Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Pemeriksaan,


__ADS_3

Leon berjalan mendekat ke arah Nindi dan Jessi.


"Nin, Nindi! Udah dong, kamu jangan seperti ini. Dengerin dulu penjelasan dari ku." Leon mencoba menarik tangan Nindi, agar melepaskan tangannya dari rambut Jessi.


Dan karena usahanya, Leon berhasil melepaskan tangan Nindi yang tadinya menarik rambut Jessi.


"Ayo kita pulang!" Leon mengajak Nindi keluar dari apartemen


"Kak Leon tunggu, aku belum selesai memberikan ****** itu pelajaran!!!" teriak Nindi kesal. Namun Leon tidak menghiraukannya, Leon malah terus menarik tangan Nindi menuju pintu keluar.


"HEI ****** MURAHAN, AWAS KAMU YA!! AKU AKAN MEMBERIKAN PELAJARAN LAGI PADAMU, URUSAN KITA BELUM SELESAI!!!!" Nindi terus berteriak emosi.


Leon langsung menutup pintu apartemen, dan dia menggendong Nindi agar cepat sampai di mobil.


"Diam dan duduk!" Leon memberikan perintah, dan mendudukkan tubuh Nindi di kursi samping sopir.


Nindi diam saja dan memalingkan wajahnya, dengan nafas yang terengah-engah..


"Kamu ini kenapa sih, Nin?" Leon berbicara tanpa menatap wajah Nindi. Dia hanya fokus menyetir


"Kakak bilang kenapa? Wah.. Hebat sekali. Kaka berduaan dengan ****** itu, dan aku marah, lalu kakak bertanya kenapa? Ck!" Nindi berdecak kesal


Leon melirik sekilas wajah Nindi yang terlihat marah.


"Seharusnya kamu jangan bersikap kasar seperti itu!"


"Loh, kok kakak malah menyalahkan ku?" bentak Nindi marah


Leon diam saja, dia tidak menanggapi ucapan Nindi. Karena wanita akan selalu menang, itulah pikir Leon.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Mobil sudah sampai di ha lama rumah Leon dan Nindi. Nindi segera turun dengan kesal dan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Sedangkan Leon yang melihat sikap Nindi, dia hanya menggelengkan kepala saja. Leon pun menyusul Nindi masuk ke dalam rumah.


"Argh.." Nindi terhuyung ke samping, sebab kepalanya pusing


"Nin!!" seru Leon dengan cepat menangkap tubuh Nindi yang hampir jatuh ke lantai


"Kamu kenapa?" Leon menatap wajah pucat istrinya


"Kepala ku pusing, kak.." sahut Nindi pelan dan lemas


"Ayo ke kamar!" Leon memapah tubuh Nindi berjalan ke kamar.


Sesampainya di kamar, Leon membaringkan tubuh lemas Nindi di atas ranjang.


"Tidurlah! aku akan menghubungi dokter," Leon berjalan ke arah balkon, dan menelepon dokter pribadi keluarganya.


20 Menit kemudian.


"Permisi, Tuan dan Nyonya!" Dokter berjalan ke arah ranjang, dimana Nindi terbaring dan Leon yang berada di sampingnya.


"Dokter!" Leon langsung berdiri dari duduknya dan memberikan tempat pada Dokter, agar memeriksa Nindi.


"Maaf ya, Nyonya.. Saya periksa dahulu," Dokter tersenyum ramah kepada Nindi.


Nindi menganggukkan kepalanya.


Dokter mulai melakukan pemeriksaan kepada Nindi.


Setelah di lihat sudah selesai, Leon langsung bertanya kepada dokter.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Leon kepada dokter wanita itu.


Sang Dokter pun hanya tersenyum tipis.


"Istri anda tidak apa-apa, Tuan. Dia hanya kelelahan," ujar Dokter diiringi senyum ramahnya


"Syukurlah.." gumam Leon pelan dan merasa lega


"Tapi, Tuan. Saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting tentang kondisi istri anda,," Dokter memandang Leon dan Nindi bergantian.


Leon dan Nindi pun saling pandang, kemudian mereka berdua menatap dokter itu dengan rasa penasaran.


"Ada apa, Dokter? apa ada masalah serius tentang kondisinya??" Leon bertanya tidak sabaran.


"......" ujar Dokter tersebut


HAI GUYS..


MOM BERI BONUS KEBERSAMAAN ARESHA DAN NINDI.🙈



**Aresha Nugraha dan Anindira Maheswari 😍


..


HAPPY READING ALL 🤗


SEE YOU NEXT PART..

__ADS_1


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK.😘😘**


__ADS_2