Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Berbahagia


__ADS_3

Salma duduk di dekat Abi dan Uminya.


"Salma, Abi memanggil kamu karena nak Rendy dan juga Om beserta Tantenya ingin membicarakan hal penting padamu," ujar Abi.


Salma menatap Rendy beserta Om juga Tantenya bergantian.


"Maaf, Mas Rendy.. Ada apa ya?"


"Begini nak Salma.. Kami selaku pengganti dari kedua orang tua nak Rendy yang sudah tiada, datang kemari bermaksud untuk meminang kamu agar menjadi istri untuk Rendy ponakan kami," ujar Bayu menyampaikan niatnya.


"I-istri? Mengapa mendadak?" Salma menatap kedua orang tuanya dengan heran.


"Iya nak. Jadi bagaimana, kamu mau menerima lamaran dari nak Rendy?" Abi bertanya akan keputusan Salma .


Salma bingung harus menjawab apa.


"Berikan Salma dan Mas Rendy waktu, untuk bicara berdua,"


Keluarga Rendy dan kedua orang tua Salma mengangguk setuju.


"Mari, Mas.." Salma berjalan terlebih dahulu, di ikuti oleh Rendy dari belakang.


Sesampainya di halaman samping rumah.


"Mas.. Apa-apaan ini? Menikah? Yang benar saja?"


"Salma, maafkan aku. Mungkin aku terlalu terburu-buru, aku takut keduluan oleh pria lain. Dari pertama bertemu, aku sudah tertarik denganmu.."


"Apa yang Mas Rendy lihat dari ku?"


"Kamu baik, cantik, sholehah, dan juga sopan,'' ujar Rendy jujur.

__ADS_1


"Apa kamu yakin, bahwa aku memiliki seperti itu?" Salma melirik Rendy sekilas.


"Tentu saja," sahut Rendy yakin.


"Aku tidak seperti yang kamu pikirkan, Mas.." Salma duduk di kursi panjang yang berada di dekatnya.


"Salma, jangan merendah seperti itu.." Rendy duduk di sebelah Salma.


"Aku sama sekali tidak merendah. Kamu tahu Mas, aku dulu sangat mencintai Mas Amir, suami Mbak Aresha. Bahkan, aku pernah merencanakan hal buruk agar Mas Amir gagak menikah dengan Mbak Aresha. Aku tidak sebaik yang kamu kira Mas..." ujar Salma putus asa.


"Aku ingin bertanya. Apa kamu sudah mengikhlaskan Amir menikah dengan Aresha?" Rendy menatap wajah cantik Salma.


Salma melirik Rendy sekilas.


"Sudah!" sahut Salma.


"Lalu, apalagi yang kamu pikirkan?" Rendy memiringkan badan agar bisa duduk menghadap ke arah Salma.


"Kita bisa berkenalan dulu bukan? Mengenal lebih dekat lagi," ucap Rendy menawar.


Salma terdiam dan berpikir. Mungkin, inilah saatnya dia harus move on dari Amir.


'Sepertinya Mas Rendy serius ingin menikahi ku. Apa aku terima aja ya? Dengan begini, aku memang bisa belajar melupakan Mas Amir, yang sudah berbahagia dengan Mbak Aresha..' batin Salma berbicara.


"Salma," Rendy menepuk pelan pundak Salma.


Salma terkejut.


"Eh.. Maaf!" Salma menghembuskan nafas pelan. "Aku menerima tawaran kanu, Mas. Tapi aku tidak ingin buru-buru menikah,"


"Tidak masalah.. Kita bisa atur semuanya nanti. Yang penting... Kamu bisa melupakan Amir, dan belajar mencintai ku. Cintaku ini tulus untukmu, Salma.."

__ADS_1


Salma terdiam dan menatap Rendy tanpa berkedip. Sungguh dia sangat terharu di cintai oleh pria hingga begini. Dulu, dia yang mengejar seorang pria, tapi sekarang pria lah yang mengejar dirinya.


"Aku percaya, Mas.. Intinya jangan pernah mengecewakan ku," Salma tersenyum tipis.


"Ayo kita masuk, seluruh keluarga pasti bahagia mendengarkan jawaban darimu," Rendy bangkit dari duduknya, di susul oleh Salma.


Salma tersenyum, mereka berdua berjalan menuju ke dalam rumah.


Di dalam rumah.


"Bagaimana nak? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Umi saat Salma sudah duduk di sampingnya.


"Salma bersedia menerima pinangan dari Mas Rendy, Mi. Tapi, menikahnya jangan terlalu buru-buru. Salma dan Mas Rendy ingin mengenal lebih dekat terlebih dahulu," ucap Salma sambil menundukkan kepala. Dia tersipu malu.


"Alhamdulillah...." ucapan serempak dari keluarga Rendy dan juga kedua orang tua Salma.


Mereka semua tersenyum bahagia.


...


Happy Reading guys..


Sampai jumpa di Bab selanjutnya 😘


bye bye...


Jangan **lupa untuk meninggalkan jejak dan juga dukungannya, terimakasih ❤.


∆∆∆∆∆∆


Mampir ke novel karya temen Mom yuk**..

__ADS_1



__ADS_2