Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Menggantikan,


__ADS_3

Pintu ruangan kerja Samuel, terdengar di buka oleh seseorang dari luar.


Ceklek


Semua orang menatap ke arah pintu, dan saat pintu sudah terbuka sempurna, ternyata Anindira la yang membuka nya.


"Nindi!!!" Silvi langsung menghampiri putri tunggalnya, yang hanya diam berdiri di depan pintu


"Bunda!!!" Nindi membalas pelukan Silvi dengan erat, saat Silvi memeluk tubuh nya


"Bunda, bunda kenapa ? apa yang terjadi??" Nindi menatap satu persatu semua orang yang berada di ruangan Sam, dengan wajah bingung. Bukan bingung, hanya pura-pura saja, Nindi benar-benar sangat jago akting.


"Nak !! kakak sepupu kamu,, Hiks,," Silvi menangis di dalam pelukan putri nya. Perlahan, Nindi melepaskan tubuh Silvi dan menghampiri Silva.


"Tante, tante apa yang terjadi?? ada apa dengan kak Rere ???" Nindi menatap wajah Silva, yang sudah berderai air mata.


Silva hanya menggelengkan kepala dan kembali memeluk tubuh Sam.


Sekali lagi, Anindira menatap semua orang satu persatu.


"Apa ada yang bisa menjawab ku ? ada apa ini sebenarnya ? mengapa kalian semua terlihat sedih??"


"Kakak sepupu kamu itu telah kabur di hari pernikahan nya saat ini !!" sahut Gilang, papa Leon


Nindi memasang wajah syok dan kaget, seraya menatap Gilang tidak percaya.


"Apa?? kabur?? kak Rere---, kenapa ini bisa terjadi ???" Nindi menitikkan air mata buaya nya, padahal saat ini dalam hati nya begitu bahagia, karena rencana yang ia rancang berjalan mulus dan berhasil.


"Keluarga kami sudah sangat terhina karena perbuatan putri kalian, yaitu Aresha !! Kami harus menanggung malu, akibat kecerobohan Leon mempercayai putri kalian!!" Gilang menatap semua orang yang ada di dalam ruangan dengan tajam dan tatapan kecewa.


Di dalam ruangan, hanya ada Samuel, Silva, Zein, Silvi, dan juga kedua orang tua Leon. Sedangkan yang lainnya, mereka berada di bawah menyambut para tamu agar tidak curiga.


"Ayo Leon, kita pulang!!!" Gilang, Rahma, beserta Leon yang hanya melamun saja ingin melangkahkan kaki menuju pintu keluar. Akan tetapi, seruan dari seseorang menghentikan langkah mereka bertiga..


"AKU AKAN MENGGANTIKAN KAK ARESHA MENIKAH DENGAN KAK LEON.. AKU RELA MENJADI PENGGANTI NYA!!!" seru Anindira berteriak, sehingga semua atensi mata mengarah pada nya. Anindira menjadi serba salah, ia bingung harus bagaimana lagi. Bagaimana jika Leon tidak ingin menikahinya ? gagal sudah rencananya kali ini untuk memiliki Leon.


"Kenapa ? apa aku salah???"


Leon berjalan menghampiri Anindira.


"Dengar kan aku ANINDIRA MAHESWARI, AKU TIDAK MENCINTAIMU !!! DAN AKU, HANYA INGIN MENIKAH DENGAN ARESHA..!" bentak Leon seraya menatap tajam kepada Anindira.


Anindira hanya memundurkan langkah dan menangis.


"Hiks,, mengapa kakak tidak berterimakasih pada ku ? apa kakak mau, keluarga kita menanggung malu hanya karena ulah kak Rere??? kakak tidak memikirkan dampak ini semua nanti nya??!" Nindi menyandarkan tubuh nya di dinding


Sam, Silva, Zein dan juga Silvi kaget mendengar apa yang Nindi ucapkan .

__ADS_1


Silvi berjalan ke arah putri nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ikut bunda!!!" Silvi dengan cepat menarik tangan Nindi.


"Kalian bisa menunggu di sini, kami akan segera kembali," ujar Silvi tanpa ekspresi dan membawa Nindi keluar dari ruang kerja Sam, menuju kamar Aresha.


Di dalam kamar Aresha.


"Aww,,,sakit Bun!!!" Nindi mengelus lengannya yang sakit, akibat di tarik oleh Silvi dengan kuat.


"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan Anindira ??" Silvi menatap putri nya yang tengah duduk di pinggir ranjang, dengan tatapan tajam.


"Maksud Bunda apa?? apa kesalahan Nindi? Nindi hanya ingin menyelamatkan nama baik keluarga kita, itu saja,,,"


"Jangan berbohong pada Bunda, Nindi!! Bunda tau kalau kamu memang sudah lama menyukai Leon. Atau jangan-jangan, kamu ada kaitannya dengan Aresha kabur saat ini???" Silvi menatap mata Nindi, mencari kebenaran.


