Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Tabrakan


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Aresha dan juga Amir tengah dalam perjalanan pulang dari butik. Aresha ngeyel ingin pergi ke butik guna melihat rancangan mana yang harus di perbarui.


"Mas.. Kamu tunggu di sini aja, aku mau ke dalam sebentar."


Amir mengangguk.


Aresha pun masuk ke dalam supermarket yang mereka lewati.


Seorang wanita yang Amir kenal berjalan menghampiri Amir.


"Mas.." seru wanita itu pelan memanggil Amir.


Amir yang tadi menyandarkan tubuhnya di badan mobil langsung berdiri tegak dan menoleh.


"Mora?" ujar Amir terkejut.


"Kita seperti berjodoh ya? Dimana-mana pasti ketemu," ucap Mora dengan senyum manis dan tanpa rasa malu.


"Ngomong apa anda?? Jangan ngaco tentang jodoh, karena saya sudah beristri dan akan menjadi seorang Ayah!".


Mora terkekeh pelan.


"Mas.. Sebenarnya aku masih mencintai kamu. Aku rindu saat-saat bersama berdua denganmu. Apa kamu sudah melupakan semuanya?" Mora berbicara dengan nada sedih.


"Saya sudah melupakannya sejak dulu Mora. Saya tidak akan mengingat hal yang menurut saya tidak penting!"


"Kenapa bicaramu kasar sekali Mas?" Mora menatap Amir sendu.


"Tidak perlu memasang wajah seperti itu, karena aku tidak akan iba melihatnya." Amir mengalihkan pandangan ke arah lain.


Tiba-tiba Mora langsung memeluk tubuh Amir, dan bertepatan dengan Aresha yang keluar dari supermarket.


Aresha terkejut saat melihat sang suami yang berpelukan dengan wanita lain. Aresha pun berjalan cepat ke arah Amir.


"MAS!!!" bentak Aresha saat sudah berada di samping Amir dan juga Mora.


Amir terus berusaha melepaskan pelukan Mora, dan karena usaha Amir akhirnya pelukan pun terlepas.

__ADS_1


"Anda?" Aresha menatap Mora, lalu tatapannya beralih ke arah Amir.


"Mas apa-apaan ini??" Aresha meneteskan air matanya.


"Sayang sayang.. Ini tidak seperti yang kamu lihat.." Amir menghampiri Aresha, dia ingin memegang kedua tangan Aresha tetapi Aresha dengan cepat menolaknya.


"Jangan sentuh aku!" mata Aresha menatap Mora yang terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun.


Aresha berjalan ke arah Mora.


Plak !


Sebuah tamparan keras berhasil Aresha layangkan di pipi Mora.


Mora meringis memegangi pipinya yang terasa sakit. Dia menoleh ke arah Amir.


"Mas Amir... Wanita seperti apa yang kamu nikahin ini??" Mora menatap sinis ke arah Aresha.


"Wanita apa? wanita apa maksud anda?"


"Wanita kasar!" ujar Mora kesal.


"Kasar?? Lalu bagaimana denganmu? Wanita murahan!" ejek Aresha tepat di hadapan Mora.


Mata Mora membola.


"HEI JAGA MULUTMU!" Mora menunjuk wajah Aresha.


Aresha menepis kasar jari telunjuk Mora.


"Singkirkan jari kotor mu itu dari hadapanku!" Aresha menatap tajam ke arah Mora.


"Asal kamu tahu ya Nyonya.. Mas Amir itu sangat mencintaiku!!'' ujar Mora tanpa rasa malu.


"Cinta? Haha.. Gak salah? Itu dulu Nona DULU!'' Aresha menekan kata dulu, agar Mora tersadar dari ucapannya sendiri.


"Jika Mas Amir mencintaimu, lalu kenapa kalian bisa putus? Karena anda murahan, anda seperti seorang ******!!" Aresha terpancing emosi.


Mora menatap tajam ke arah Aresha.

__ADS_1


"Dasar WANITA KASAR!" Mora mendorong tubuh Aresha, hingga Aresha yang terkejut pun terhuyung kebelakang.


"Aresha!!" teriak Amir kaget dan ingin melangkah, namun Aresha terlebih dahulu terhuyung dan..


"Aaaaaaa!!!!!!!"


Brak!


Tubuh Aresha tertabrak mobil. Memang posisi Amir, Aresha dan Mora saat ini berada di pinggir jalan, karena Amir memarkirkan mobilnya di tepi jalan raya.


"ARESHA!!!!!" teriak Amir histeris sambil berlari ke arah Aresha yang sudah tergeletak di jalan raya.


Kendaraan yang lalu lalang menghentikan laju jalan mereka, mereka menyaksikan kecelakaan yang menimpa Aresha.


"Aresha sayang bangun.. Aresha bangun Aresha.." Amir menepuk pelan pipi Aresha, dia juga meletakkan kepala Aresha di tangannya.


Amir dapat melihat luka yang berada di kepala serta tangan Aresha. Dia juga melihat darah segar yang mengalir dari pangkal paha Aresha.


Air mata terus terjatuh di pipi Amir.


"Aresha.. ARESHAAAAAAA!!!!!!!!" teriak Amir sangat histeris.






**TBC.


APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYEEEE


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK BESERTA DUKUNGANNYA 🤗

__ADS_1


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2