Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Calon Makmum


__ADS_3

Salma terkejut saat tahu siapa pengendara mobil yang tadi dia teriakin.


"A...Anda?" Salma menunjuk pria yang baru keluar dari mobil itu.


"Iya, ini aku..." pria itu menunjuk dirinya sendiri.


"Maaf, Mas. Saya tidak tahu jika pengendara mobil ini adalah anda," ujar Salma tidak enak hati, sebab dia mengenal orang yang saat ini berada di hadapannya .


"Tidak masalah, calon makmum ku," ujar Rendy asal.


Salma menyatukan kedua alisnya.


"Mas Rendy berbicara dengan saya?" Salma menoleh ke belakang dan kanan kiri.


Rendy nyengir kuda.


"Tentu saja aku berbicara dengan mu. Di sini tidak ada orang lagi yang ku ajak bicara selain kamu bukan?"


Salma tersenyum tipis.


"Lalu, kenapa Mas Rendy mengatakan calon maklum?"


"Eh, itu.. Karena aku lupa dengan nama mu," ujar Rendy sekenanya.


Padahal tujuan dari ucapannya itu adalah doa. Ya, doa agar Salma kelak menjadi istri nya.


"Nama saya Salma. Ingat ya, SALMA.." Salma menekan ucapan saat menyebutkan namanya.


Rendy hanya menganggukkan kepala saja.


"Ngomong-ngomong, kamu mau kemana Salma?" Rendy memperhatikan Salma dari atas sampai bawah. Dan satu kalimat dalam hati Rendy untuk Salma.


'Sederhana namun cantik,' itulah batin Rendy .


"Ini, saya tadi mau belanja ke pasar. Tapi saya kecopetan, gak jadi belanja deh, dan mau pulang aja." Salma menjelaskan kepada Rendy.


"Kecopetan?" Rendy mengulang ucapan Salma. Sedangkan Salma, dia hanya menganggukkan kepala saja.


"Ya sudah, aku akan menemani kamu belanja. Biar membayar nya pakai uang ku saja," Rendy memberikan tawaran.


"Eh... Tidak Mas, tidak perlu," tolak Salma halus.

__ADS_1


"Tidak papa Salma...Dari pada kamu jauh-jauh ke kota untuk belanja, terus pulang-pulang hanya membawa keranjang kosong akibat kecopetan, kesel enggak?"


Salma terdiam seperti sedang berpikir.


"Baiklah. Nanti, sampai rumah akan saya ganti uang Mas Rendy,"


"Gak di ganti juga gak papa kok. Bahkan, tiap hari memberikan jatah uang belanja untuk kamu aku juga mau," Rendy bergumam pelan, namun masih terdengar di telinga Salma. bh


"Mas Rendy mengatakan sesuatu?" tanya Salma memastikan.


"Oh tidak-tidak. Mari, kita belanja,"


'calon istriku,' batin Rendy dalam hati.


Salma berjalan terlebih dahulu di depan Rendy, dan Rendy mengikuti langkah Salam. Namun, baru saja melangkah, ponsel Rendy berdering. Rendy menghentikan langkahnya dan memanggil Salma.


"Salma!"


Salma menoleh ke arah Rendy, dan dia membalikkan badannya ke arah Rendy.


Rendy berjalan menghampiri Salma.


"Leon menelepon ku. Wait!" Rendy mengangkat telepon dari Leon.


πŸ“²" Lo dimana sih Ren? Gue udah nungguin di kantor nih. Gak tepat waktu banget!" omel Leon kepada Rendy.


Rendy menoleh ke arah Salma sekilas.


"Memangnya kita mau kemana?" tanya Rendy kepada Leon.


πŸ“²" Astaga RENDY SINGH!!!!!!" suara Leon terdengar kesal kepada Rendy. "Kita hari ini ada pertemuan, apa lo lupa?"


Rendy terdiam sejenak. Lalu dia menepuk jidat nya sendiri.


"Astaga, gue lupa. Pertemuan dengan klien yang dari jepang itu kan?" Rendy baru ingat jadwalnya hari ini.


'Karena ketemu sama calon istri, jadi lupa gue kalau hari ini ada pertemuan penting,' batin Rendy menggerutu.


"Oke. Gue ke kantor sekarang," Rendy melihat jam yang menempel di pergelangan tangannya. "15menit lagi gue sampai kantor, tunggu ya!" Rendy langsung memutuskan panggilan.


Rendy kembali memasukkan ponselnya kedalam kantung celana lagi.

__ADS_1


"Duh.. Sorry ya Sal.. Aku lupa kalau hari ini ada pertemuan penting dengan klien," ujar Rendy tidak enak.


"Ya sudah, Mas. Tidak papa," Salma berbicara sambil tersenyum.


Rendy terdiam sejenak.


"Kamu ikut dengan ku saja. Nanti kita belanja di supermarket, gimana?" Rendy memberikan tawaran lagi.


"Gak usah, Mas. Saya gak enak dengan Mas Leon nanti,"


"Halah... Gak papa, santai aja. Ada aku!"


"Gak usah, Mas. Saya pulang aja,"


Tanpa berpikir apa pun lagi, Rendy langsung manarik tangan Salma pelan dan berkata, "Udah ayo, tenang aja. Kamu gak perlu gak enak hati begitu. Jika Leon marah, maka aku yang akan menghadapinya.." ujar Rendy bergurau.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil, dan mobil melaju meninggalkan sekitaran pasar.


...



**Sekertaris Rendy πŸ™ˆ


...


Happy Reading..


See you next part tomorrow😘


Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannya πŸ€—πŸ€—**


β€’


β€’


β€’


β€’


Jangan lupa mampir di karya temen Mom ya guys 😍

__ADS_1



__ADS_2