
Sekarang pukul 21.00 wib. Leon sedang membaringkan badan di atas kasurnya. Dia terbayang-bayang saat kebersamaannya dengan Anindira.
"Seandainya lo gak ngelakuin itu semua, mungkin gue masih bersama dengan Aresha.." Leon berbicara sendiri sambil mengingat Nindi.
Mata Leon terpejam, namun anehnya, bayangan Kia sekertaris seksi terlintas di benaknya. Leon langsung membuka matanya kembali.
"Huft ! Kok gue bisa ke ingatan tuh cewek ya?" Leon terus memejamkan mata, dia berusaha mengendalikan pikiran dan juga senjatanya yang sudah berkembang. Sebagai lelaki normal, tentu Leon akan tergiur dengan tubuh yang seksi dan juga bo*ay seperti Kia. Namun Leon harus tetap bisa mengendalikan semuanya. Dia tidak ingin terlihat murahan di depan para klien.
"Sial! Kenapa masih mengingatnya? Bahkan, junior ku sudah makin membengkak," gumam Leon berdecak kesal.
Leon bangkit dari ranjang, menuju kamar mandi. Dia akan menggunakan sabun dan bermain solo sebagai pelampiasannya.
Beberapa menit kemudian. Leon keluar dari kamar mandi. Dia kembali membaringkan badan di kasur, dan memejamkan mata agar tertidur. Akan tetapi, baru juga memejamkan mata, ponsel Leon bergetar.
Drrt Drrt.
"Siapa sih? ganggu aja!" Leon mengambil ponsel yang berada di sampingnya.
Leon menatap layar ponsel, dan bergumam, "Jessi,"
Jessi melakukan panggilan video kepada Leon. Mau tidak mau, Leon mengangkat panggilan itu. Setelah panggilan terhubung, terlihat Jessi hanya menggunakan lingerie yang sangat seksi, dengan belahan dada rendah, dan juga hanya sebatas paha.
Lingerie Jessi🙈
__ADS_1
Leon menatap tak berkedip ke arah ponselnya, jakunnya naik turun menahan sesuatu yang ingin meledak.
"A-ada apa, Nona?" Leon bertanya gugup.
📲" Tuan, bisakah Tuan Leon datang ke apartemen saya?" Jessi berbicara dengan nada manja.
"Ehm.." Leon berdehem untuk menetralkan kegugupannya. "Memangnya ada apa? Kenapa malam-malam seperti ini saya harus ke apartemen kamu?"
📲" Keran di kamar mandi mati. Bagaimana jika besok aku ingin mandi? Aku tidak tahu tukang servis keran dimana adanya,"
Leon terdiam dan mengalihkan pandangan dari layar ponsel.
"Besok pagi saja. Aku pasti akan ke sana, jika tidak biar aku panggilkan servis keran untuk mu,"
📲" Tidak tidak.. Aku tidak mau! Jika Tuan tidak bisa, ya sudah.. Biar aku saja sendiri yang benerin.''
'Astaga... Apa dia sengaja menggodaku?'
📲"Tuan!! Mengapa hanya diam saja?" Jessi memajukan ponsel agar terlihat dekat wajahnya.
"Tidak papa. Saya ingin tidur, hari sudah malam. Besok saya harus ke kantor lagi, banyak hal penting yang harus di kerjakan." Leon meneguk saliva nya sendiri dengan kasar. "Tidurlah! Selamat malam!" Leon langsung mematikan sambungan video itu.
Dia membanting ponsel di sebelahnya.
"****! Karena Jessi, junior ku jadi bangun lagi. Dasar!" Leon berusaha memejamkan mata, dan tidak menghiraukan junior nya yang sudah meronta di bawah sana.
__ADS_1
Lelaki mana, yang tidak tergoda dengan penampilan seksi Jessi. Wajah cantik, kulit putih mulus, ukuran dada yang lumayan besar, dan juga suara yang lembut mendayu-dayu serta manja. Sebagai laki-laki normal, Leon tentu merindukan sebuah hubungan intim.
Di kamar Jessi.
Jessi membanting ponsel di kasur, dia mendudukkan diri di sofa dengan raut wajah kesal.
"Huh... Kenapa sulit sekali untuk aku agar bisa berhubungan dengan Leon? Padahal dia kan sedang sendiri, tentu dia pasti menginginkan hal yang aku tawarkan ini. Dari awal, aku memang sudah tertarik padanya, dan sekarang, untuk mendapatkan dirinya saja sulit sekali,"
Jessi membaringkan badan di kasur, dia memejamkan mata, kemudian tertidur.
***
**Jessi 🙈
..
Halo selamat pagi semuanya...
Happy Reading guys..
See you next part bye bye 😘
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dan dukungannya❤
__ADS_1
terimakasih🔥🔥**