Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Perusahaan RICHARD GRUP,


__ADS_3

Gilang sedang duduk di kursi kebesarannya. Dia menatap ponsel yang sedang di genggam kuat dengan tangannya.


"Kurang ajar sekali! Cih, dasar ****** murahan. Sudah berapa uang ku di habiskan olehnya. Dan dia hanya mengirim pesan seperti itu saja!" Gilang mengomel sendiri, setelah membaca pesan yang nomor Alya kirimkan.


"Untung saja dia langsung mengatakan kepada ku. Jika aku sendiri yang mengetahuinya, habislah kamu Alya.. Aku tidak akan pernah mencari mu, tidak akan!" Gilang meletakkan kasar ponselnya di atas meja.


Tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar.


"Masuk!!!" teriak Gilang dari dalam ruangannya.


Seorang wanita berusia 35tahun masuk ke dalam ruangan Gilang.


"Permisi, Tuan. Saya ingin memberikan surat pengunduran dari Alya, sekertaris anda." wanita itu meletakkan sebuah amplop kecil di atas meja Gilang.


"Baik. Ada lagi?" Gilang menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, sambil menatap sekilas bawahannya itu yang bernama Sella.


"Hari ini kita ada jadwal pertemuan dengan pemilik pertambangan ikan, di sebuah desa yang lumayan jauh dari kota." ujar Sella pada Gilang.


"Kamu katakan saja kepada Leon, agar dia yang datang ke pertemuan itu. Saya sedang tidak enak badan!" ujar Gilang membuka surat pengunduran diri dari Alya.


"Baik, Tuan. Saya permisi,," Sella membungkukkan sedikit tubuhnya sopan, kemudian dia pergi dari ruangan Gilang.


Gilang menyandarkan tubuhnya di kursi, sambil menggenggam erat surat pengunduran diri milik Alya.

__ADS_1


"Bodoh sekali aku bisa tertipu oleh wanita ular sepertinya. Balas dendam? Dia ingin membalaskan dendam siapa?" Gilang berbicara sendiri dan merobek surat Alya, dan membuangnya ke lantai.


Gilang diam sejenak untuk berpikir.


"Apa, apa dia kerabat dari Mindy? Gadis yang gantung diri karena frustasi, setelah aku menodainya?" kepala Gilang di penuhi oleh banyak sekali pertanyaan.


"Jika iya, syukurlah dia pergi. Jika tidak, pasti semua akan kacau.." Gilang berdiri dari duduknya, untuk pulang ke rumah. Saat ini pikirannya sedang kacau, dia akan menyerahkan semua tugas kepada Leon. Dan dia tidak ingin lagi berurusan dengan Alya. Saat ini, dia harus lebih berhati-hati dalam memilih orang untuk di jadikan sekertaris sekaligus budak *** nya.


Di ruangan Leon.


"Tuan, setelah jam makan siang kita akan ada pertemuan dengan pemilik pertambangan ikan di desa, yang lumayan jauh dari kota." ujar sekertaris Leon, yang bernama Rendy.


"Kamu atur saja. Jika ingin berangkat, kabarin saya." ujar Leon sambil mengerjakan tugas yang di serahkan padanya dari Gilang.


"Baik, Tuan. Saya permisi!" sekertaris Rendy keluar dari ruangan Leon, saat Leon sudah menganggukkan kepala.





Di tempat lain.


"Minah! Kamu udah siap?" Amir tengah berada di rumah Aminah.

__ADS_1


"Sudah, Mas. Em... Tapi saya gugup." ujar Minah gelisah


"Santai saja, orang tua saya baik dan ramah. Ayo cepat! siang nanti saya ada pertemuan dengan salah satu pengusaha yang ingin bekerja sama dengan pertambangan milik saya,"


"Ya udah. Ayo!" Minah memanggil ibunya.


Setelah pamitan, mereka berdua lalu pergi meninggalkan rumah Aminah dengan menaiki moge milik Amir.


Dengan gaun selutut yang elegan, membuat tampilan Aminah terlihat sangat sederhana dan mempesona.


..


Hai Guys..


Mohon maaf untuk yang sudah bertanya kelanjutan Aresha. Mom akan menyelesaikan bab tentang Anindira dahulu, supaya kalian semua tidak bingung membacanya 😘



**Mana nih, yang kangen dengan Aresha??? 🤗


...


Happy Reading.


Sampai jumpa di part selanjutnya..

__ADS_1


Mohon maaf jika Mom hanya up sedikit.


Jangan lupa selalu berikan dukungan dan meninggalkan jejak.😍😍**


__ADS_2