
Dari kejauhan terlihat Anindira tersenyum melihat seluruh keluarga nya yang sedang bercanda dan sesekali tertawa lepas . Terlebih lagi ada Leon sang pria idaman di sana ..
Nindi berjalan ke arah dimana keluarga nya sedang berkumpul .
"Pasti kak Leon datang untuk kak Rere ." Nindi bergumam sambil melangkahkan kaki nya . "Kita liat aja apa yang akan gue lakuin !" ujar nya licik dengan mempercepat langkahnya
"Hai semua..! Maaf Nindi telat, tadi ada acara sama temen ." ujar Nindi saat sudah sampai di tempat keluarganya berkumpul .
Semua yang berada di sana menghentikan aktivitas nya dan menoleh ke arah Nindi . Namun hanya sebentar, setelah itu mereka kembali melanjutkan aktivitas masing-masing .
Aresha mendekat ke tempat dimana Nindi berdiri .
"Eh Nindi, gak papa kok dek . Ayo sini gabung !" sahut Resha menghampiri Nindi dan mengajaknya ke meja yang sudah di penuhi beberapa menu .
Nindi memasang wajah kesal karena sebenarnya malas berdekatan dengan Aresha .
"Kamu mau makan yang mana dek ? biar kakak ambil kan !" ucap Resha pada Nindi yang sudah duduk di kursi menghadap meja menu.
"Gak usah kak, Nindi bantuin Bunda sama Mami aja . Ntar kalo mau, Nindi ambil sendiri !" Nindi bangkit dari duduk nya dan meninggalkan Aresha yang terbengong di tempat .
"Kenapa dia ?" gumam Resha pelan saat Nindi sudah pergi dari hadapan nya .
Nindi berjalan ke arah Bunda Silvi dan Mami Silva berada .
"Hai kak Leon !" sapa Nindi pada Leon ketika mereka berpapasan saat berjalan .
"Hai !" balas Leon singkat .
Nindi hanya tersenyum hambar .
'Semahal itu bicara kamu ke aku kak ? hanya singkat !" Batin Nindi bersedih .
"Kakak udah dari tadi di sini ?" tanya Nindi berusaha menarik perhatian Leon
Leon yang akan melangkah pun tidak jadi . "Udah !" jawaban Leon pun tetap singkat
__ADS_1
Nindi hanya menganggukkan kepala saja .
"Aku ke sana dulu ya," Leon menunjuk ke arah Resha
Nindi mengikuti arah jari telunjuk Leon, setelah itu ia mengatakan 'oke' .
Leon pun kembali melangkahkan kaki nya menuju Resha .
"Aww...!!"
Belum sampai di tempat Resha, Leon menghentikan langkah nya lagi dan menoleh ke belakang .
Ternyata Nindi sudah terduduk di rerumputan .
"Nindi sayang..." Silvi langsung meletakkan daging ayam yang sedang ia olesi bumbu di meja, kemudian bbberlari kecil ke arah sang putri .
"Aw..,, bun ! pergelangan kaki Nindi sakit !!" Rintih Nindi memegangi kaki nya
Silvi berjongkok di samping Nindi ,
Nindi hanya menggelengkan kepala sambil terus memegangi kaki nya .
Semua orang yang berada di sana pun mendekat ke arah Nindi .
"Ayo Ayah gendong, kita obati kaki kamu !" Zein mendekat ke arah putri sematawayang nya .
"Gak mau !" belum juga Zein menggendong Nindi, Nindi malah mengatakan tidak duluan .
"Sayang, kamu ini apa-apaan ! biar di gendong Ayah aja ya ? kita obati kaki kamu, gak akan sakit kok." Silvi membujuk Nindi
"Gak mau Bun !!" Nindi bersikeras tidak ingin di gendong oleh Zein sang Ayah.
"Lalu bagaimana ? apa kamu bisa jalan sendiri ?" tanya Adzriel mendekat pada Nindi . "Kalo kamu gak mau di gendong paman, biar kakak aja yang gendong kamu !" Adzriel membungkukkan badan nya ingin menggendong Nindi .
"Gak mau kak Adzriel !! Nindi mau nya di gendong kak Leon !!" ucap Nindi lantang, dan itu sukses membuat Leon mengerutkan dahi dan menoleh menatap Aresha yang juga terlihat heran .
__ADS_1
"Leon ?" Adzriel kembali berdiri tegak dan menatap Leon .
"Lo dengarkan Le, apa yang adik gue katakan ? cepetan tolong gendong dia sebelum kaki nya tambah parah !" perintah Adzriel pada Leon
Leon hanya melirik ke arah Aresha bingung, ia tidak ingin Aresha berpikiran macam-macam padanya .
Tanpa sengaja Resha juga menatap Leon dan ia menganggukkan kepalanya tanda 'setuju', Aresha mengerti akan kebingungan Leon saat ini .
Sedangkan Adzriel, ia tidak tahu bahwa itu semua hanya akal bulus Nindi supaya bisa berdekatan dan bisa mengambil perhatian Leon. Adzriel juga tidak tahu bahwa Nindi menyukai Leon ..
Leon pun mendekat ke arah dimana Nindi terduduk, kemudian ia membungkukkan sedikit tubuh nya, mengulurkan kedua tangan dan mengangkat tubuh Nindi . Sekarang Nindi berada di dalam gendongan Leon, sang pemuda idaman.
Mereka berjalan ke arah kursi yang berada di dekat halaman samping rumah di ikuti oleh Silvi dan Zein di belakang mereka, keluarga yang lain masih dalam aktivitas bakar-membakar.
Di dalam gendongan Leon, Nindi mengalungkan ke dua tangannya erat pada leher belakang Leon dan ia memalingkan wajah nya ke samping, kemudian tersenyum licik dan tidak di ketahui oleh Leon yang terus memandang ke depan .
'ini baru permulaan,,' Batin Nindi jahat di selingi senyuman misterius
Lalu Nindi pun diam-diam memandang wajah tampan pangeran impiannya itu.
**Oh abang Leon . Tatapan mata mu menarik hati !!! 🙊🙊
HAPPY READING GUYS ❤
SEE YOU TOMORROW NEXT PART 😍😍
TINGGALKAN JEJAK KALIAN 🔥🔥**
......
Mampir juga ke karya temen Mommy yuk guys , 👇
__ADS_1