Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Malam pertama


__ADS_3

Resepsi pun telah selesai diadakan. Saat ini Aresha dan Amir sudah berada di kamar milik Aresha.


Pintu kamar di kunci oleh Amir dari dalam kamar.


"Sayang.. Aku mandi duluan ya!" ujar Amir berjalan menuju kamar mandi.


Aresha hanya menganggukkan kepala dan berjalan menuju ranjang.


"Astaga, kenapa jantung ku berdegup kencang sekali. Setelah pernikahan, biasanya sepasang pengantin melakukan malam pertama.. Oh tidak!!!" Aresha menutup wajahnya sendiri sembari menutup wajah menggunakan bantal. Hanya memikirkannya saja, bulu kuduk Aresha sudah berdiri meremang.


15menit kemudian, Amir sudah selesai membersihkan diri. Hanya dengan menggunakan bokser pendek dan telanjang dada, membuat Amir terlihat sangat hot.


Aresha yang melihat Amir bertelanjang dada hanya mampu menelan saliva nya kasar.


"Bagus sekali.. Apa Mas Amir nge-gym tiap hari?" gumam Resha sangat pelan. .


Ya, perut rata dan memperlihatkan roti sobek yang sangat ingin di sentuh, dada bidang yang juga di tumbuhi bulu-bulu halus, lalu lengan dan tubuh yang kekar berotot membuat kaum hawa mana pun ingin memeluknya.


Aminah memejamkan matanya sesaat setelah pikirannya telah traveling kemana-mana.


"Sayang..." bisik Amir pelan di telinga Aresha.


Aresha terkejut dan sontak menggeser duduknya.


"Ma...Mas Amir,"


Amir hanya tersenyum melihat wajah merona Aresha.


"Kamu mandi dulu, agar tubuh kamu tidak terasa lengket. Aku tahu, bahwa kamu sangat ingin memelukku kan?" Amir mengedipkan sebelah mata ke arah Aresha .


Aresha tertawa garing, dan berkata. "PD banget sih kamu, Mas! Siapa juga yang berpikiran seperti itu," Aresha berbicara dengan menahan senyumnya.


"Gak usah di tahan gitu senyumannya. Kamu semakin cantik tau gak, kalau pipinya merona begini," Amir mencolek pipi Aresha.


"Ih!!! Mas Amir apaan sih,," Aresha langsung bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Dia tidak tahan jika terus-terusan di goda oleh Amir seperti itu.


Setelah Aresha masuk ke dalam kamar mandi, Amir menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil bermain ponsel.


Di dalam kamar mandi.


"Aduh.. Kok susah banget ya bukanya!" Aresha mencoba membuka resleting gaun pengantinnya yang terletak di belakang.

__ADS_1


Tangan Aresha terus menarik resleting, namun resleting itu tetap tidak bisa di tarik ke bawah.


"Hah.. Capek banget, pegel nih tangan," cuman Aresha kesal dan tetap berdiri di depan cermin kamar mandi.


"Apa aku minta tolong sama Mas Amir aja ya?" Aresha terdiam sambil berpikir.


"Akh.. Tidak tidak!!" Aresha menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian.


Tok tok tok..


Pintu kamar mandi di ketuk dari luar.


"Aresha... Apa sudah selesai? Kenapa lama sekali??" teriak Amir dari luar kamar mandi.


Aresha gugup dan dia juga berteriak, "Belum Mas.. Sebentar lagi!!"


"Kenapa lama sekali?" gumam Amir pelan.


"Buka pintunya!!" Amir mengetuk kembali pintu kamar mandi.


"Aku bilang buka, Aresha..." Amir tetap memaksa agar Aresha membuka pintu kamar mandi.


Tidak ada sahutan, dan..


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat Aresha masih memakai gaun pengantinnya.


Amir melongo melihat sang istri yang belum mandi.


"Loh.. Kok kamu masih pakai gaun pengantin? Kenapa gak mandi??"


"Emm.. Anu Mas.. Itu," Aresha bingung harus bicara apa.


"Hm?" Amir menaikkan sebelah alisnya.


"Kamu takut dengan malam pertama kita?" Amir tersenyum menggoda ke arah Aresha.


"Ih... Mas Amir mesum.." Aresha memukul lengan Amir pelan. Sedangkan Amir, dia hanya terkekeh pelan saja.

__ADS_1


"Bukan gitu... Ini,, Gaunnya susah banget di buka. Tangan aku gak sampai untuk menurunkan resleting belakangnya," Aresha berbicara dengan tertunduk malu.


Amir tertawa melihat ekspresi wajah Aresha. "Kenapa kamu tidak bilang padaku? Aku kan bisa bantuin untuk membukanya,"


Aresha hanya tersenyum malu..


Amir berjalan maju mendekat ke arah Aresha. "Hadap ke sana," ujar Amir memerintah, agar Aresha menghadap cermin.


Aresha menuruti apa yang Amir katakan, dia memutar balik badannya dan jadi membelakangi Amir.


"Akan aku buka," ucap Amir ikut gugup


Perlahan tangan kekar Amir memegang resleting gaun Aresha. Kemudian dengan perlahan serta hati-hati, Amir menurunkan resleting gaun itu hingga terlihatlah punggung mulus Aresha yang terpampang jelas di depannya. Amir hanya menelan saliva kasar.


'Baru melihat punggungnya saja junior ku sudah berdiri,' ujar Amir dalam hati.


Amir terus membuka resleting Aresha hingga bawah.


"Sudahkan Mas?" tanya Aresha saat sudah tidak ada lagi pergerakan tangan di gaunnya.


"Su..sudah,," sahut Amir menahan sesuatu di bawah sana yang ingin di senang kan.


"Ya sudah. Mas Amir keluar, aku ingin mandi," ujar Resha cepat dan malu.


Amir langsung keluar dari kamar mandi.


"****!! Baru melihat seperti itu saja kamu sudah tegang junior.. Astaga, memalukan! Jangan terlihat murahan sekali.. Ayolah, tahan dulu, sebentar lagi kamu akan mencicipi santapan mu," Amir berjalan ke arah ranjang sambil bergumam sendiri menyalahkan juniornya. Dulu sangat banyak gadis-gadis dengan berpakaian seksi, yang mencoba merayu dan menggoda Amir agar Amir menyentuh mereka, namun Amir sama sekali tidak tertarik atau pun berhasrat. Akan tetapi, entah mengapa dengan Aresha dia sangat ingin menerkamnya langsung.


..



**Seger kan Mas Amir?? 🙊🙊


...


Happy Reading guys..


Sampai jumpa di part selanjutnya 😘😘


Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungan berupa LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH, FAVORIT DAN RATE 5 😍😍**

__ADS_1


__ADS_2