
Salma melirik wajah Rendy sekilas.
"Lagian, Mas Rendy kan baru mengenal saya. Kenapa langsung mengajak ta'aruf?" Salma terkekeh pelan.
"Karena aku percaya, bahwa kamu adalah gadis yang baik, sholehah, sangat pantas untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak," ucap Rendy serius.
Salma menjadi canggung dengan suasana saat ini.
"Kita bisa pikirkan nanti, Mas. Jika kita berjodoh, maka Allah pasti akan menyatukan kita berdua," jelas Salma agar Rendy tidak tersinggung.
Rendy hanya mengangguk pelan, dan tersenyum tipis.
'Semoga saja ucapan kamu itu akan menjadi kenyataan, Salma.. Kita akan berjodoh, karena dari sekian banyak wanita yang mendekati ku, hanya kamu yang mampu menggetarkan hati seorang Rendy Singh," gumam Rendy dalam hati.
Mereka melanjutkan perjalanan dengan terus terdiam satu sama lain.
β’
β’
β’
Di tempat lain.
"Ayo semua berkumpul,," ujar Aresha memberi perintah.
Para pegawai pun berkumpul di ruangan yang biasa mereka pakai untuk istirahat.
"Ada apa, Re?" tanya Susi bingung
"Aku punya kabar gembira untuk kalian semua," Aresha tersenyum lebar.
Para pegawai hanya saling pandang dengan raut penasaran, kemudian mereka menatap Aresha kembali.
__ADS_1
"Aku ingin mengajak kalian semua berlibur," Aresha menyampaikan niatnya dengan nada riang.
"Hore..." sorak semua pegawai berbahagia.
"Berlibur? Kemana?" Susi bertanya lagi.
"Ke Jerman." sahut Resha spontan
"Jerman?"teriak semua para pegawai termasuk Susi syok.
Aresha mengangguk, sedangkan dari kejauhan, terlihat Amir hanya menatap istrinya yang begitu antusias.
"Kalian belum pernah liburan ke luar negeri bersama kan?" tanya Aresha kepada para pegawai.
Pegawai hanya menggelengkan kepala.
"Nah.. Kalian gak perlu khawatir, aku yang akan membelikan kalian semua tiket. Kalian hanya perlu membawa uang sedikit untuk keperluan di sana. Kalau oleh-oleh, biar aku saja yang membeli dan membayarnya. Setuju??" Aresha berbicara seperti tengah mengomando anak buahnya.
"Setuju.." sahut para pegawai dengan senyum lebar yang berkembang di bibir mereka. Mereka sangat bahagia bisa bekerja di butik Aresha dan mempunyai seorang atasan yang sifatnya baik, royal, juga supel seperti Aresha.
***
Leon sedang menelepon seseorang.
"Ada apa?" tanya Leon dengan singkat
π²" Aku sangat merindukanmu. Aku tahu, saat ini kamu sedang sendiri dan pasti butuh seseorang untuk menemanimu. Benar begitu kan?" sahut seorang wanita di sebrang telepon.
"Aku bukanlah pria kesepian!" balas Leon tidak terima.
π²"Ayolah, Leon.. Aku bisa membuat mu melayang ke angkasa, dan aku bersedia menemanimu kapanpun itu," wanita itu berbicara dengan nada manja.
"Sudahlah. Aku tidak butuh semua itu!" Leon menolak.
__ADS_1
π²"Baiklah.. Aku hanya ingin berbalas budi padamu. Jika kamu berubah pikiran, datanglah ke apartemen yang kamu belikan untuk ku,"
Tanpa menjawab, Leon langsung mematikan sambungan telepon. Dia menatap layar handphone, kemudian meletakkan handphone itu di meja.
"Huft!!" helaan nafas Leon terasa berat.
"Kenapa semua masalah datang bertubi-tubi seperti ini? Apa salahku!" keputusasaan Leon.
Dia membaringkan tubuhnya di kamar, sambil memikirkan ucapan wanita yang meneleponnya tadi. Jujur, sebagai pria normal dia butuh penyaluran hasratnya. Apa dia harus menerima tawaran wanita itu? Jika tidak di terima, maka dia bisa tersiksa karena hasrat yang tidak tercapai saat ini.
Leon kembali mengambil handphonenya, dan saat ini dia menghubungi Rendy sang sekertaris.
"Halo, Ren! Lo udah jalan pulang belum?" tanya Leon kepada Rendy, saat panggilan terhubung.
π²"Gue lagi jalan pulang. Kenapa?"
"Jangan lupa tolong ambilkan pesanan Jas gue di butiknya Aresha. Gue ingin memakainya besok, untuk pertemuan dengan klien kita yang dari Malaysia."
π²"Oke. Gue akan langsung ke butik Aresha."
Sambungan di putuskan secara sepihak.
***
**Abang Leon lagi bingung π
...
Happy Reading Guys..
See you next part..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannyaπ
terimakasih ππ»π€**