Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Sadar dari koma (END)


__ADS_3

Empat jam kemudian.


Mata Aresha terlihat mengerjap pelan.


"Argh!" keluh Aresha sambil memegangi kepalanya.


Aresha membuka matanya dengan sempurna.


"Dimana aku?" lirihnya seraya melihat sekeliling.


Ruangan serba putih.


"Rumah sakit?" gumam Aresha lagi.


Cklek!


Pintu ruangan terbuka.


Amir masuk ke dalam ruangan Aresha. Dia berjalan menghampiri Aresha.


"Sayang!" seru Amir bahagia saat melihat Aresha sudah sadar.


"Mas.." lirih Aresha pelan.


Amir duduk di samping Aresha dan menggenggam tangan Aresha.


"Sayang syukurlah kamu sudah sadar. Aku sangat khawatir," Amir mengecup lembut punggung tangan Aresha.


Aresha hanya tersenyum melihat suaminya itu. Dia merasakan nyeri di perutnya.


"Mas.. Kenapa perutku sudah mengecil? Apa anak kita sudah lahir??" Aresha menatap Amir.


Amir tersenyum dan mencium pucuk kepala Aresha.


"Benar sayang. Anak kita sudah lahir.."


"Benarkah?" Aresha berbinar. "Dimana mereka Mas? Bayi kita baik-baik saja kan?"


Amir mengangguk.


"Anak kita baik-baik saja, dan mereka berdua juga sehat. Dan lagi, wajahnya sangat mirip denganmu.." Amir menarik hidung Aresha gemas.


Aresha hanya tertawa pelan.


"Kamu ingin melihatnya?"


Aresha mengangguk.


Amir berdiri dari duduknya.


"Kamu tunggu di sini, aku akan membawa mereka berdua kemari.."

__ADS_1


Amir berbalik ingin menuju pintu keluar, namun belum juga sampai di pintu, pintu ruangan sudah terbuka terlebih dahulu.


Sam, Iva, Karin, Shidiq, Leon dan juga Lidia masuk ke dalam ruangan Aresha.


"Sayang..." seru Silva berjalan ke arah ranjang, dengan menggendong putra Aresha.


Aresha tersenyum saat melihat sang Mami, di tambah lagi seorang bayi mungil yang berada di dalam gendongan sang Mami.


Silva memeluk Aresha, dia juga mencium pucuk kepala Aresha.


"Mi.. Apa itu putra Rere?" Aresha menatap bayi mungil yang Silva gendong.


"Benar sayang! Ini putra kamu, dan itu.." Silva menunjuk bayi yang berada di dalam gendongan Karin. "Itu juga putra kamu.." sambung Silva sambil tersenyum.


"Boleh aku menggendongnya?" ujar Aresha terharu.


"Tentu! Ini putra kamu, kenapa harus meminta izin," Silva menyerahkan bayi yang berada di dalam gendongannya kepada Aresha.


Karin berjalan mendekat ke ranjang Aresha, dia memberikan bayi yang berada di dalam gendongannya kepada Amir.


"Imut sekali kamu nak," Aresha mengelus pipi putranya.


"Lihat, wajah mereka sangat mirip denganmu.." ucap Amir.


Aresha menatap kedua putranya dengan rasa haru dan bahagia.


"Aku bersyukur memiliki kalian bertiga. Kalian adalah nyawaku, harta berharga ku.." Amir mengecup pucuk kepala Aresha, Aresha pun tersenyum ke arah Amir. Amir merangkul pundak Aresha, dan mereka berdua menatap putra mereka yang sangat menggemaskan itu.


"Nak.. Apa kalian berdua sudah mempersiapkan nama untuk kedua putra kalian?" tanya Sam pada Amir dan juga Resha.


Amir dan Aresha saling pandang, lalu mereka mengangguk bersamaan.


"Kami sudah mempersiapkan nama Pi.." ucap Aresha .


"Yang ini namanya Ammar," Aresha menunjuk bayi yang berada di dalam gendongannya. "Dan Ini namanya Amman.." Aresha mengelus kepala bayi yang berada di dalam gendongan Amir.


"Ammar dan Amman.. Nama yang sangat bagus.." seru Karin senang.


Mereka semua mendekat ke arah ranjang Aresha.


"Hai Ammar, hai Amman.." ucap semua yang berada di dalam ruangan, menyapa kedua putra Aresha.


"Selamat ya Re," ujar Leon kepada Aresha.


Aresha mendongak dan menatap Leon.


"Terimakasih kak. Kakak dan Lidia kan juga akan segera menyusul kami menjadi orang tua.." Aresha tersenyum.


"Lucu sekali.." Lidia mengelus lembut pipi baby Ammar.


Mereka saling mengobrol dan bergurau dengan Baby Twin Boy A, mereka juga melakukan panggilan video dengan Silvi dan Nindi yang sedang berada di Jerman.

__ADS_1


.............🌹🌹🌹🌹🌹...........


"***Kebahagiaan adalah, di saat kita hidup bersama dengan orang yang tepat. Menyayangi dan mencintai setulus hati. Keluarga ialah harta yang paling berharga di bandingkan apapun."


"Belajar dari cerita ini, bahwa jodoh, maut, dan rezeki adalah urusan Allah. Kita hanya bisa berencana dan Allah lah yang berkehendak. Kun fay-akun, yang terjadi maka terjadilah***.."


β€’


β€’


β€’


**TAMAT.


***


HAPPY READING..


TERIMAKASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MAU MEMBACA CERITA AMIR DAN ARESHA πŸ€—


MOM SANGAT BAHAGIA MESKIPUN YANG LIKE HANYA BISA DI HITUNG DENGAN JARI, SEMOGA KALIAN TERHIBUR DENGAN KEHALUAN MOM INI..


YANG SETUJU LANJUTAN ARESHA BESERTA KELUARGA DAN ANAK-ANAKNYA, SILAHKAN KOMENTAR LANJUT. ❀


MOM AKAN MENERBITKAN CERITA ANAK-ANAK ARESHA DI JUDUL YANG BARU, DAN TENTUNYA NUANSA BARU..😊😊


.......


PAPAY....


TERIMAKASIH SEKALI LAGI UNTUK SETIAP DUKUNGANNYA.. LOVE YOU SEKEBON ALL ❀❀❀


BONUS VISUAL**..



TWIN BOY . AMMAR ARSALAAN DAN AMIR ARSALAAN 😍



AMIR ARSALAAN.❀



ARESHA RAIQA NUGRAHA, SANG NYONYA ARSALAAN 😘😘


********🌹🌹🌹******


Apabila berkenan mampir ke karya temen Mom yuk.. Di jamin seru deh ceritanya❀❀


__ADS_1


__ADS_2