Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Bulan madu yang tidak di inginkan,


__ADS_3

Tak terasa sudah satu minggu usia pernikahan antara Leon dan Nindi .


Saat ini, mereka sedang berkumpul di meja makan. Gilang, Rahma, Leon dan Anindira.


"Leon, Nindi, Papa punya hadiah untuk kalian,," ujar Gilang pada anak dan menantunya.


Sebelum menjawab, Nindi melirik Leon sekilas yang terlihat biasa saja dan tidak mau tahu.


"Apa, Pa..??" Nindi berusaha tersenyum di hadapan mertuanya, padahal saat ini di dalam hati Nindi, ia sudah sangat kesal dengan sikap acuh Leon. Namun, sebisa mungkin ia harus berusaha mengambil hati Leon.


"Ini..!!" Gilang menyodorkan amplop cokelat di hadapan Nindi dan Leon .


Dengan cepat Nindi mengambil dan membuka amplop tersebut. Bibir nya berkedut mengukir sebuah senyuman, saat Nindi sudah melihat isi amplop itu.


"Tiket bulan madu??" Nindi tersenyum bahagia, ia melirik Leon yang tanpa ekspresi sedikit pun.


"Makasih ya, Pa !! Papa dan Mama tau deh, apa yang kami butuhkan.." ujar Nindi pada mertua nya


Kedua orang tua Leon hanya menganggukkan kepala, dan tersenyum melihat kegembiraan menantu mereka itu.


"Aku sudah selesai, dan akan pergi ke kantor." Leon bangkit dari duduk nya dan ingin melangkahkan kaki. Namun, belum juga melangkah, Leon membalikkan badannya sedikit guna berbicara pada Nindi.


"Nindi, gue minta sama lo, jangan menunggu gue pulang dari kantor ! Gue sepertinya agak lama, karena banyak pekerjaan di kantor yang harus gue selesaikan.." setelah berbicara begitu, Leon langsung pergi keluar rumah menuju mobil nya.


Di dalam rumah.


Nindi tersenyum kecut mendengar penuturan dari Leon, suami nya itu selalu saja membuat nya merasa tidak berguna.


"Nindi, maafin Leon ya nak !!Mama yakin, suatu saat nanti Leon pasti akan mencintai mu,," ujar Rahma ikut bersedih melihat menantunya itu.


"Anak itu memang kurang ajar, dia tidak tahu berterimakasih. Untung saja ada Anindira, yang mau menggantikan Aresha untuk menikah dengannya. Jika tidak ? keluarga kita akan menanggung malu, belum lagi para klien pasti akan mencabut saham yang mereka tanam di kantor kita.." Gilang emosi melihat sikap acuh Leon pada Nindi.


"Pa, Ma.. Mungkin kak Leon belum bisaa menerima kenyataan ini, pelan tapi pasti, nanti dia pasti akan terbiasa," ujar Nindi lembut


Rahma tersenyum kepada Nindi, "Syukurlah akhirnya Leon menikahi mu nak, bukan Aresha. Kamu itu lembut, dan mau menerima Leon, meskipun Leon belum mencintai kamu,,"


Nindi hanya tersenyum saja menanggapi ucapan mertua nya itu.

__ADS_1


"Papa pergi ke kantor dulu ya, udah siang.." Gilang bangkit dari duduknya, di ikuti oleh Rahma yang mengantarnya hingga teras rumah.


Saat Gilang dan Rahma sudah pergi, Nindi mengepalkan kedua tangannya..


"Semoga aja lo udah mati Aresha, gue harus cari cara lain supaya kak Leon bisa dengan cepat mencintai dan menerima gue ." Nindi berdiri dan pergi dari meja makan menuju kamar nya..




Di tempat lain.



"Aminah...!!!!" seorang wanita dewasa, yang terlihat masih cantik dan seksi tengah duduk di meja makan.



"Iya, Mbak... Sebentar !!!!" sahutan dari dapur




"Mbak, sisakan sedikit untuk ibu. Pasti ibu pulang kerja nanti lapar,," ujar Aminah pada kakak nya



"Udah diem deh!!! orang masih makan itu jangan di ajak ngomong, bikin mood ilang aja. Ntar aku sisain untuk ibu, kamu ndak usah takut!" ujar wanita dewasa itu, masih terus melahap makanannya..



"Assalamualaikum..!!!" seruan dari luar rumah..



**SIAPA ITU YA ??? 🙈🙈**

__ADS_1



..



![](contribute/fiction/4477360/markdown/23506968/1654267437328.jpg)



**Bonus visual, Papa Gilang 😍😍



....



HALO SELAMAT MALAM ..


UDAH PADA TIDUR BELUM NIH GUYS ???



HAPPY READING, UNTUK YANG SUDAH MEMBACA CERITA ANINDIRA DAN LEON INI,



SEE YOU NEXT PART TOMORROW ALL 😘😘



JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN, SUPAYA OTHOR MENJADI SEMANGAT 🤗🤗



BYE BYE**....

__ADS_1


__ADS_2