, jadi kami datang ke sini juga tidak mengabari tuan atau pun keluarga,," ujar Gilang pada Sam dengan senyum bahagia karena sebentar lagi sang putra kan menikah .
"Oh ya, sebentar ! kita ngobrol-ngobrol dulu ya .." Silva menatap kedua orang tua Leon bergantian .
"Tidak masalah jeng, kami juga sudah lama tidak datang kemari bukan ?" sahut Rahma
"Bi..bibi !!" Silva berteriak memanggil ART di rumah nya
"Iya nyonya," ART itu pun berlari kecil dan berdiri di samping tempat duduk Silva
"Bi, tolong buatkan minuman untuk tamu saya, dan jangan lupa cemilannya ya ?" ucap Silva lembut pada ART nya
"Baik nyonya," Art itu pun langsung berlalu dari ruang tamu menuju dapur .
Kedua orang tua Leon dan kedua orang tua Resha saling mengobrol satu sama lain, akan tetapi Resha dan Leon hanya saling lirik saja sambil melemparkan senyum manis yang mereka punya .
**Leonardo Richard (LEON) 😘
...
HALO SEMUA NYA SELAMAT MALAM 🤗
SELAMAT MEMBACA CERITA ARESHA BESERTA YANG LAINNYA 😘
TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI SETIAP BAB CERITA INI 😊
__ADS_1
DI LARANG BOOM LIKE 🙏🏻🙏🏻**