
Saat Aresha dan keluarga nya ingin melangkahkan kaki menuju gedung pemotretan..
"Apa kalian semua tidak ada niat untuk mengajakku berfoto juga ?" suara seorang pria dari belakang tubuh Aresha dan keluarga nya.
Sontak mereka semua menoleh kebelakang,
"Kak Leon,," gumam Resha pelan dan terkejut
"Hai.." Leon berjalan mendekat ke arah Resha yang terdiam dan menatap nya tanpa berkedip.
"Are you oke honey ?" Leon bertanya dengan nada lembut saat melihat Resha yang terdiam tak bergerak .
"Hah..!!'' Resha tersadar dari lamunan nya saat Leon memegang tangan milik nya .
"Ini gak mimpi kan ? atau hanya halusinasi ku saja ?" Resha mengedipkan matanya berulang kali .
Leon tertawa lucu melihat respon dari Aresha saat melihat nya .
"Ini itu nyata, real .. kalau kamu gak percaya, bisa tanya kan ke Papi atau Mami kamu,"
Resha pun menatap kedua orang tua nya bergantian, dan terlihat Samuel juga Silva menganggukkan kepala mereka .
"Kakak..." Resha memeluk tubuh Leon , "Rere gak nyangka kakak juga bakalan datang,"
Leon pun membalas pelukan Aresha , "Tentu saja aku akan datang . Demi kamu,," goda Leon ke Aresha
Aresha pun langsung melepaskan pelukan mereka .
"Oh ya ? kalau gitu, hari ini juga aku akan menjawab pertanyaan kakak yang kemarin-kemarin itu,"
__ADS_1
"Pertanyaan ? memang apa yang aku tanyakan ke kamu ?" Leon pura-pura tidak tahu
"Ihh kakak, jangan mulai nyebelin deh," Aresha memukul pelan lengan Leon
Leon pun hanya terkekeh lucu saja,
"Katakan, apa jawaban kamu ?" Leon bertanya serius pada Aresha
"Jawaban ku, mulai saat ini aku bersedia menjadi kekasih kakak," sahut Resha juga serius
"Are you serious ??" Leon masih tidak percaya dengan apa yang Resha katakan
Resha menganggukkan kepala nya malu-malu.
"Akh,, yes !!!"Leon berteriak senang dan bahagia, akhirnya selama beberapa bulan ini usahanya tidak sia-sia untuk semakin dekat dengan Aresha .
Mereka berdua pun berpelukan kembali
Leon dan Resha langsung melepaskan pelukan mereka dengan cepat .
"Sorry om, sangking senang dan bahagia nya," ucap Leon menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil cengengesan
Samuel mendekat ke arah Leon dan Resha .
"Jika memang kamu serius dengan Aresha anak om, maka kamu harus melamar nya dahulu . Kemudian kalau kalian sudah siap menikah, maka segera lah, om dan keluarga akan merestui," ucap Samuel bijak sebagai ayah Aresha
"Baik om, saya mengerti ." sahut Leon mengangguk
"Tapi ingat, jangan terburu-buru untuk segera menikah. Dan kamu jangan pernah menyakiti hati putri kesayangan om ini," peringatan dari Samuel untuk Leon
__ADS_1
"Siap om, saya pasti akan menjaga Aresha dengan segenap jiwa dan raga saya,,"
"Dasar anak muda, bicaranya alay," Samuel menggelengkan kepala dan tersenyum lucu, tidak hanya Sam saja . Silva, kedua adik Sam, Rohan dan juga Adzriel ikut tertawa mendengarkan ucapan dari Leon.
"Ya sudah, ayo kita masuk . Pasti jadwal pemotretan Aresha sudah di ambil orang lain dan kita harus menunggu lagi," Samuel berjalan di depan duluan lalu di ikuti keluarga nya .Kemudian Leon dan Aresha berjalan paling belakang.
"Aku punya sesuatu untuk kamu," Leon menghentikan langkah mereka..
"Apa ?" Aresha pun penasaran
Terlihat Leon merogoh kantung baju kemeja nya, dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru .
"Ini hadiah untuk kamu," Leon membuka kotak berbentuk love itu, kemudian ia mengambil sebuah cincin berlian yang berada di dalam kotak tersebut dan memakaikan nya di jari manis sebelah kanan milik Aresha.
"Thank you so much, kak Leon.." Resha menatap bahagia ke cincin yang sudah terpampang indah di jari nya
Leon hanya menganggukkan kepala sambil mengelus lembut pucuk kepala Resha.
"Ayo kita susul orang tua kamu, nanti mereka mencari kita.." Leon dan Aresha kembali melangkahkan kaki mereka ke arah gedung pemotretan khusus wisuda .
Bonus visual, HOT DADDY 😍😍
**Daddy Samuel ❤❤
HAPPY READING SEMUA NYA ❤
SAMPAI JUMPA DI PART ESOK HARI YA 💃🏼
__ADS_1
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN 🔥🔥**