
Pukul 2 dini hari. Leon baru sampai di halaman rumahnya. Leon keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam.
Leon melangkahkan kaki menuju tangga. Namun, baru juga ingin menapaki kaki di tangga pertama, Leon menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke sofa ruang tamu.
Leon menggelengkan kepala dan berjalan menuju ke sofa.
"Ck, bisa-bisanya dia ketiduran di sofa!"
Leon segera mengangkat tubuh Nindi agar masuk ke dalam gendongannya. Leon berjalan menuju kamar dengan menggendong tubuh Nindi ala bride style.
Sesampainya di depan pintu kamar.
"Euggh!!" Nindi menggeliatkan badan yang berada di dalam pelukan Leon.
Leon hanya menatap wajah cantik Nindi sekilas, dan dia terus berjalan ke arah ranjang.
"Kak Leon!" seru Nindi pelan dengan suara khas bangun tidurnya.
Leon tidak menjawab panggilan Nindi. Dia meletakkan tubuh Nindi di atas ranjang.
"Aku ingin membersihkan tubuh terlebih dahulu," ujar Leon ingin pergi dari ranjang.
Nindi mencekal lengan Leon dengan cepat.
"Kakak dari mana saja?" Nindi menatap wajah Leon
"Aku, aku baru pulang dari kantor!" sahut Leon tanpa menatap wajah Nindi.
Nindi yang melihat sikap Leon langsung terduduk dari baring nya.
__ADS_1
"Kak, lihat aku. Kakak dari mana saja jam segini baru pulang? kakak berbohong pada ku?" Nindi menggoyangkan tangan Leon pelan.
"Nin, aku sangat lelah. Aku ingin mandi dahulu," Leon melepaskan tangan Nindi dari lengannya.
"Kak!" Nindi berdiri mensejajarkan badannya dengan badan Leon.
"Jawab pertanyaan ku, jangan berbohong. Kakak dari mana?" Nindi terus menatap wajah tampan milik Leon yang terlihat kusam.
Nindi mendekatkan hidungnya ke kemeja yang Leon kenakan. Dia mengendus wangi parfum yang lengket di kemeja Leon.
"Ini bukan wangi parfum kakak. Wangi parfum siapa ini kak? jawab aku?" Nindi menggoyangkan tubuh Leon pelan.
"Nindi, kamu ini apa-apaan sih? Ya ini wangi parfum ku.!" Leon menatap wajah Nindi bergantian.
Nindi melepaskan tangannya yang berada di lengan Leon. Dia menangis dan terisak.
"Hiks.. hiks.. Kenapa kakak tidak mau jujur pada ku? kakak bermain dengan wanita lain di belakang ku? jawab kak, jawab.." Nindi terduduk di pinggiran ranjang
Leon mengusap wajah nya kasar. Dia menyusul duduk di samping Nindi.
Nindi melirik sekilas wajah serius Leon.
"Tergantung, apa yang kakak lakukan sampai pulang selarut ini!" Nindi berbicara dengan menatap lurus ke depan.
Terdengar hembusan nafas yang keluar dari mulut Leon.
"Aku tidak ingin sebuah hubungan di awali dengan kebohongan.." Leon berbicara serius
Nindi terkejut mendengar penuturan dari mulut Leon, dia merasa tersindir, sebab hubungan nya dengan Leon saat ini adalah sebuah hubungan yang berawal dari kebohongan.
"A..apa maksud kakak?? katakan saja mengapa kakak pulang hingga dini hari begini??
__ADS_1
"Tadi aku tidak sengaja menabrak seseorang, dan aku menolongnya." ujar Leon jujur
Nindi kaget dan dia langsung memiringkan badan ke arah Leon.
"Apa? menabrak seseorang? Lalu bagaimana keadaan orang yang kakak tabrak itu?" nada khawatir keluar dari bibir Nindi.
"Orang itu tidak papa. Dia hanya pingsan, dan aku membawa nya ke apartemen pribadi milikku."
"Apartemen pribadi? Kakak punya apartemen pribadi? kenapa tidak bercerita kepada ku?" Nindi menatap manik mata Leon untuk mencari kebenaran.
"Aku memang belum mengatakan kepada mu atau pun Rere.!"
"Lalu? bagaimana lanjutan seseorang yang kakak tabrak tadi? kenapa kakak harus membawa nya ke apartemen milik kakak?"
"Karena aku mengenalnya.."
"Mengenal? siapa?" tanya Nindi penasaran.
"Jessi!!" Leon berkata pelan
Hayo gimana reaksi Nindi kira-kira ya?
**Anindira, Nyonya Leon Richard 🙈🙈
..
Hai semua apa kabar ??
Happy reading guys..
__ADS_1
See you next part, bye bye..
Jangan lupa dukungannya🤗🤗**