
Pagi harinya, Leon tengah bersiap untuk pertemuan dengan klien dari Malaysia.
Tok
Tok
Tok
Rendy mengetuk pintu kamar Leon dari luar.
"Masuk!" perintah Leon
Rendy membuka pintu, dan masuk ke dalam kamar.
"Semuanya sudah siap, Bos. Klien juga sedang dalam perjalanan." Rendy berbicara layaknya atasan dan bawahan.
"Gue udah siap. Ayo berangkat!" Leon berjalan terlebih dahulu di depan Rendy.
Mereka berdua keluar dari apartemen dengan membawa berkas-berkas penting.
Ya, Leon saat ini tinggal di apartemen miliknya. Dia membiarkan rumahnya yang dulu di tinggalin berdua dengan Nindi. Leon juga tidak ingin tinggal di rumah orang tuanya, sebab dia sangat kesal dan malu dengan perbuatan Papa nya yang lalu.
Dalam hati yang paling dalam, jujur Leon merindukan sosok Nindi yang manja, dan lagi, saat Nindi memarahi Jessi waktu itu, Leon sangat merasa benar-benar di cintai oleh Anindira. Tapi kembali lagi pada kesalahan Nindi, yang membuat Leon harus kehilangan Aresha selamanya. Karena Aresha, telah menjadi milik orang lain.
Leon dan Rendy sedang berada dalam perjalanan menuju Restauran tempat dirinya dan sang klien janjian.
25 menit kemudian.
Leon dan Rendy telah sampai. Mereka turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam Restauran.
Sesampainya di dalam, Leon mengedarkan pandangan.
"Ren! Dimana meja klien kita?"
Rendy pun ikut mengedarkan pandangan, guna mencari meja pesanannya.
"Nah, itu !" Rendy menunjuk meja nomor 15.
Leon mengangguk, dan mereka berdua melangkah menuju meja itu.
"Halo.. Selamat pagi," sapa Leon saat sudah sampai di meja kliennya.
Sang klien dan sekertaris nya menoleh ke asal suara.
__ADS_1
"Halo, selamat pagi Tuan," sahut wanita yang sangat seksi dengan bentuk tubuh terbilang bo*ay.
Leon dan Rendy menundukkan diri di kursi yang bersebrangan dengan kliennya.
"Maaf membuat kalian menunggu, Tuan Darma dan..." Leon menggantung ucapannya, dan menunjuk wanita seksi di samping Tuan Darma.
"Kia.. Nama saya Kiara," ucap wanita itu dengan menekan perkataannya.
"Ya, Nona Kia.." ucap Leon dengan senyum tipis.
Mereka pun saling berkenalan.
Setelah itu..
"Baiklah, Tuan Darma dan Nona Kia. Kita mulai saja diskusinya," ucap Rendy memulai tugasnya.
Rendy menjelaskan dengan seksama apa yang menjadi tujuan mereka, supaya perusahaan pimpinan Tuan Darma bersedia menerima bekerja sama dengan perusahaan Leon.
Tuan Darma juga Kia pun menyimak apa yang Rendy katakan. Sesekali, Kia juga mencuri pandang ke arah Leon yang sesekali ikut menjelaskan.
"Bagaimana, Tuan? Apa perusahaan anda bersedia bekerja sama dengan perusahaan saya?" Leon bertanya kepada Darma.
Darma menoleh ke arah Kia sejenak.
"Begini, Tuan! Kami keberatan dengan pembagian hasilnya. Bagaimana jika penghasilan kita ubah, dan..." Kia menggigit bibir bawahnya gemas sambil melirik ke dadanya.
"Anda bisa bermalam dengan saya," ucap Kia tanpa malu.
Leon dan Rendy saling pandang. Tentu saja, mereka sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
"Maaf, Tuan. Saya tidak bisa menerima tawaran itu. Kerja sama tetaplah kerja sama. Tidak ada suap-menyuap!" ucap Leon menolak. Leon memang tidak pernah menerima tawaran bagi perusahaan yang ingin menyogoknya.
Darma dan Kia bergantian saling pandang satu sama lain.
"Apa saya kurang seksi, Tuan? Atau saya kurang menarik?" Kia berkata dengan nada manja.
"Tidak, Nona Kia. Anda sangat cantik dan juga seksi. Tapi, saya harus bersikap profesional dalam bekerja!" sahut Leon.
Kia hanya tersenyum genit, "Tuan, saya tahu bahwa anda baru saja mengalami perceraian dengan istri anda itu. Tentu saja anda pasti butuh kehangatan, benar begitu bukan?" Kia mengerlingkan matanya, dan terus membuat gerakan sensual yang kira-kira bisa menggoda Leon.
"Maaf, Nona. Saya tidak bisa! Dan jangan ikut campurkan, tentang masalah pribadi saya di dalam sebuah pekerjaan." ucap Leon mulai kesal. "Jika kalian tidak bisa menerima tawaran kerja sama ini, kalian bisa membatalkannya. Kami tidak keberatan," lanjut Leon dengan tenang.
Kia mengendurkan leher bajunya, hingga memperlihatkan dua gunung kembar yang mencoba keluar dari sarangnya.
__ADS_1
"Maaf, Tuan. Kami menyetujui tawaran kerja sama ini," ucap Kia pasrah.
Darma mulai menandatangani surat kerja sama, antara perusahaannya dan perusahaan Leon.
"Bagus! Kalau begitu, kami berdua permisi," ucap Leon berpamitan.
Namun belum juga berdiri, Kia sudah mengatakan sesuatu kepadanya.
"Tuan! Jika anda butuh saya dan berubah pikiran, anda bisa telepon saya," Kia membungkukkan badan, dan maju mendekat ke arah Leon, kemudian memasukkan sebuah kertas kecil ke kantung kemeja yang Leon pakai.
"Call me," Kia menggigit bibir bawah nya sendiri, dan mengedipkan sebelah mata ke arah Leon.
Rendy yang melihat Kia, hanya bisa bergidik ngeri.
'yang ini leb**ih buas' batin Rendy geli.
Leon dapat melihat gundukkan yang sangat besar di dalam baju Kia. Namum sebisa mungkin, dia harus menahan gejolak dalam dirinya..
**
Ada yang setuju abang Leon balikan lagi sama Nindi?? π
Mamas Le.. ππ
β’
β’
β’
Happy reading guys β€
See you next part bye bye...
Jangan lupa dukungan dan jejaknya untuk cerita iniπ
terimakasih π€
**
Mampir ke karya temen Mom yuk..
__ADS_1