
Aresha dan Mira berjalan keluar rumah menuju teras .
'aduh,,, gimana dong nih ? aku harus beralasan apa lagi dengan tante Mira? gimana keadaan Nindi di sana ya??" Batin Aresha khawatir
Sesampainya di teras rumah.
"Kita duduk situ aja yuk, Re !" Mira menunjuk bangku panjang, yang berada di sudut teras.
Mereka berdua duduk di bangku panjang tersebut.
Ting
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Aresha.
[Mbak, saya udah nunggu di depan gerbang,] isi pesan tersebut adalah dari taksi online
Aresha melirik ke arah Mira yang sedang bermain ponsel.
"Em, tante ! bisa gak Rere minta tolong??"
"Ada apa, Re ?"
"Bisa tolong ambilkan minum untuk Rere?? Rere haus tan,"
"Sebentar ya, kamu tunggu disini . Jangan kemana-mana !" peringatan dari Mira untuk Resha, lalu kemudian ia berdiri dari duduk nya dan melangkahkan kaki, masuk ke dalam rumah.
Aresha melirik jam yang berada di ponsel nya. "Udah jam segini, setengah jam lagi kak Leon beserta rombongan keluarga besar nya sampai.." Aresha bingung harus bagaimana.
"Tapi ini kesempatan ku untuk pergi menyelamatkan Nindi, nyawa Nindi lebih penting dari segalanya..." keputusan Aresha sudah bulat, ia menjinjing gaun pengantin nya, menuju gerbang rumah. Para tamu yang datang pun tidak curiga atau pun bertanya mengapa Aresha berada di luar..
"Dengan mbak Aresha ?" tanya sopir taksi pada Resha, kala Aresha mengetuk jendela mobil nya.
"Iya pak," Aresha langsung masuk ke dalam taksi tersebut .
"Ayo pak, buruan jalan. Sesuai alamat yang saya kirim di aplikasi tadi ya !"
Sang sopir menganggukkan kepala, dan langsung melajukan mobil nya menuju tempat tujuan Resha.
Di rumah Nugraha .
Samira sudah kembali ke teras, dengan membawa dua gelas minuman di tangannya.
__ADS_1
"Loh, Rere mana??"
Samira mencari Aresha ke samping-samping halaman rumah.
"Re, Rere !!! Aresha !!!" tak ada jawaban, Mira kembali lagi ke teras .
"Aduh, gimana ini ? pasti kak Sam dan kak Iva marah pada ku,," Mira langsung masuk ke dalam
Silvi yang melihat Mira berjalan dengan tergesa-gesa pun langsung menegur Mira.
"Samira !!" panggilan dari Silvi mampu menghentikan langkah Mira. Mira menoleh ke belakang
"Kak Silvi !" Mira berjalan mendekat ke arah Silvi
"Ada apa?" tanya Silvi heran, melihat wajah khawatir Samira
"Kak, gawat kak.. Aresha kabur.." ujar Mira pelan, agar tidak terdengar oleh para tetangga yang sudah datang
"Apa ??" Silvi menutup mulutnya
"Kok bisa?"
"Astaga, tuh anak kenapa sih ? kok pakai kabur segala!!!" Silvi memijit pelipis nya yang berdenyut. Meskipun Resha hanya keponakannya, akan tetapi Silvi tetap tidak tega memikirkan bagaimana nasib kakak kembar nya jika Resha benar-benar kabur.
"Kak !!" panggil Mira pada Silva yang tengah berbincang oleh tetangga mereka..
Silva menoleh menatap Mira.
"Ada apa, Mira??"
Samira menarik tangan Silva, supaya menjauh dari para tamu mereka yang sudah berdatangan .
"Ada apa sih Mir ? Kok kamu gugup begitu??" Silva mengernyitkan dahi dan menoleh ke sana kemari.
"Aresha mana ?"
"Kak, sebelumnya Mira mau minta maaf sama kakak. Ini kesalahan Mira, keteledoran Mira !!" Samira menitikkan air mata.
Silva semakin bingung, apa yang sebenarnya terjadi.
"Kamu kenapa Mira ?? Dimana Aresha??" Silva menatap Mira dengan tatapan khawatir.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari bibir Mira, ia hanya menangis saja.
Silva memegang pundak Samira. ..
"Mira, jawab kakak !! Dimana Rere ? kenapa kamu menangis Mira? jawab kakak !!" Silva menggoyangkan pundak Samira
"Kak.. Rere,, Rere kabur kak !!!" ujar Samira pelan dengan tertunduk
Duar !!!
Bagai di sabar petir perasaan Silva saat ini, karena mendengar sang putri kabur di hari pernikahannya sendiri.
"Gak mungkin, gak mungkin Mira !! Gak mungkin Rere kabur di hari bahagianya sendiri !!" Silva menangis dan menutup mulut menggunakan tangannya
"Hiks..hiks.. Gak mungkin Aresha kabur !! Dia gak akan tega melihat orang tua dan keluarga nya malu,,!!" Silva menyandarkan tubuh nya di dinding, saat ini kaki Silva rasanya tidak mampu menahan badannya sendiri.
Samuel yang mendengar perkataan dari Silvi langsung menghampiri Silva dan Samira, yang berada di pojokan.
"Sayang!!" Samuel sudah berada di dekat Silva, ia melihat sang istri tercinta menangis tersedu-sedu. Begitupun dengan sang adik yaitu Samira .
"Sayang, apa benar yang Silvi katakan tadi ? apa Aresha kabur??" tanya Samuel menangkup wajah Silva
Silva menganggukkan kepala terbata-bata, lalu ia menghambur ke pelukan Samuel..
"Sam, anak kita kabur !!! Dia pergi di hari pernikahannya sendiri Sam, apa yang harus kita lakukan?? hiks..hiks.." Silva berbicara dengan terisak.
"Aku akan mengerahkan anak buah ku untuk mencari Aresha, pasti dia belum jauh dari sekitar sini.!!" Samuel mengelus lembut pucuk kepala Silva..
"Udah, kamu jangan nangis ya sayang. Lihat aku, anak kita pasti bakalan ketemu sebelum ijab kabul di mulai. Kamu tenang aja ya ?! Dan kamu juga jangan menangis lagi Mira, jangan khawatir. Kakak pasti bisa menemukan Aresha !!" Samuel memeluk tubuh Silva dan mengelus pundak Samira.
**Ayo dong guys, yang pada kangen dengan Mami Silva dan Papi Samuel kasih jempol nya 👍👍🤗
....
HAPPY READING ALL 🤗
SEE YOU NEXT PART TOMORROW GUYS😘😘
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN ❤❤**
__ADS_1