
3 Hari kemudian.
Di sebuah ruang rawat inap, rumah sakit XXX . Rumah sakit yang tak jauh dari desa Bangko Permata. Seorang gadis yang masih terbaring lemah, perlahan membuka matanya..
"Auh,," lenguh gadis itu, menahan sakit di area kepala nya.
Seseorang yang menjaga gadis itu pun langsung berlari memanggil dokter.
"Dok, dokter.. Gadis itu sudah sadar..!!" teriak wanita paruh baya tersebut, memanggil dokter yang menangani sang gadis.
Dokter pun dengan cepat berjalan ke ruang rawat inap pasiennya.
"Syukurlah, keadaannya sudah pulih dan semakin membaik," ujar sang dokter pada wanita paruh baya itu.
"Di-ma-n-a, a-aku,,??" ujar gadis itu terbata-bata dan lirih, sembari melihat ke sekeliling nya.
"Kepala ku, sakit sekali,," gadis itu pun memegangi kepalanya.
"Siapa nama kamu, nak??" tanya wanita paruh baya itu, pada sang gadis.
"Nama?? aku...aku tidak tahu siapa nama ku,," gadis itu ingin duduk dari baring nya, akan tetapi, sang dokter melarangnya
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak bergerak," sang dokter menatap wanita paruh baya di hadapannya itu.
"Mari bu, kita ke depan dahulu,," mereka berdua pun keluar dari ruang rawat, meninggalkan gadis itu sendirian di kamar.
Di luar ruang rawat.
"Saya akan menyampaikan sesuatu yang mungkin akan membuat anda khawatir." Dokter itu menjeda ucapannya
"Ada apa dok ?"
"Gadis itu mengalami amnesia, yaitu lupa ingatan. Benturan di kepalanya sangat keras, hingga mengalami dirinya melupakan segala kejadian yang pernah ia alami. Begitupun dengan nama nya sendiri.." dokter menjelaskan pada wanita itu
"Lalu bagaimana dok ??"
"Jangan memaksa dirinya untuk mengingat siapa dia dan mengapa dia bisa berada di sini. Intinya, biarkan dia menjalani hidup seperti biasanya, jika ada keajaiban.. Pasti ingatannya akan pulih kembali dengan sendirinya, dan jika di paksa, saya takut sesuatu yang buruk akan terjadi padanya."
"Baik dokter, saya mengerti. Kalau begitu, saya masuk dulu,,"
"Saya juga permisi, nanti akan saya periksa lagi keadaannya. Jika dia sudah lebih baik, besok sudah bisa di bawa pulang,,"
wanita paruh itu menganggukkan kepala, dan saat dokter sudah pergi, ia pun masuk ke dalam ruang rawat menemui gadis itu kembali.
__ADS_1
"Nak,,!!" ujar wanita itu pelan pada gadis tersebut.
Gadis itu menoleh dan menatap wanita paruh baya, yang tidak ia kenal.
"Bagaimana perasaan kamu ??"
"Kepala ku, sakit sekali,," ujar gadis itu pelan
"Kamu jangan terlalu banyak pikiran, jangan pikirkan apa pun, saat ini ada ibu. Ibu yang akan merawat kamu," ujar wanita paruh baya itu tersenyum tulus ke arah sang gadis, yang ia tidak tahu siapa nama nya, dan dari mana asal usul nya.
Saat pak rt meminta bantuan ke warga, supaya menyumbang untuk membayar perawatan sang gadis, ibu Romlah bertanya siapa gadis itu, dan pak rt menceritakan semua kepada ibu Romlah. Setelah itu, ibu Romlah berujar pada pak rt, supaya ia yang merawat gadis tersebut sebelum di temukan keluarga asli gadis itu.. Tentu saja, pak rt sangat gembira mendengarnya, dan semua itu juga sudah di setujui oleh warga sekitar Bangko Permata. Meskipun ada sedikit penolakan dari anak ibu Romlah. Akan tetapi, ibu Romlah membujuk anak nya, dan akhirnya sang anak pun mengerti dan mau menerima gadis itu, untuk tinggal bersama nya.
...**UDAH PADA TAU LAH YA KAN, SIAPA GADIS ITU ??? ☺☺...
....
HAPPY READING GUYS 🎉
SEE YOU NEXT PART NANTI MALAM 😘
JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA 😍😍**
__ADS_1