
Beberapa menit kemudian, Aresha keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju lemari pakaian hanya dengan menggunakan piyama handuk, dan sebuah handuk kecil yang menutupi rambut basahnya.
Amir menatap Aresha tanpa berkedip.
Aresha menoleh ke arah Amir yang berada di atas ranjang, dengan cepat Amir menundukkan kepala karena takut ketahuan jika dia tengah mencuri-curi pandang menatap Aresha.
Aresha telah mengambil pakaiannya dan kembali berjalan menuju kamar mandi. Namun baru menjauhi ranjang beberapa senti saja, Amir dengan cepat menarik tangan Aresha hingga Aresha terjatuh di kasur.
"A...!!!" pekik Aresha terkejut.
Saat ini posisi mereka sangat dekat, dengan Aresha yang berada di bawah kungkungan Amir.
Amir menatap wajah cantik alami Aresha. Mata Amir menyusuri bagian wajah Aresha mulai dari mata, hidung, hingga bibir mungil merah jambu milik Aresha yang ingin sekali dia lahap.
"Aresha..." bisik Amir dengan suara serak.
Nafas Amir terasa menyapu kulit wajah Aresha. Nafas Aresha pun tidak beraturan, dia gugup dan takut.
"Ma..Mas Amir.." gumam Aresha lirih.
Amir menaikkan kedua alisnya, tanda bertanya 'apa'.
"Aku.. Aku takut,"
Amir tertawa mendengar apa yang Aresha katakan.
"Takut?? kenapa? Aku tidak akan memakan mu, sayang..." Amir menarik gemas hidung Aresha.
"Bu..Bukan itu.." pipi Aresha berubah menjadi merona.
__ADS_1
"Lalu??" Amir tetap menatap wajah Aresha.
"Aku takut, jika melakukan malam pertama katanya pasti akan terasa sakit bukan?" Aresha memalingkan wajah karena malu.
Amir tertawa pelan sembari menggelengkan kepala.
"Sayang... Siapa yang bilang seperti itu? Memang benar awalnya sakit, namun lama kelamaan pasti akan berubah menjadi nik*** dan ketagihan. Kamu mau mencobanya? Hm!" Amir menggoda Aresha.
"Aku..." belum selesai berbicara, Amir langsung melahap bibir mungil merah jambu milik Aresha.
Aresha yang terkejut hanya bisa pasrah, dan menikmati setiap lum*** yang Amir berikan. Dengan sangat rakus Amir terus melahap bibir Aresha tanpa memberikan cela kepada Aresha untuk bernafas. Aresha memukul pelan pundak Amir, barulah Amir melepaskan tautan bibir mereka.
"Mas!! Apa kamu ingin membunuhku!" pekik Aresha dengan nafas tersengal.
"Maaf sayang, maafkan aku.." Amir mengecup lembut bibir Aresha.
Aresha hanya menggelengkan kepala, dia tidak menyangka ternyata suaminya itu sangatlah mes*m.
"Mas,, Kamu sangat mes*m!" ucap Resha menahan tawa melihat ekspresi wajah memohon Amir.
"Aku mes*m hanya denganmu saja. Aku pikir aku dulu adalah pria impo*en, sebab saat melihat gadis-gadis sek** yang dulu suka menggoda ku, aku tidak tergiur ataupun merasa berhasrat. Akan tetapi, entah mengapa hanya melihat punggungmu saja aku bisa merasa teran***** dan berg***** menginginkan lebih." Amir mengecup lembut belakang telinga Aresha.
Bulu kuduk Aresha meremang merasakan sensasi yang mampu menggetarkan dadanya.
Amir melanjutkan aktivitasnya dengan menyusuri leher jenjang milik Aresha, dia mengecup dan mengigit kecil hingga meninggalkan jejak merah di sana.
Saat ini Amir dan Aresha sama-sama tidak menggunakan sehelai benang pun. Amir kembali menyusuri benda kenyal milik istrinya dan dia bermain di dua benda kenyal itu. Karena sudah tidak sabar, Amir langsung menenggelamkan pedang panjangnya di lembah istrinya.
Perlahan tapi pasti, permainan pun di mulai dengan Amir yang memimpinnya. Da*** kepera**nan pun keluar dari lembah Aresha.
__ADS_1
Amir mende*** puas saat permainan berakhir, bibit Amir sudah tertanam di lahan Aresha. Mereka berdoa agar bibit itu cepat segera tumbuh dan berkembang.
"Sekali lagi.." ucap Amir dengan senyum memohon setelah mereka sudah selesai istirahat.
Aresha hanya bisa menganggukkan kepala pasrah. Dia tidak ingin mengecewakan suaminya.
Mereka melakukannya lagi hingga dini hari. Pengantin baru itu tidak mengenal lelah sama sekali, untung saja para keluarga tahu bahwa pengantin baru itu tidak ingin di ganggu.
..
Hai guys..
Siapkan suami di samping saat membaca part ini..
Usahakan untuk yang masih singel di skip dulu.🙈🙈
**Aresha yang telah resmi menjadi milik Mas Amir seutuhnya,🙈🙈
....
Happy Reading..
See you next part.. 🤗🤗
Jangan lupa dukungan dan jejaknya untuk Mas Amir dan Aresha 😘😘
terimakasih 🤗**
__ADS_1