
Pagi menjelang. Matahari sudah menyorotkan sinarnya ke dalam kamar Leon.
Leon mengerjapkan mata, sebelum nyawanya terkumpul.
"Hoam.." Leon menguap, dan segera bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.
10menit kemudian, Leon sudah selesai mandi. Dia berjalan menuju lemari, dan mengambil setelan formal nya untuk pergi kantor.
Selesai bersiap, Leon langsung mengambil ponsel guna menghubungi Rendy.
Namun, belum juga menghubungi Rendy, sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Leon.
Leon pun membuka pesan itu, lalu membacanya.
📩" Tuan! Tolong ke apartemen saya. Ini darurat," isi pesan itu.
Leon bergegas memasukkan ponsel ke kantong celana. Dia keluar dari apartemen dengan membawa mobil sendiri. Menunggu Rendy pasti akan lama, pikirnya.
20menit kemudian.
Leon sudah sampai di sebuah apartemen. Dia segera bergegas masuk ke dalam apartemen.
"Nona!" teriak Leon saat sudah berada di dalam.
"Nona!" panggil Leon lagi, namun tidak ada jawaban.
Tak lama kemudian.
"Tuan! Saya di sini!!" sahut Jessi dengan setengah berteriak.
Leon menoleh ke asal suara. Kamar mandi! Ya, dia langsung berjalan menuju kamar mandi.
"Nona!!! Anda tidak papa?" Leon berbicara sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Jessi bersorak riang. Semoga kali ini rencananya berhasil, dan Leon tidak akan menolaknya.
"Aku di dalam! Masuk saja, tidak di kunci!!" Jessi berteriak dari dalam.
__ADS_1
"Tapi-" ucapan Leon terpotong, karena Jessi lebih cepat membuka pintu kamar mandi.
Leon terperangah, melihat Jessi yang keluar dari kamar mandi.
•
•
•
Di tempat lain.
"Mas, udah semuanya kan?" Aresha bertanya kepada Amir, saat mereka tengah bersiap untuk pindahan.
"Sudah," Amir mengibaskan kedua telapak tangannya.
"Ayo kita ke bawah. Mami sama Papi pasti udah nungguin,"
Amir mengangguk, mereka berdua keluar dari kamar menuju lantai bawah.
Sesampainya di lantai bawah.
"Udah, Mi. Ayo!" Aresha berjalan terlebih dahulu di depan, dengan menggandeng tangan sang Mami. Sedangkan Amir dan Sam, mereka di belakang menggeret koper di bantu oleh para satpam dan tukang kebun yang bekerja di rumah Sam.
Samuel memutuskan untuk tidak lagi bekerja, dia sudah memberikan semua tanggung jawabnya, kepada Adzriel sang putra sulung. Adzriel pun selalu sibuk, maka dari itu, dia jarang berkumpul dengan keluarganya.
Setelah semua barang sudah berada di dalam mobil pick up. Mereka berempat langsung masuk ke dalam mobil pribadi milik Aresha, dan mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah Nugraha.
15menit kemudian.
Mobil pun telah sampai di halaman rumah, yang terlihat sangat minimalis, namun elegan dan terkesan mewah.
Rumah baru Amir dan Aresha ❤
Mereka berempat turun dari mobil.
__ADS_1
"Ini rumah kamu, nak?" Silva mengedarkan mata ke sekitar rumah.
"Iya, Mi. Bagus gak?" Aresha pun mengikuti sang Mami dengan mengedarkan matanya menelisik luar rumahnya.
"Bagus sekali, sayang.." Silva menatap Aresha, dan tersenyum lembut.
"Pilihan Aresha memang selalu bagus dan terbaik kan, Mi?" Amir berbicara dari arah belakang Silva dan Aresha.
Ibu dan anak itu menoleh ke arah Amir sejenak.
"Tentu saja! Putri Mami gitu loh," Silva terkekeh, begitupun dengan Aresha.
"Ayo kita bawa masuk barangnya," Sam berjalan terlebih dahulu.
Amir, Aresha dan Silva mengikuti Sam dari belakang. Sejujurnya, Sam dan Silva tidak ingin Aresha meninggalkan rumah Nugraha. Akan tetapi, Sam dan Iva juga berpikir, bahwa Aresha saat ini sudah mempunyai seorang suami, dan Aresha juga harus ikut dengan suaminya. Sebagai orang tua, Sam dan Iva tidak ingin egois. Untunglah rumah mereka berjarak tidak terlalu jauh.
...
**So Cute 😍😍
..
Selamat hari jumat 🤗
Happy Reading ❤
See you next part 🤗🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannya 😘**
terimakasih ❤
...
Mampir ke karya temen Mom yuk ❤❤ Di jamin seru dan bikin penasaran.. Jangan lupa meninggalkan jejak di sana.😘😘
__ADS_1