
Leon sudah muter-muter berkeliling mencari penjual es dawet tapi tidak ada yang buka.
"Ck! Gimana nih? Mana pada tutup semua lagi.." gerutu Leon sembari memukul stir mobilnya.
Dia terus berkeliling mencari es dawet pesanan sang istri.
Drtt drtt
Ponsel Leon yang berada di atas dashboard bergetar. Dia langsung mengambil dan menjawab panggilan telepon itu.
"Byyyyyyyy!!!!!!!" teriak seseorang di sebrang telepon.
Leon dengan cepat menjauhkan ponsel dari telinganya. Dia mengerem mendadak, mobil pun berhenti.
Leon menutup loudspeaker ponselnya.
"Astaga.. Bisa tuli aku kalau tiap hari kayak begini.." Leon memegangi telinganya. Dia menempelkan kembali ponsel ke telinganya.
"Halo sayang.. Kamu jangan teriak-teriak dong, kasihan bayi kita yang berada di dalam perut kamu.." Leon berbicara dengan nada lembut. Dia tahu, bahwa sifat ibu hamil sering berubah-ubah.
"Mana dawet pesanan aku??" suara Lidia melunak.
"Aku sedang mencarinya. Dari tadi muter-muter belum ketemu penjual es dawet.."
"Huft.." Lidia menghela nafas pelan. "Aku tunggu setengah jam lagi. Pokoknya kamu harus pulang membawa es dawet pesanan anak kamu ini. Jika setengah jam lagi kamu tidak pulang.. Maka kamu tau apa hukumannya kan By?"
Leon menelan saliva nya kasar.
"Aku tau!" sahut Leon.
"Baiklah, aku matikan dulu sambungannya. Semoga kamu segera mendapatkan dawet itu, aku sudah tidak sabar ingin meminumnya. Hati-hati By, dah...."
Sambungan pun langsung di putus secara sepihak.
"Istriku benar-benar tega.. Dia yang pengen minum atau si baby sih??"
Leon meletakkan kembali ponsel dia tas dashboard mobil. Dia menghidupkan mesin mobil lalu melaju mencari penjual es dawet.
__ADS_1
Di tengah perjalanan, sebuah ide terlintas di benak Leon. Leon menghentikan mobilnya dan mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang.
Tut tut
📲"Halo.." sapa orang di sebrang sana.
"Halo Ren.. Lo di rumah gak?"
📲"Iya gue di rumah? Ada apaan??"
"Istri lo di rumah gak?"
📲"Ngapain lo nyariin istri gue? Wah.. Jangan-jangan-" ucapan Rendy terputus.
"Ck! Jangan berburuk sangka dulu Rendy Singh. Gue ada perlu sama istri lo. Ada di rumah gak dia?"
📲"Siapa Mas?" Leon mendengar suara Salma dari sebrang telepon.
"Nah.. Itu istri lo kan? Ren, tanya sama dia bisa buat es dawet gak?"
📲"Dawet?" Rendy heran.
📲"Enggak!" sahut Rendy.
Leon tertawa.
"Sama!" tawanya terhenti.
📲"Bentar, gue tanya ke istri gue dulu," Rendy menutup speaker ponselnya.
"Mi.. Kamu bisa buat dawet gak?" ucap Rendy kepada Salma.
"Dawet? Semacam cendol ya Mas? Bisa!" sahut Salma. "Memangnya kenapa Mas?"
"Ini.. Leon nanya kamu bisa buat es dawet atau enggak."
Salma hanya mengangguk.
__ADS_1
Rendy kembali menempelkan ponsel ke telinganya.
📲"Halo Le.."
"Gimana Ren? Bisa gak?" Leon deg degan. Jika Salma tidak bisa membuat, maka entah kemana lagi dia harus mencari es dawet.
📲"Bisa! Lo datang aja ke rumah gue.. Mumpung gue lagi baik hati nih.." ledek Rendy.
"Akh.. Sial lo! Ntar gue kasih bonus ke elo deh, tenang aja.."
Rendy langsung semangat.
📲"Oke beres.. Buruan ke sini."
Setelah mengatakan oke, Leon langsung meluncur ke rumah Rendy.
"Akhirnya.. Gue gak jadi tidur di luar." ucap Leon lega.
Dia menyetir sambil mendengarkan lagu SELENDANG BIRU yang di bawakan oleh penyanyi TRI SUAKA FEAT NAZIA MARWIANA.
•
•
•
•
•
**TBC.
ASSALAMUALAIKUM.
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART BYE BYEEE..
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA ❤❤
TERIMAKASIH 😘**