Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Welcome Indonesia


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan selama 15 Jam dengan menaiki pesawat, akhirnya Excel, Nindi dan juga Zaky telah sampai di Indonesia.


Mereka mencari taksi untuk pulang ke rumah orang tua Nindi terlebih dahulu.


'Sudah hampir 6 bulan aku baru kembali ke Indonesia. Aku harus bisa melupakan segalanya, kejahatan ku, dan juga cintaku kepada kak Leon. Aku harus melihat ke depan, dan membina rumah tangga yang harmonis tanpa kebohongan sedikitpun dengan Excel..' Nindi bergumam dalam hati, sambil melihat ke luar melalui kaca jendela mobil.


"Honey.. Are you oke?" Excel menggenggam tangan Nindi.


Nindi menoleh, dan tersenyum saat menatap wajah Excel.


"I'am oke," sahut Nindi.


Excel juga tersenyum ke arah Nindi.


"Ex... Sebaiknya kamu dan Zaky menginap saja dulu di rumahku. Besok pagi kita baru mencari hotel yang tidak jauh letaknya dari rumahku. Setelah itu, kita langsung pergi ke rumah Tante dan Om.." ujar Nindi kepada Excel.


Nindi juga berniat untuk memberi kabar tentang pernikahannya kepada Aresha, tak lupa memberikan undangan juga kepada Leon. Karena, pernikahan Excel juga Nindi akan di gelar 5minggu lagi.


Opa dan Oma Nindi telah tiada, mereka berdua sudah meninggal karena sang Opa yang menderita penyakit jantung. Andre mendapat kabar bahwa Nindi lah penyebab Aresha menghilang, dan Andre tidak sanggup menahan keterkejutannya, lalu penyakit jantungnya kambuh, dan nyawa Andre tidak dapat tertolong. Sedangkan Laras, sang Oma.. Beberapa minggu kemudian, Laras menyusul Andre kembali ke pangkuan Ilahi, karena penyakit komplikasi yang di derita. Pada masa itu, hanya Silvi dan Zein saja yang datang saat Andre dan Laras meninggal. Nindi hanya di rumah, dia merasa malu karena itu tidak ikut melihat sang Opa dan Oma untuk yang terakhir kalinya.


Taksi telah sampai di depan gerbang rumah Nindi. Mereka bertiga turun dari taksi itu. Setelah Excel membayar, taksi tersebut pun langsung pergi.


Nindi berdiri di depan gerbang rumahnya, sambil memandang rumah miliknya dari luar.


'Selamat datang kembali. Aku sangat merindukan kalian,' ujar Nindi dalam hati.


"Sudah?" Nindi menatap Excel dan Zaky yang berada di sampingnya.


"Sudah Mom.. Ayo kita masuk, Ky udah ngantuk banget," ujar Zaky kelelahan.


Nindi hanya tersenyum. Dia membuka pintu gerbang, dan mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam.


"Ex.. Kamu tidur sendiri di sana." Nindi menunjuk kamar tamu, yang berjarak tidak jauh dari kamar miliknya.


"Aku akan tidur di kamat ku berdua dengan Zaky," Nindi menoleh ke arah Zaky.


"Ky mau kan tidur sama Mommy? Biar Daddy tidur sendirian," ujar Nindi bertanya kepada Zaky.


Zaky mengangguk.


Mereka bertiga langsung menaiki anak tangga, dan menuju kamar masing-masing.

__ADS_1


Excel dapat melihat, masih ada foto kebersamaan Nindi dan juga Leon.


"Nanti aku akan menyuruh Nindi untuk membuang foto-foto tidak berguna itu. Ya, agar Nindi tidak mengingat lagi tentang masa lalu nya," gumam Excel saat sudah berada di dalam kamar. Dia merebahkan diri di atas ranjang.


"Huft... Lelah juga ya.." Excel memejamkan mata, dia tertidur tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. Sepertinya Excel sangat-sangat kelelahan.


Di kamar Nindi.


Zaky dan Nindi sudah berganti pakaian dengan menggunakan piyama tidur. Zaky sudah tertidur di sebelah Nindi.


