
Excel, Nindi beserta Zaky telah sampai di halaman rumah Samuel dan Silva. Mereka bertiga turun dari mobil.
Nindi menatap bangunan mewah di depannya saat ini.
'Aku sangat merindukan kalian.. Terutama kak Rere dan kak Adzriel, yang sangat memanjakan dan menyayangiku.' batin Nindi bersedih.
Excel yang berada di samping Nindi langsung menegur.
"Honey... Kenapa kamu diam saja? Apa kita akan terus berdiri di sini??" ujar Excel.
Nindi menoleh dan tersenyum kikuk ke arah Excel.
"Ayo,"
Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam rumah Nugraha. Akan tetapi sebelum masuk, Zaky menarik tangan Nindi.
"Mom.. Ky mau main di sana," Zaky menunjuk taman bermain yang berada di samping rumah Nugraha.
"Ya sudah. Jangan jauh-jauh ya nak, Mom dan Dad masuk ke dalam dulu," ujar Nindi mengelus lembut kepala Zaky.
Zaky mengangguk dan langsung berlari ke arah taman itu.
ting tong
Nindi memencet bel rumah dengan perasaan yang bercampur aduk.
Tidak ada sahutan dari dalam.
ting tong
ting tong
Nindi berulang kali memencet bel.
"Iya sebentar!!" teriakan dari dalam.
Cklek!
pintu rumah terbuka.
Silva yang membuka pintu rumah pun mematung, karena melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.
"Nindi.." gumam Silva pelan.
Mata Nindi sudah berkaca kaca saat dia menatap Silva.
__ADS_1
"Tante.." Nindi langsung memeluk tubuh Silva. Seorang wanita yang sudah Nindi anggap sebagai ibu kedua nya.
Silva membalas pelukan Nindi, dia mengelus punggung Nindi.
Pelukan pun terlepas.
"Apa kabar nak? Kapan kamu pulang ke Indonesia?"
Nindi menghapus air kata yang menetes di pipinya.
"Kabar Nindi baik Tante, dan Nindi kemarin malam sampai di Indonesia.." sahut Nindi.
"Ayah sama Bunda kamu ikut?"
"Tidak, Tan. Ayah sedang banyak pekerjaan," ujar Nindi kepada Silva.
Silva menatap seseorang yang berada di sebelah Nindi.
"Nak, dia..?"
Nindi menoleh sekilas ke arah Excel.
"Oh, iya.. Dia Excel Tante, dan Ex.. Ini Tante Silva, kakak kembarnya Bunda." Nindi mengenalkan Excel kepada Silva.
'Sangat mirip sekali dengan Tante Silvi. Hanya saja, Tante ini lebih natural dan juga lembut,' batin Excel.
Silva pun menerima uluran tangan dari Excel.
"O ya, ayo masuk.."
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam.
"Kalian berdua duduk dulu di sini ya? Tante akan memanggil Om," Silva tersenyum ramah kepada Excel dan Nindi.
Setelah Silva pergi.
"Wajahnya sangat mirip dengan Bunda kamu ya Nin?" bisik Excel di telinga Nindi.
"Tentu, namanya juga kembar.." Nindi terkekeh pelan mendengar pernyataan dari Excel.
Silva kembali bersama dengan Samuel yang berada di sebelahnya.
Nindi berdiri dari duduknya. Dia berjalan ke arah Samuel yang juga berjalan ke arah kursi.
__ADS_1
"Om.." Nindi memeluk tubuh Sam.
Sam membalas pelukan Nindi. Dia sudah melupakan semua kejadian masa lalu antara Nindi dan juga putri nya.
"Apa kabar kamu nak?" Sam mengelus kepala Nindi saat pelukan sudah terlepas.
"Nindi baik Om.." Nindi tersenyum ke arah Sam.
Mereka semua pun duduk di sofa.
"Om.. Perkenalkan, ini Excel.."
Excel tersenyum ke arah Sam, dan Sam pun membalas senyuman Ex.
"Tante, sekarang kak Rere tinggal dimana?" Nindi membuka topik pembicaraan.
"Kamu mau ketemu sama dia?"ujar Silva.
"Iya.. Nindi kangen banget sama kak Rere,"
"Sebentar," Silva menoleh ke belakang. "Aresha!!!! Aresha sayang!!!!" teriak Silva memanggil putrinya.
Terlihat Aresha yang baru keluar dari kamar berjalan menuruni anak tangga. Dari kejauhan, Aresha dapat melihat Nindi dan juga seorang pria yang sangat asing di mata nya.
"Anindira..." seru Aresha saat sudah berada di lantai bawah.
Nindi berdiri dari duduknya.
"Kakak.." gumam Nindi lirih.
Mereka berdua berpelukan saat Aresha sudah sampai di dekat sofa.
"Kak.. Nindi kangen sama kakak,"
"Kakak juga kangen sama kamu dek,"
Mereka berpelukan dengan erat.
"Daddy..."
**HAPPY READING GUYS..
SEE YOU NEXT PART..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤ TERIMAKASIH 😘
__ADS_1
MOHON MAAF MOM GAK MEMASANG VISUAL YA READER 🙏🏻 HANDPHONE MOM HENG, TOMBOL BACK RUSAK. DOAIN SUPAYA MOM BISA BELI HANDPHONE BARU YA 😢**