Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Makan malam,


__ADS_3

Malam pun tiba, terlihat Amir sedang berjalan menuju sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah nya sendiri .


Tok tok tok


Setelah sampai di depan pintu utama, Amir langsung mengetuk pintu tersebut .


"Assalamualaikum.." seru Amir mengucapkan salam dari luar


"Waalaikumsalam.." suara seorang wanita sedikit berteriak dari dalam rumah


Ceklek


Pintu rumah dibuka oleh seorang wanita paruh baya yang memakai kerudung,


"Eh,, nak Amir udah datang . Ayo silahkan masuk !!" wanita itu mengajak Amir masuk ke dalam rumah, dan Amir pun masuk .


Amir berjalan ke meja makan, dimana seorang pria paruh baya duduk di kursi dan anak gadis nya yang sedang menyusun makanan di atas meja tersebut.


"Duduk nak Amir,," ujar pria paruh baya itu pada Amir


"Terimakasih Abi," ucap Amir sambil tersenyum ramah dan mendudukkan dirinya di kursi


"Nah, sekarang kan nak Amir sudah datang . Kita mulai yuk makan malam nya," wanita paruh baya itu pun ikut duduk di kursi meja makan .


Setelah mereka semua sudah duduk, makan malam bersama pun di mulai .


Diam-diam gadis yang tak lain ialah Salma, mencuri-curi pandang ke Amir. Sedangkan Amir, ia tidak memperhatikan dan terus saja mengunyah makanannya hingga habis .


Selesai makan, mereka pun melanjutkan mengobrol .


"Oya nak Amir, Abi lihat sepertinya orang tua kamu tidak pernah datang ke desa ini lagi ?" tanya Abi Abdullah pada Amir


"Iya Bi, kedua orang tua saya sedang sibuk . Karena itu mereka tidak pernah datang ke sini lagi," jawab Amir sopan.


Abdullah hanya mengangguk-anggukkan kepala mengerti .


"Mas Amir besok ada acara gak ?" Salma pun angkat suara, saat ini hatinya sedang berbunga-bunga karena bisa makan malam bersama dengan pria idamannya .


"Em, belum tahu. Memang nya kenapa ya Salma ?" tanya Amir


"Gak papa, besok siang Salma mau ke panti asuhan untuk menyumbangkan sembako, jadi Salma mau minta tolong ke Mas Amir supaya menemani Salma besok," sahut Salma menjelaskan

__ADS_1


"Kalau besok tidak sibuk, saya akan menemani kamu. Nanti saya kabarin,," ucap Amir pada Salma


Salma pun hanya menganggukkan kepala senang, semoga saja besok Amir bisa menemaninya . Itulah doa dan keinginan Salma .


Selesai mengobrol, Amir pun pamit pulang karena masih mempunyai pekerjaan yang belum di selesaikan .


Salma mengantarkan Amir hingga depan teras rumah saja .


"Saya permisi pulang ya Salma, terimakasih atas jamuan nya."


"Sama-sama mas,," Salma tersenyum manis


"Assalamualaikum,,"


"Wa'alaikumsalam,," Salma menjawab salam dari Amir, ia terus saja memandang ke arah Amir hingga Amir jauh ..


Setelah Amir sudah tidak lagi kelihatan, barulah Salma masuk ke dalam rumah .


"Hem hem,, sepertinya ada yang lagi bahagia ini Mi," goda Abdullah pada putri nya


Umi Salma hanya menggelengkan kepala saja,


"Ih Abi,, apaan sih.." Salma pun salah tingkah hingga pipi nya berubah menjadi merona


"Udah akh, Salma mau ke kamar dulu . Selamat malam Abi, Umi.." Salma mencium pipi Umi nya dan kemudian ia berlari kecil masuk ke dalam kamar nya.


"Kamu lihat kan Bi, anak kita udah dewasa," ujar Umi Salma saat Salma sudah masuk ke dalam kamar.


"Iya Mi, sepertinya Abi harus membantu Salma supaya bisa dekat dengan Amir," Abdullah berkata yakin


Ya, Abdullah dan sang istri tahu bahwa Salma menyukai dan tertarik dengan Amir . Karena Salma selalu bercerita kepada sang Umi tentang bagaimana perasaan nya jika bertemu dengan Amir ...


Di perjalanan Amir pulang.


"Mas Amir !!" seru seorang wanita dengan pakaian seksi berjalan berlenggak-lenggok ke arah Amir berdiri .


Amir pun hanya menggelengkan kepala saja melihat wanita yang berjalan ke arah nya itu,


"Ada apa mbak ?" tanya Amir sopan


"Kok panggil mbak sih ? Panggil aja Romlah..." ucap wanita itu dengan mengatakan huruf H seperti mendesah dan tengah menggoda Amir

__ADS_1


"Maaf mbak Romlah, saya terlihat tidak sopan jika memanggil yang lebih tua dengan sebutan nama saja," ujar Amir terus terang


Wanita bernama Romlah, yang usianya sekitar 35 tahun namun masih terlihat cantik dan segar hanya tersenyum miring .


"Kamu mau kemana mas ?" tanya Romlah lembut


"Saya mau pulang mbak, dari rumah Abi Abdullah tadi." Amir terlihat tidak nyaman jika hanya berdua saja dengan Romlah, apa lagi sekarang Romlah sedang berpakaian minim dan juga seperti sedang menggoda Amir


Romlah hanya menganggukkan kepala saja,


"Mbak Romlah mau pergi kemana ? Kok dandannya seperti ini ." Amir pun berusaha ramah, karena tidak ingin di cap sebagai orang sombong


"O,, aku mau ke klub. Biasalah, happy-happy,," ujar Romlah santai


"Klub itu gak bagus lo mbak buat seorang wanita, terlebih lagi pakaian mbak minim seperti ini dan di sana juga pasti banyak pria hidung belang," ujar Amir memperingati


"Mas Amir menceramahi saya ?" sarkas Romlah menahan kekesalannya


"Tidak mbak, saya hanya memperingatkan saja, bahwa klub malam itu tidak terlalu bagus untuk seorang wanita," sahut Amir masih dengan mode tenang nya


"Terserah saya dong mau ke klub atau enggak, bagus atau gak nya jika ke klub . Kalau mas Amir mau, ayo ikut saya,," Romlah tidak terima jika dirinya di nasehati


"Ya sudah terserah mbak, saya permisi . Assalamualaikum," Amir langsung pergi meninggalkan Romlah yang kesal sendirian


"Huh, untuk kamu ganteng mas ! kalau enggak, udah aku tampar tuh wajah,," Romlah melanjutkan langkah nya dengan kesal karena gagal menggoda Amir , ia menuju ke gang guna menunggu taksi online pesanannya .


Hay readers, mari berkenalan dengan neng SALMA ABDULLAH .



**Si sholeha (SALMA)


HAPPY READING GUYS ❤


SEE YOU NEXT PART 💃🏼


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN JIKA KALIAN SUKA DAN MENGIKUTI CERITA ARESHA DAN KAWAN-KAWAN 😍😍😍**


....


Jangan lupa mampir di cerita karya temen aku ya ..

__ADS_1



__ADS_2