Nindi yang kala itu mengelus-elus kepala Zaky agar tertidur, menghentikan aktivitasnya karena mendengar suara dengkuran halus yang keluar dari mulut Zaky. Ya, dengkuran yang menandakan bahwa Zaky sudah tertidur pulas.


"Mommy akan menyayangi kamu, seperti anak kandung Mommy sendiri nak.." Nindi memeluk tubuh Zaky dari samping, lalu dia memejamkan mata dan tertidur.


Mereka berdua sangat terlihat kelelahan.





Keesokan paginya.


"Astaga.. Sudah siang, mengapa mereka berdua belum bangun? Apa mereka tidak lapar?'' Nindi yang sudah selesai memasak nasi goreng seafood, langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Untung saja Nindi kemarin malam mampir ke supermarket untuk membeli bahan makanan, jika tidak, mungkin mereka akan makan di luar pagi ini.


Nindi membuka pintu kamar. Sudut bibirnya terangkat kala melihat pemandangan sang putra yang masih tertidur dengan bergelung selimut.


Nindi berjalan mendekat ke arah Zaky. Dia duduk di pinggir ranjang, dan tangannya terulur untuk menyentuh kepala Zaky.


"Zaky sayang... Bangun nak, ini sudah siang. Apa kamu tidak lapar?" Nindi mengelus kepala Zaky lembut.


"Eugh..." Zaky menggeliatkan badannya.


"Wait Mom.. Ky masih ngantuk," gumam Zaky tidak jelas.


Nindi hanya tersenyum tipis.


"Oke.. Mommy tunggu kamu 10menit lagi di meja makan. Jika kamu tidak bangun, maka Mommy dan Daddy akan meninggalkan mu sendirian di rumah ini.." Nindi menakut nakuti Zaky.


Zaky yang mendengar ucapan Nindi langsung terbangun.


"Ky udah bangun Mom.." Zaky menatap wajah ibu sambungnya itu.

__ADS_1


"Anak pintar..." Nindi terkekeh pelan. "Kamu segera mandi, atur pengaturan suhu airnya, supaya kamu tidak kedinginan.. Mom akan membangunkan Daddy mu dulu," Nindi mengecup kening Zaky. Entah kenapa dia sangat menyayangi Zaky, mungkin efek dia dulu pernah keguguran, maka dari itu dia sangat menyayangi Zaky seperti anaknya sendiri.


Nindi keluar dari kamar Zaky, menuju kamar Excel.


Sesampainya di depan kamar Excel, Nindi mencoba membuka pintu.


"Tidak di kunci," Nindi langsung masuk ke dalam kamar.


"Ex---" ucapan Nindi terpotong saat sudah sampai di dalam kamar.


"A....!!!!" Nindi berteriak dan memutarkan badan menghadap ke arah pintu.


"Ex apa yang kamu lakukan?" ujar Nindi kesal, karena Excel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Aku baru selesai mandi, Honey.. Memangnya kamu pikir aku sedang apa?" Excel dengan santai berjalan menuju koper miliknya.


"Seharusnya kamu mengunci pintu terlebih dahulu Ex.."


"Hei sayang.. Apa salahku? Kamu yang salah, kenapa masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu? Bagaimana jika tadi aku sudah-" ucapan Excel terpotong, karena Nindi dengan cepat menyelanya.


"Stop! Jangan teruskan ucapan mu. Aku dan Zaky menunggumu di bawah. Segera keluar, dan kita sarapan bersama." Nindi masih berbicara tanpa menoleh sedikitpun ke arah Excel.


"Baiklah. Aku akan segera menyusul," ujar Excel.


Nindi memegang handel pintu, dia ingin keluar dari kamar Excel.


''Apa kamu tidak ingin sedikit saja melihat roti sobek milik ku?" goda Excel sambil berjalan ke arah Nindi.


Nindi yang mendengar langkah kaki Excel ingin mendekat, langsung cepat-cepat membuka pintu.


"Dasar mesum! Sudah cepat turun ke bawah. Kami berdua gak mau kelaparan karena menunggu mu," Nindi kesal terhadap Ex.


Excel hanya tertawa melihat sikap Nindi.



**Plis jangan pamer Roti Sobek bang 😭😭.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYEEEEE


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA.😘 TERIMAKASIH 🤗**

__ADS_1


__ADS_2