Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Membicarakan perjodohan,


__ADS_3

Amir sedang berada di kediaman Arsalaan. Ia duduk di ruang keluarga bersama Papa dan Mamanya. Saat ini, ia seperti orang yang sedang melakukan sidang. Duduk di hadapan kedua orang tuanya, dengan banyak sekali pertanyaan yang singgah di dalam benak nya.


"Pa, Ma, kenapa mendadak menyuruh Amir supaya datang kesini??" setelah sekian lama diam, akhirnya Amir membuka suara. Ia penasaran dengan apa yang ingin kedua orang tua nya bicarakan. Pasalnya, tadi Amir sedang mengecek laporan dari Minah, dan ia menerima telepon dari orang tuanya yang ingin membicarakan hal penting.


"Nak... Papa dan Mama sangat memohon sekali kepada kamu, agar mau memikirkan apa yang Papa dan Mama usulkan nanti." Shidiq menjawab pertanyaan dari putra tunggalnya itu.


"Usulan? katakan dengan jelas, Pa!" Amir menatap kedua orang tuanya bergantian


"Nak, Papa dan Mama sudah membuat keputusan, jika kamu akan kami jodohkan dengan putri dari bapak Abdullah.." ucap Karina menyampaikan niatnya.


"Hah?" Amir terkejut mendengar apa yang Mama nya ucapkan.


"Putri dari bapak Abdullah?" tanya Amir tidak mengerti


"Iya,, Putri dari bapak Abdullah yang tinggal di desa Bangko Permata. Kamu pasti tahu yang mana anak nya, sebab kamu juga kan tinggal di sana!'' seru Shidiq menyahut


Amir terdiam sekaligus berpikir.


"Maksud Papa dan Mama, Salma??"


"Betul sekali nak, Papa dan Mama sudah merundingkan perjodohan kamu dengan Salma anak dari bapak Abdullah. Salma sudah mau, sekarang tinggal kamu. Mau atau tidak?" Karin memberi tatapan memohon kepada putra nya.


"Pa, Ma! Amir kan sudah bilang, Amir pasti akan menikah, dan Amir akan mencari sendiri wanita yang akan menjadi pendamping hidup Amir!." ujar Amir penuh penekanan

__ADS_1


"Tapi, nak? mau sampai kapan kami berdua menunggu kamu, hingga menemukan wanita seperti yang kamu inginkan? kami sudah tua nak, dan kami ingin melihat kamu menikah dan mempunyai seorang anak, sebelum ajal menjemput kami..." Karin menatap Amir melas.


Amir tidak tega melihat Mama nya bersedih seperti ini, tapi ia juga tidak mau menerima perjodohan dengan Salma. Sebab ia tidak mencintai Salma, dan jika ia terpaksa mau menikahi Salma, ia yakin bahwa pernikahannya tidak akan berjalan harmonis.


Amir bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekati Karina dan duduk di sebelah Karina.


"Ma, Mama gak perlu khawatir. Amir sudah mempunyai calon istri, hanya saja, Amir memang sengaja belum memberitahu kabar ini kepada Papa dan Mama.." Amir mengelus tangan Mama nya.


Kedua orang tua Amir, menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.


"Siapa gadis itu, nak? apakah dia berasal dari keluarga yang terpandang?" kalimat pertanyaan itu langsung terlontar begitu saja dari bibir Karin.


Amir hanya tersenyum lembut menatap Mama nya.


"Kamu segera bawa dia main kesini, nak. Mama pengen ketemu sama perempuan yang berhasil membuat anak Mama jatuh cinta begini," Karin tersenyum menggoda menatap Amir


Amir tersipu malu. "Udah akh, Ma. Secepatnya, Amir akan membawa dia ke sini dan mengenalkannya kepada Papa dan Mama. Amir pamit pulang dulu, masih banyak laporan yang harus Amir kerjakan," Amir bangkit dari duduknya, diiringi oleh kedua orang tua Amir yang juga bangkit dari duduknya.


Mereka bersama-sama menuju teras rumah.


"Kamu hati-hati ya, nak!" ucap Karin sambil mengelus pindah putra nya.


"Iya, Ma. Amir pamit ya, Assalamualaikum.."

__ADS_1


"Waalaikumsalam.." kedua orang tua Amir menjawab bersamaan.


Amir melangkahkan kaki menuju sepeda moge kesayangannya. Karina melambaikan tangan, saat moge milik Amir sudah menyala dan melaju meninggalkan pekarangan rumah Arasalaan.


"Pa, semoga wanita yang akan Amir bawa nanti, sesuai dengan kriteria menantu idaman kita," Karin menatap suami yang berada di sampingnya.


"Iya, Ma. Semoga saja, ayo masuk!"


Kedua orang tua Amir pun masuk ke dalam rumah.



**Amir Arsalaan 😍😍


....


HAI SEMUA...


HAPPY READING BESTIE 🤗🤗


SEE YOU NEXT PART 😍😍


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK.😘 terimakasih 🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2