"Maksud Bunda apa? Bunda menuduhku?? kenapa Bunda tidak percaya pada anak Bunda sendiri ??" Nindi membalas tatapan mata Silvi dengan sendu


"Bunda jahat!! padahal Nindi cuma peduli dengan keluarga kita, itu aja dan gak lebih. Hiks,, kalau masalah perasaan, Nindi memang menyukai kak Leon, tapi Nindi sudah merelakan jika kak Leon lebih memilih kak Rere,," air mata Nindi pun jatuh membasahi pipi mulus nya


Silvi yang tidak tega pun langsung memeluk Tubuh Nindi.


"Nak, Bunda cuma gak mau kalau kamu menderita nanti nya hidup dengan Leon. Pria yang tidak mencintai kamu sama sekali,,"


"Bun, jika Nindi dan kak Leon bersama nanti, Nindi yakin kalau kak Leon bisa belajar mencintai Nindi.."


"Lalu bagaimana Leon dan keluarganya, apa mereka mau, jika kamu menggantikan Aresha menjadi pengantin wanita untuk Leon??" Silvi melepaskan pelukan pada tubuh Nindi.


"Ya sudah, kita keluar dan bicarakan dengan mereka. Kamu yakin dengan keputusan kamu ini ? tidak akan ada penyesalan di belakang nanti nya???" Silvi meyakinkan Nindi sekali lagi


"Nindi yakin, Bun !!!"


Setelah itu, mereka berdua pun keluar dari kamar Aresha .


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan kerja Samuel lagi.


"Bagaimana ?? apa sudah selesai bicaranya??" Zein langsung mendekati istri dan putrinya.


Silvi dan Nindi menganggukkan kepala mereka bersamaan.


"Keputusan nya adalah, Nindi akan menggantikan Aresha untuk menikah dengan Leon."


Semua mata menatap Silvi, begitupun Zein,ia kaget mendengar apa yang istri nya katakan.


"Apa maksud kamu Silvi?? Kamu--" ucapan Zein terpotong, karena Silvi dengan cepat menyelanya


"Apa kalian tidak berpikir, bagaimana nama baik keluarga kita nanti kedepannya?? dampak buruk yang akan kita dapat kan ??? ejekan semua orang pada keluarga kita???" Silvi menatap semua orang bergantian

__ADS_1


Setelah lama terdiam.


"Baiklah, kami setuju jika Nindi anak tuan Zein yang akan menikah dengan Leon, putra kami.." ujar Gilang membuka suara


Leon menatap Gilang dengan tidak percaya.


"Tapi, Pa----" Gilang langsung menatap Leon tajam.


"Demi kebaikan keluarga, ikuti saja apa jalan yang terbaik. Jika kamu tidak mencintai putri tuan Zein, kamu bisa belajar untuk mencintai nya dan melupakan Aresha. Dan jika kamu tidak mencintai putri tuan Zein juga, selama kalian nanti bersama, maka semua keputusan ada di tangan kamu. Mau melanjutkan hubungan, atau menceraikan putri tuan Zein.." usul Gilang dan ia menatap Zein, Silvi juga Nindi.


"Bagaimana dengan usul saya tuan ?? apa kalian setuju ???"


Zein ingin berbicara dan menolak, namun Nindi dengan cepat menjawab nya.


"Tentu saja saya dan keluarga saya setuju, Om.."


Zein dan Silvi menatap tajam Nindi, namun tidak Nindi pedulikan . Sedangkan Samuel dan Silva, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain setuju. Sebab semua nya terjadi karena ulah putri mereka..


"Baiklah, jika semua sudah setuju, nak Nindi. Kamu segera bergegas supaya bisa turun ke meja ijab kabul.." ujar Gilang pada Nindi


Nindi menganggukkan kepala dan tersenyum tipis, hanya saja mereka semua yang ada di sana tidak terlalu memperhatikan Anindira.


'Yes, akhirnya semua rencana ku berhasil dan berjalan mulus..' Nindi bersorak riang dalam hati.


....


n



**Yang sabar ya bang Le.. (peyuk jauh sini) 🙈🙈


....


SELAMAT SIANG SEMUA ??.


GIMANA NIH KABAR CUACA DI DAERAH KALIAN ??? 🤗


HAPPY READING DAN SEE YOU NEXT PART, NANTI MALAM.😘


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 😍😍




Mampir ke novel temen aku yuk 🤗🤗**

__ADS_1



![](contribute/fiction/4477360/markdown/23506968/1654150589096.jpg)


__ADS_2