Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Kebetulan


__ADS_3

Saat ini Excel, Nindi dan juga Zaky telah sampai di Mall kota J. Mereka berkeliling menikmati permainan dan juga mencari barang yang Zaky inginkan.


Ya, Nindi tidak jadi ke rumah Leon, dan mengabari Leon secara langsung agar datang ke pesta pernikahannya. Bukan tanpa sebab, karena Excel melarang jika Nindi datang ke rumah Leon.


"Daddy, Mommy, Ky lapar.." Zaky menatap Excel dan Nindi.


"Ky lapar? Ayo kita cari makan," Nindi menuntun tangan Zaky guna mencari tempat makan yang masih berada di dalam Mall tersebut. Sedangkan Excel, dia berjalan di belakang Nindi dan Zaky.


Brug!


"Aw.." Nindi memegangi pundak sebelah kanan nya yang tertabrak oleh seseorang.


"Nindi.." Excel dengan cepat memegang ke dua pundak Nindi.


Paper bag yang berada di tangan Nindi pun terjatuh.


"Maaf maaf.." seseorang yang menabrak Nindi memunguti paper bag milik Nindi. Dia menyodorkan paper bag itu ke hadapan Nindi.


"Maafkan saya Nyonya, saya tidak sengaja.."


Mata Nindi membola. Pasalnya dia sangat hafal dengan pemilik suara itu. Nindi mendongak, dan betapa terkejutnya dia karena sang mantan suami berdiri tepat di depannya.


"K..Kak Leon.." gumam Nindi lirih.


"Nindi.." Leon menatap Nindi, kemudian menatap Excel dan beralih menatap Zaky.


"Tuan Excel, anda berada di Indonesia?" Leon bertanya kepada Excel.


"Benar Tuan. Anda ada di sini?" ujar Excel melirik ke arah Nindi yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Ya.. Aku, dan calon istri ku sedang berbelanja di sini," Leon menekan kata 'calon istriku' dan melirik ke arah Nindi sekilas.


"Benarkah? Kebetulan kita bertemu di sini. Apa kalian tidak makan siang? Kami bertiga ingin makan siang, dan jika kalian berdua berkenan, mari kita makan bersama..." ujar Excel memberikan tawaran.


Leon menatap Lidia, Lidia hanya mengedikkan bahu saja yang artinya terserah Leon.


"Boleh. Mari!"


Mereka semua berjalan mencari tempat makan. Saat sudah sampai di tempat makan, mereka semua duduk dalam satu meja.


Waiters datang membawa buku menu ke meja Excel dan Leon.

__ADS_1


"Sayang.. Kamu mau makan apa?" ujar Leon menyodorkan buku menu ke arah Lidia.


"Yang ini saja, minumnya sama seperti kamu.." sahut Lidia.


Leon hanya mengangguk.


"Honey.. Kamu mau menu makanan yang mana?" ujar Excel mesra, sambil membuka buka menu dan menunjukkan kepada Nindi.


Leon yang mendengar Excel memanggil Nindi dengan sebutan Honey langsung terdiam.


'Honey? Apa Nindi dan Excel..' batin Leon berpikir.


"Aku sama saja seperti mu.. Minumnya juga," ujar Nindi, entah kenapa dia sangat tidak bersemangat saat melihat Leon sekarang ini.


"Dad.. Ky mau yang ini, ini dan ini.. Minumnya Lemon tea.." ujar Zaky menunjuk menu yang ingin dia makan.


"Baiklah."


Mereka memesan makan siang.


"Tuan.. Apa dia???" Leon menunjuk Zaky dan menaikkan sebelah alisnya.


"Mom, nanti Ky mau nonton bioskop ya??" ujar Zaky memegang pergelangan tangan Nindi.


"Iya sayang.. Nanti kita akan lihat dulu film yang di putar hari ini itu film apa," sahut Nindi lembut.


'Mommy? Berarti benar Nindi dan Excel ada hubungan.. Huft.. Biarkan sajalah, apa urusannya dengan ku,' Leon terus bermonolog dalam hati.


Menu makan siang datang.


Nindi memberanikan diri menatap Lidia dan Leon.


"Tuan Leon, Lidia.. Selamat ya.. Katanya dengar-dengar kalian berdua ingin menikah," Nindi membuka topik pembicaraan.


"Terimakasih Mbak Nindi. Doakan saja yang terbaik untuk kami berdua," sahut Lidia sopan. Dia sebenarnya sangat tidak enak hati karena saat ini ada Nindi, mantan istri calon suaminya.


"Saya ingin mengundang kalian berdua agar datang ke pernikahan saya dan juga Lidia, yang akan diadakan dua minggu lagi.. Saya harap kalian bisa datang," ujar Leon mengundang secara langsung Excel dan Nindi.


"Tentu Tuan. Kami pasti akan datang, benarkan Honey??" Excel melirik Nindi.


"A.. Iya.. Kami pasti akan datang," balas Nindi.

__ADS_1


"Nah berhubung kita bertemu di sini, saya juga akan mengundang Tuan Leon dan juga Nyonya Richard agar datang ke acara pernikahan saya yang akan diadakan lima minggu lagi," ujar Excel.


Leon menatap Excel dengan tatapan yang tidak bisa di baca.


"Pernikahan anda? Dengan siapa Tuan??"


"Dengan wanita yang berada di samping saya saat ini. Anindira," Excel menggenggam tangan Nindi yang berada di atas meja.


Nindi menatap Excel, dan dia tersenyum tipis.


Leon terdiam dan menatap Nindi.


"Selamat juga untuk kalian berdua. Tentu saya dan calon istri saya pasti akan datang ke pernikahan kalian," ujar Leon dengan datar.


"Bagus sekali Tuan. Pernikahan kami akan diadakan di Jerman. Jika perlu, saya akan menjemput kalian menggunakan helikopter pribadi saya,"


"Tidak perlu Tuan Excel. Saya masih mampu membeli tiket jika hanya ke Jerman saja. Bahkan, keliling dunia pun saya masih mampu membeli tiketnya.." harga diri Leon merasa terinjak-injak saat Excel mengatakan hal itu tadi.


"No problem.. Terserah anda Tuan,"


Mereka menghentikan obrolan yang sudah mulai memanas itu, dan mereka memutuskan untuk mulai menyantap makanan masing-masing. Zaky sudah terlebih dahulu menyantap makanannya dengan Nindi yang sesekali membersihkan sisa makanan di sudut bibir Zaky.


'Seandainya bukan kamu yang mencelakai Aresha, maka aku pasti akan tetap bersamamu Nindi..' Leon menyantap makan siangnya sambil melirik Nindi yang dengan telaten membersihkan bibir Zaky dengan lembut.


Excel menatap Leon dan Nindi bergantian.


'Dia akan menjadi milikku Tuan Leon. Jangan berani memikirkannya lagi, ataupun menatapnya. Argh.. Rasanya ingin sekali aku mencongkel bola matamu Tuan Leon,' Excel kesal sendiri karena melihat Leon yang terus mencuri pandang ke arah Nindi.


**HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..


TERIMAKASIH 😘


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


Mampir ke karya temen Mom juga yuk 🤗**


__ADS_1


__ADS_2