Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Ciuman pertama


__ADS_3

Lidia tengah berada di sebuah cafe, bersama dengan Sisil dan juga Bella.


"Sil, gue ke toilet dulu ya. Kalian tunggu di sini sebentar, jangan ninggalin gue." ujar Lidia.


Sisil dan Bella menganggukkan kepala mereka.


Lidia bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju toilet.


"Tujhe dekha to ye jana sanam.. Nananana.." Lidia berjalan ke arah toilet sambil bersenandung menyanyikan lagu india.


Saat hendak masuk ke dalam toilet wanita, Lidia kaget dan menghentikan nyanyiannya. Sebab, tangan Lidia di tarik oleh seseorang.


"Hei! Lepaskan aku!" Lidia berteriak. Toilet sangat sepi, karena itu tidak ada yang mendengar teriakan Lidia.


Lidia semakin terkejut, saat tahu siapa yang menarik tangannya.


"Tu..Tuan Leon," gumam Lidia heran.


Leon hanya menatap Lidia dengan penuh nafsu. Dia menarik tangan Lidia keluar dari lorong toilet.


"Tuan.. Lepaskan tangan saya Tuan!"


Leon terus menarik tangan Lidia yang saat itu memberontak di belakangnya.


"Tuan, Tuan Leon tolong lepaskan saya. Tuan mau membawa saya kemana? Lepaskan saya!" teriak Lidia saat tangannya ditarik oleh Leon.


"Diam lah! Kamu harus menolongku, sebentar saja," Leon berbicara dengan terus berjalan menuju keluar cafe.


Lidia akhirnya diam. Dia tidak merasa curiga dengan tindakan Leon ini.


Leon dan Lidia sudah sampai di parkiran. Leon segera membawa Lidia menuju mobilnya.


"Masuk!" perintah Leon, saat mereka sudah sampai di mobil.


"Masuk?" Lidia mengulangi ucapan Leon.

__ADS_1


Leon yang merasa bahwa Lidia terlalu lama, langsung membuka pintu mobil.


"Masuklah!" perintah dari Leon lagi.


"Tapi-" ucapan Lidia terpotong, karena Leon dengan cepat mendorong tubuh Lidia agar masuk ke dalam mobil.


Leon pun segera menyusul Lidia masuk ke dalam mobil.


Mobil melaju meninggalkan area cafe.


"Tuan! Kita mau kemana? Jangan macam-macam dengan saya!" Lidia waspada.


Leon masih fokus menyetir. "Tenanglah, kenapa kamu takut? Aku hanya membutuhkan bantuan mu sebentar. Duduk, dan diam!" Leon melirik sekilas ke ara Lidia.


Cittt


Rem mobil Leon berdecit.


"Gerah sekali," gumam Leon sambil membuka kemejanya.


"A...!" Lidia memalingkan wajahnya.


Leon tidak menggubris ucapan Lidia. Dia melemparkan kemejanya ke kursi belakang, dan melanjutkan mobil lagi menuju apartemennya. Untung saja apartemen Leon tidak terlalu jauh dari cafe itu. Jika tidak, Leon pasti akan memainkan Lidia di dalam mobil.


"Argh...." erang Leon menahan sesuatu yang sangat sulit untuk ditahan.


"Tuan Leon kenapa?" Lidia menatap wajah Leon, yang sudah di penuhi keringat.


"Perasaan hawanya dingin, tapi kenapa dia kepanasan?" gumam Lidia pelan.


"Aku bilang diam Lidia! Atau kamu mau aku cium di sini?'' gertak Leon karena Lidia terus saja bertanya.


"Cium? Anda ingin mencium saya? Apa maksud anda Tuan??" Lidia menghadap ke arah Leon. Leon melirik wajah Lidia sekilas.


'sangat cantik' batin Leon memuji.

__ADS_1


"Tuan! Jawab saya, anda ingin mencium saya? Jangan-jangan, anda.. Anda ingin berbuat hal buruk terhadap saya??" teriak Lidia di dalam mobil, dan menatap wajah tampan Leon.


Leon menghentikan laju mobilnya. Telinganya panas sekali, karena mendengarkan ocehan Lidia terus menerus.


"Apa kamu tidak bisa diam?" tanya Leon lembut, dengan melepas sabuk pengamannya.


"Saya hanya bertanya, apa anda-" ucapan Lidia terpotong, karena Leon dengan cepat menyambar bibirnya.


Cup


Leon mengecup bibir Lidia.


Lidia terkejut, dia diam mematung sambil memegangi bibirnya sendiri.


'Ciuman pertamaku,' batin Lidia sedih, menatap Leon dengan penuh dendam.


"Sebentar lagi kita akan sampai ke apartemen ku. Jika tidak, maka aku akan melakukannya di sini," ujar Leon tidak bersalah, karena mengambil ciuman pertama dari Lidia.


"Hei, itu ciuman pertama ku. Dasar gila! Dan.. Melakukan? Apa yang ingin anda lakukan padaku? Hah!" teriak Lidia lagi.


"Kamu akan tau sendiri nanti," Leon tersenyum tipis, dia kembali melajukan mobilnya menuju apartemen. Leon tidak lagi memakai sabuk pengamannya, sebab tinggal beberapa meter lagi sudah sampai apartemen.


Lidia memikirkan ide dalam hati, agar bisa lepas dari Leon.


'Aku harus memikirkan cara, agar bisa kabur dari pria gila ini. Tapi bagaimana??' Lidia terus berpikir.


*****



**Leon yang sedang dilanda ketidaknyamanan🙈.


∆∆∆∆∆


Happy Reading guys..

__ADS_1


See you next part, bye bye..


Jangan lupa tinggalkan jejak dan berikan komentarnya🤗🤗**


__ADS_2