
Matahari sudah muncul ke bumi menandakan bahwa hari sudah menjelang pagi. Jam menunjukkan pukul 05.43 GMT, dan jika di Indonesia saat ini adalah pukul 17.00 WIB. Karena perbedaan jam di Kanada dan Indonesia adalah 11 jam.
Leon mengerjapkan matanya perlahan karena sinar matahari yang masuk ke dalam kamar melalui tirai jendela menyorot wajah tampaknya, ia ingin menggerakkan tangan nya namun merasa sangat berat. Leon membuka penuh kelopak matanya, dan ia terkejut karena melihat Anindira yang tertidur dalam dekapan tubuh nya.
"Hei!! bangun !!" bentak Leon kesal, seraya menarik tangan nya kasar dari tindihan kepala Anindira.
Nindi terkejut karena bentakan dari Leon, ia langsung membuka matanya dan menjaga jarak dari tubuh Leon.
"Apa yang lo lakuin?? Lo----" ucapan Leon terputus, karena ia merasakan bahwa ada hao yang aneh dari tubuh nya.
Leon menyibakkan selimut sedikit dan melihat ke dalam selimut.
"Oh s*itt !!!"
Nindi menatap wajah Leon yang terlihat putus asa. Ia akan mencoba berakting pagi hari ini.
"Kak, apa kakak lupa dengan apa yang kakak lakukan dengan ku tadi malam ??" Nindi berbicara lirih
__ADS_1
Leon melirik wajah Nindi sekilas, ia merutuki kebodohannya dalam hati .
"Maaf !" hanya itu lah yang Leon ucapkan
Nindi berpura-pura tersenyum kecut.
"Maaf ?? hanya itu yang kakak katakan ? apa kakak sedikit pun tidak bisa membuka hati untuk ku setelah ini??" mata Nindi sudah berembun
Leon menatap wajah Nindi, entah mengapa ia tidak tega melihat Nindi sangat tersiksa mengemis cinta nya seperti ini.
"Aku tadi malam mabuk, dan tidak sengaja melakukannya pada mu,!" Leon merasa bersalah, padahal Nindi lah yang memulai semua nya terlebih dahulu .
"Arghh..!!!" Leon mengusap wajah nya kasar, ia meraih celana panjang nya dan memakai celana itu. Dan tanpa berniat menjawab ucapan Nindi, ia langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi. Saat ini kepalanya sangat pusing, ia harus membersihkan diri dan harus berpikir lagi apa yang setelah ini akan ia lakukan.
Setelah melihat Leon sudah masuk ke dalam kamar mandi, Nindi mengusap air matanya dan tersenyum menang.
"Ternyata usaha ku tidak sia-sia...Perlahan tapi pasti, aku akan membuat mu mencintai ku dan melupakan Aresha, kak Leon !!" Nindi mengelus pelan perut rata nya, ia tidak sabar melakukan hal seperti tadi malam lagi bersama Leon agar segera bisa mengandung benih dari Leon di rahimnya.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi..
"Arghh.!!!!" Leon menjambak rambut nya kasar dan mengusap wajah nya kesal.
"Kenapa aku harus melakukan semua itu kepada Nindi, dengan begini, pasti Nindi tidak akan mau lepas dari ku. Sial !!!!!" teriak Leon kesal, untung saja kamar mandi itu kedap suara, jadi Nindi tidak dapat mendengar segala umpatan yang Leon lontarkan.
"Maaf kan aku Aresha, maaf kan aku !! Aku sangat mencintaimu, jika kamu kembali, aku akan memberi mu kesempatan dan menerima mu lagi, lalu aku akan meninggalkan Nindi. Meskipun Nindi tidak mau, aku tidak peduli..." gumam Leon lirih dengan menatap dirinya sendiri di hadapan cermin.
•
•
•
•
**HAPPY READING GUYS 🤗
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART, BYE BYE..
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘**