Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Berpikir dan menentukan jawaban..


__ADS_3

Waktu sangat cepat sekali berlalu, saat ini jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB. Terlihat Amir sudah siap untuk pergi ke rumah Aminah.


"Bismillah.. Semoga Minah menerima ku!!" Amir merapikan pakaian yang dia kenakan, dan juga rambutnya lagi, tak lupa Amir menyemprotkan parfum pada baju yang ia pakai. Setelah dikira cukup, Amir langsung keluar kamar, menuju keluar rumah, untuk segera pergi ke rumah Aminah.


Dengan gaya cool nya, Amir langsung menaiki moge, dan moge tersebut melaju keluar dari halaman rumah milik Amir.


*Moge: Motor Gede


Tak sampai 10menit, motor yang Amir kendarai sudah sampai di halaman rumah milik Aminah. Amir segera turun dari motor miliknya, dan ia merapikan kembali pakaian serta rambutnya.


"Huh.." Amir menghembuskan nafas pelan, saat ini jantungnya sedang berpacu di dalam sana. "Kenapa aku gugup sekali???" gumam Amir pelan..


Dengan tekad yang yakin dan bulat, Amir melangkahkan kakinya ke teras rumah Aminah.


Tok tok tok..


Amir mengetuk pintu beberapa kali.


Amir menunggu, dan tidak ada jawaban. Amir memutuskan untuk mengetuk pintu kembali.


Tok tok tok.


"Assalamualaikum,," Amir mengetuk pintu diiringi ucapan salam.


"Waalaikumsalam..!!!" terdengar seruan Salam dari dalam rumah.


Amir memundurkan badannya, agar tidak terlalu dekat dengan pintu masuk.


Ceklek..


Pintu rumah pun terbuka, dan langsung menampakkan seorang wanita yang sangat seksi, hanya dengan memakai tan-top dan juga hotpants ketat.

__ADS_1


Wanita itu mengembangkan senyum manisnya.


'Astaga, mimpi apa aku malam-malam begini Mas Amir datang ke sini. Oh, pangeran hati ku..' Batin Romlah bergumam.


Amir hanya diam saja dengan menundukkan pandangannya.


"Maaf, mbak Romlah. Aminah nya ada?"


Romlah tersadar dari lamunan konyol nya. Dia memudarkan senyum, yang sedari tadi dia berikan untuk Amir.


"Mas Amir mencari Minah?" tanya Romlah bergantian


"Iya, mbak. Minah nya ada?" ujar Amir sopan


Romlah tidak menjawab ucapan Amir, ia hanya tersenyum miring.


"Mas Amir!maaf nih ya,. Sebelum aku menjawab pertanyaan kamu, bisa gak jangan nunduk aja begitu kepala nya? berasa haram di pandang deh tubuh ku ini!." ujar Romlah kesal


"Maaf, mbak Romlah.. Saya tidak bermaksud begitu," sahut Amir


"Aku pikir Mas Amir datang ke sini mau menemui ku. Tidak tahunya, dia mau menemui anak pungut itu! Huh, kesel deh.!"


Selepas Romlah pergi dari hadapannya, Amir mendongakkan kepala dan hanya menggelengkan kepala saja melihat sifat juga cara berpakaian Romlah.


Tak lama kemudian.


"Mas Amir!! Maaf ya, lama nunggu nya.." Aminah datang menghampiri Amir, yang sedang duduk di kursi panjang teras rumah.


Amir menolehkan kepala, melihat sang wanita idamannya yang kala itu memakai piyama tidur.


"Enggak kok, Minah.." Amir tersenyum manis

__ADS_1


Aminah mendudukkan diri di samping Amir. "Tadi saya sedang mencuci piring, jadi maaf jika Mas Amir kelamaan menunggu saya.." Aminah mengucapkan kata maaf untuk yang kedua kalinya. Dia benar-benar tidak enak dengan Amir, yang sudah mau menunggunya hingga selesai mencuci piring..


"Tidak masalah, Minah. Langsung saja, saya datang ke sini ingin menanyakan hal yang kita bahas tadi pagi.." Amir langsung to the poin mengatakan niatnya.


"Mas! setelah saya pikir-pikir, dan bicarakan dengan Ibu. Sepertinya, saya tidak bisa menerima permintaan Mas Amir, supaya menjadikan saya sebagai istri Mas Amir.." ucap Minah yakin


Jantung Amir seketika berhenti berdetak, dia hanya diam saja mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Aminah.


Aminah yang menyadari terdiam nya Amir, langsung menepuk pundak Amir.


"Mas!!" seru Minah lembut.


Amir langsung tersadar dari lamunannya, hilang sudah harapannya untuk hidup bersama dengan Aminah.


"Minah, apa kamu bisa memberikan alasan untuk jawaban kamu ini?"


"Saya tidak ingin semua orang salah paham, Mas! terlebih lagi Mbak Salma. Saya tidak ingin, Mbak Salma berpikir bahwa karena saya Mas Amir menolak perjodohan itu. Saya tidak ingin di cap jelek Mas, saya ini hanya orang yang menumpang hidup di desa ini, dan tidak tahu asal-usul saya dari mana.." Minah berkata serius dan lirih.


Amir menatap raut wajah sendu Aminah. Dia tidak ingin memaksa Aminah, namun dia juga ingin supaya Aminah bisa menjadi istrinya.


APA YANG AKAN AMIR LAKUKAN???



**Hanya bisa menutup mata 🙈🙈(Amir)


....


HAPPY READING ALL 🤗


SAMPAI JUMPA BESOK,.BYE BYE..

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERIKAN DUKUNGAN UNTUK OTHOR SUPAYA LEBIH SEMANGAT UP 😘😘


terimakasih ❤❤🙏🏻**


__ADS_2