
Aminah yang tak lain adalah Aresha, ia saat ini tinggal bersama orang yang sudah mau menolong nya saat di rumah sakit waktu itu. Aresha sama sekali tidak ingat apa yang terjadi dengannya, bahkan nama nya sendiri juga ia lupa. Karena itu, sang ibu angkat yang tak lain adalah ibu Juleha, atau biasa di panggil ibu Romlah, memberi nama untuk Aresha yaitu Aminah.
"Bu..." Aminah menghampiri ibu Romlah yang tengah bersiap pergi bekerja
"Ada apa nak ?" Ibu Romlah menoleh ke arah Minah
"Minah ikut ibu ke gudang ya, siapa tau di sana ada yang bisa Minah bantu. Minah bosan di rumah terus," alasan Minah pada ibu Romlah.
"Tapi nak, keadaan kamu belum sepenuhnya pulih!!" ujar ibu Romlah pada Aminah
"Ibu gak usah khawatir, Minah baik-baik aja.."
"Tapi---" ucapan ibu terpotong karena Romlah yang baru keluar dari kamar dengan cepat menyelanya
"Udah lah bu, ajak aja Aminah ke gudang. Siapa tau dia dapet pekerjaan, kan lumayan," ujar Romlah seraya mendudukkan diri di kursi rotan rumah itu
"Kamu kok bicaranya begitu La ? seharusnya kamu yang dari dulu bekerja membantu ibu, bukan hanya enak-enakan di rumah aja.."
"Ini juga kan Romlah lagi berusaha mencari pekerjaan bu, tapi tidak di daerah sini. Pekerjaannya cuma bersama ikan mulu!!" Romlah memakan cemilan di toples yang berada di atas meja
Ibu Romlah hanya menggelengkan kepala saja.
"Bu, boleh ya Minah ikut ?" ujar Aminah manja
"Ya sudah, kamu boleh ikut. Ayo kita berangkat!!"
Aminah mengembangkan senyum nya dan mereka berdua berjalan pergi keluar rumah, menuju gudang penyorteran ikan.
__ADS_1
Di perjalanan menuju gudang.
"Ibu Romlah!!!" seseorang berjalan cepat ke arah ibu Romlah dan Aminah
"Eh, nak Salma.." ujar Ibu Romlah, saat Salma sudah berada di hadapannya
Salma menoleh ke arah gadis yang bersama Ibu Romlah, ia mengerutkan dahi nya.
"Sepertinya, saya pernah melihat anda.." Salma menatap Aminah dari atas kepala, hingga ujung kaki. "Tapi saya lupa,"
"Ehm, mungkin nak Salma pernah menemui seseorang yang wajah nya mirip dengan Aminah."
Salma menoleh ke arah ibu Romlah. "Mungkin bu, karena menurut saya, wajah Aminah sangat familiar,"
"Ya sudah, langsung saja. Nak Salma kenapa manggil ibu ? apa ada yang ingin di bicarakan ? ibu buru-buru mau ke gudang, karena hari sudah hampir siang,,"
"Oh iya, Salma hampir lupa. Begini bu, nanti malam di rumah Abi akan mengadakan syukuran untuk pembelian rumah baru. Jadi, Abi mengundang ibu dan keluarga untuk datang ke rumah.." Salma menjelaskan niat nya
"Iya bu, kami menunggu kedatangan ibu dan keluarga. Kalau begitu, Salma permisi dulu ya bu, Aminah. Assalamualaikum,,,"
"Waalaikumsalam,," setelah Aminah dan ibu menjawab salam dari Salma, Salma langsung pergi meninggalkan ibu dan Aminah yang saat itu juga akan pergi ke gudang
Sesampainya di depan gudang.
"Nak, kamu pakai masker nya dulu. Di dalam banyak abu dan bau amis,"
"Iya bu," Minah langsung memakai masker, dan mereka pun masuk ke dalam gudang
__ADS_1
Di dalam gudang sudah ada Amir, yang sedang melihat mana ikan yang harus di pasarkan, dan di buat menjadi ikan asin.
"Selamat pagi, nak Amir.." sapa ibu Romlah, saat melihat Amir
"Pagi, bu.." Amir tersenyum ramah pada ibu Romlah, dan ia menoleh ke samping menatap Aminah.
"Bu ? dia siapa ??" tanya Amir pada ibu Romlah, seraya menunjuk Aminah sopan. Amir memang tidak tahu, jika ada korban hanyut yang tinggal bersama ibu Romlah. Karena saat itu, ia sedang berada di rumah orang tua nya.
"Ini, dia.. Anak angkat ibu," ujar ibu Romlah tersenyum
Aminah pun menganggukkan kepala sopan, dan tanpa sengaja, mata nya bertabrakan dengan mata Amir. Aminah dengan cepat menundukkan kepala, sedangkan Amir, ia terpaku melihat keindahan mata Aminah.
"Nak Amir, ibu permisi dulu ya.." ujar Ibu Romlah membuyarkan lamunan Amir.
"Oh, iya bu. Silahkan !!!"
Ibu Romlah dan Aminah pergi dari hadapan Amir, dan melakukan pekerjaan mereka.
'Mata itu, rambut itu dan kesopanannya. Seperti gadis yang sedang aku cari,' Batin Amir berbisik.
**Neng Salma 😍😍
....
HAPPY READING GUYSS...
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART NANTI MALAM 🤗
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 😘😘**