Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Menemui Mas Amir


__ADS_3

Hari pun sudah berlalu. Saat ini Aresha tengah berada di dalam kamar, keadaanya telah pulih.


Tok tok tok.


"Rere sayang!! Boleh Mami masuk??" teriak Silva dari luar kamar.


"Masuk aja, Mi!! Gak dikunci kok,"


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan Silva langsung berjalan ke arah ranjang dimana sang putri tengah rebahan sambil bermain ponsel.


"Sayang,," Silva duduk di pinggir ranjang


Aresha menoleh dan dia meletakkan ponselnya di kasur. Aresha merangkak ke arah Silva, dan dia merebahkan kepalanya di atas paha Silva.


"Mami mau nanya sama kamu,," Silva berkata sambil mengelus rambut Aresha.


"Ada apa, Mi?" Aresha menatap wajah Mami nya.


"Sayang,, Apa kamu mengingat masa di saat kamu sedang hilang ingatan tempo lalu?" Silva bertanya sambil mengelus lembut kepala Aresha.


Aresha terdiam sejenak seperti sedang berpikir. Lalu tak lama kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Ingat, Mi! Aminah, itulah panggilan Rere, dan Ibu Juleha adalah Ibu yang sudah berbaik hati mau menolong Rere,"


Silva menganggukkan kepala, "Jawab jujur pertanyaan Mami. Apa kamu masih mempunyai perasaan lebih kepada Leon? Pria yang akan menjadi suami kamu dulu,"


Aresha terdiam.


"Nak,," Silva menghentikan usapan tangannya di kepala Aresha.


Aresha bangkit dari berbaring nya, dia mengubah posisinya menjadi duduk menghadap Silva.

__ADS_1


"Jujur jika melihat kak Leon, Rere mengingat masa lalu kami berdua yang sangat indah, Mi. Akan tetapi, Rere harus menjaga perasaan seseorang, yang sudah mengisi hati Rere saat Rere kehilangan ingatan waktu itu." Aresha menerawang jauh ke depan.


"Maksud kamu, Amir??"


Aresha menatap Mami nya, dan dia menganggukkan kepala sambil tersenyum malu.


"Semenjak hilang ingatan itu, Rere sudah tidak punya lagi perasaan dengan kak Leon. Rere seperti sangat mudah lupa dengannya.. Tapi untuk Mas Amir, Rere tidak akan pernah melupakannya.." Aresha tersenyum sendiri.


"Benarkah? Mami akan sangat bahagia jika kamu memang menikah dengan Amir, sayang.."Silva mencubit gemas pipi Aresha.


"Kalau begitu, izinkan Rere untuk menemui Mas Amir ya, Mi? Re juga kangen sama Ibu," ujar Resha senang


Ya, sejak kejadian Aresha kecelakaan, Ibu Juleha tidak melihatnya di rumah sakit. Sebab, warga sekitar berkata bahwa keluarga asli Aminah sudah menemukan keberadaan Aminah, dan sedang menunggu Aminah di rumah sakit. Karena itulah, Ibu Leha tidak menemui Aminah di rumah sakit. Dia tidak sanggup jika harus berpisah dengan anak kesayangannya. Maka Ibu Leha lebih memilih di rumah saja agar tidak terlalu menambah kesedihannya.


"Baiklah. Mami izinkan kamu pergi ke desa itu lagi. Hati-hati ya, sayang.. Salam untuk Ibu Juleha dan Amir,"


Aresha mengangguk.


"Rere bersih-bersih dulu deh, Mi. Biar gak kemalaman pulangnya,"


"Mami harap kamu akan selalu bahagia, Nak.." ujar Silva tersenyum, dan dia berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan kamar Aresha..






Di tempat lain.


Amir sedang berdiri di tepi laut, pandangannya menerawang jauh mengingat setiap masa-masa indah dengan sang pujaan hati, yaitu Aminah.

__ADS_1


"Minah.. Aku kangen sama kamu,," gumam Amir pelan, dia memejamkan mata dan menengadahkan kepalanya keatas.


Bayangan Aminah tertawa, menangis, dan juga bersenda gurau dengannya terus berkelebatan di pikirannya. Belum lagi Aminah dan dirinya yang sudah feeting baju pengantin, namun malah Aminah pergi meninggalkannya..


"Apa perjalanan cinta ku akan berakhir di sini?? Dan apa aku memang ditakdirkan untuk hidup sendiri saja??" Amir menundukkan kepalanya.







**Otw menemui Mas Amir 💃🏼💃🏼..




Halo selamat pagi..


Happy Reading Guys..


Jangan lupa berikan dukungan dan tinggalkan jejak cintanya.🤗



MOHON MAAF MOM HANYA BISA UP SEDIKIT DAN TIDAK TERATUR 🙏🏻


JAGOAN KECIL MOM SEDANG TIDAK ENAK BADAN..

__ADS_1


SEMOGA KALIAN MENGERTI 😘😘\*\*


__ADS_2