Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Kekecewaan Amir,


__ADS_3

Karina melirik tidak suka ke arah Aminah.


"Heh, sifat kakak angkat kamu itu pasti menurun dari Ibu mu. Siapa tahu, jika ibu mu dulu seperti dia, bahkan lebih. Maka dari itu, Ibu kamu mempunyai suami yang pemabuk dan hobi berjudi." kata-kata pedas yang Karina lontarkan untuk Aminah.


"Ma--" ucapan Amir terpotong, karena Aminah dengan cepat menyelanya.


"Tante tidak bisa langsung mengatakan hal buruk seperti itu tentang ibu saya!" Minah berkata dengan nada sedih. Dia melirik Amir sekilas, dan bangkit dari duduknya.


"Jika kehadiran saya di sini hanya untuk di hina, lebih baik saya pulang saja. Mas Amir, Om, saya permisi!" Aminah pergi meninggalkan ruang tamu, tanpa menunggu jawaban dari Amir atau pun orang tua Amir.


"Minah, Aminah!!" Amir berdiri dan dia menatap punggung belakang Aminah yang sudah menghilang di balik pintu.


"Kamu lihat kan, Nak.. Dia itu bukan gadis yang cocok untuk kamu!" Karina berdiri dari duduknya, dan ingin menghampiri Amir


"Stop, Ma! Sudah cukup! Mama menghina Aminah, dan Mama tidak merasa bersalah? Amir gak nyangka Mama akan seperti ini. Kita udah membuat kesepakatan, bahwa Amir akan menikah hanya dengan wanita yang Amir cintai dan pilih. Lalu apa reaksi Mama saat ini? berbeda! Amir jadi bingung, seperti apa lagi wanita yang harus Amir nikahi.." Amir sangat kesal kepada Mama nya.


"Tentu saja seperti Salma. Gadis baik, solehah, punya pendidikan, terlahir dari keluarga yang jelas dan orang tua yang sangat menjunjung tinggi agama." Karin tidak ingin mengalah


"Salma? Mama bilang Salma?. Heh, tidak Ma, sampai kapan pun Amir gak akan menikah jika tidak dengan Aminah. Amir kecewa sama Mama!" setelah mengatakan hal itu, Amir langsung keluar dari rumah orang tuanya. Dia tidak berpamitan kepada Papa atau pun Mama nya. Amir sudah terlanjur kecewa terhadap setiap ucapan yang Mama nya lontarkan, kepada sang gadis pujaan hatinya.


Shidiq berdiri dan menatap kecewa juga ke arah Karina.


"Aku juga kecewa dengan ucapan kamu, Karin." Shidiq pergi dari ruang tamu, meninggalkan Karina yang terdiam di tempat.

__ADS_1


"Kok semua jadi menyalahkan ku sih? Untung saja tadi Umi Salma menelepon kemari, dan memberitahu asal usul gadis pilihan Amir itu. Tidak bisa ku bayangkan, jika Amir nanti menikahi gadis yang tidak tahu asal usul sepertinya." Karin melangkahkan kaki menuju kamarnya.





Di luar rumah.


Amir mengejar Aminah menggunakan sepeda motor nya. Sebab, Aminah sudah menjauh dari halaman rumah orang tua Amir.


"Minah!!" teriak Amir saat melihat Aminah yang berjalan dengan tergesa-gesa


Amir menaikkan kecepatan laju motornya. Sehingga dia bisa mengejar Aminah. Amir turun dari moge milik nya.


"Minah, Aminah tunggu!!!" Amir berlari dan mencekal pergelangan tangan Aminah.


Aminah menghentikan langkahnya dan tidak menoleh ke arah Amir.


"Minah, maafkan ucapan Mama saya tadi. Saya mohon, jangan di ambil hati.." Amir menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


Aminah menoleh sekilas ke arah Amir, dan air mata pun tidak dapat di bendung. Aminah menangis di hadapan Amir.

__ADS_1


"Mas.. Aku memang orang sederhana, dan tidak tahu asal usul ku sebenarnya dari mana. Namun, jika masalah hati aku tidak akan mengkhianati atau pun mempermainkan. Orang tua mu boleh menghina ku, tapi tidak dengan orang tua angkat ku! Aku tidak suka mempermainkan sebuah komitmen dalam hubungan.. Kamu mendengarkan ku, Mas..?" Aminah menatap kedua bola mata Amir dengan deraian air mata.


Amir memberanikan diri mengusap air mata yang jatuh di pipi mulus Aminah. Amir mengusap lembut air mata itu, menggunakan ibu jarinya.


"Minah.. Meskipun orang tua ku tidak merestui hubungan kita, aku akan selalu bersamamu, aku akan menerimamu apa adanya. Jangan hiraukan perkataan Mama ku, tentang penghinaan yang di lontarkan pada mu. Aku akan memberikan pengertian kepada Mama ku dan membujuk nya. Dengarkan aku Minah!! AKU AKAN MENIKAHI MU, APA PUN YANG TERJADI. Hm?" Amir menekan setiap katanya. Dia sangat mencintai Aminah, dan tidak ingin kehilangan wanita idamannya itu.



**Mas Amir sedang memikirkan bagaimana cara membujuk Mama nya 🙈


...


Halo selamat pagi semuanya...


Tak terasa sudah hampir menjelang weekend..


Pagi-pagi udah othor suguhi Mamas Amir, Gimana menurut kalian? 🙈


Happy Reading..


See you next part ❤


Jangan lupa jejak cintanya dan tinggalkan selalu dukungan kalian.😘😘**

__ADS_1


__ADS_2