Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)

Hasrat Sepupu (Pengkhianatan)
Menjelang Pernikahan


__ADS_3

2 bulan sudah berlalu.


Saat ini dikediaman Nugraha sangat ramai sekali, sebab seluruh keluarga sedang ikut menyibukkan diri menjelang pernikahan Aresha dan juga Amir.


Aresha telah selesai menggunakan busana pengantinnya, dia sekarang berdiri menatap pantulan dirinya di cermin.


"Lebih indah dari busana pernikahan ku dengan kak Leon waktu itu," gumam Aresha pelan.


Ceklek


Pintu terbuka, dan Aresha menoleh ke arah pintu.


"Nindi..." ucap Resha pelan.


Semenjak dirinya telah pulih dari hilang ingatan, Aresha maupun Nindi sama-sama belum bertemu. Dan saat inilah pertemuan pertama mereka setelah beberapa bulan berpisah dan setelah kejahatan yang sudah Nindi lakukan kepada Aresha.


"Kak Rere.." Nindi berjalan pelan menggunakan tongkat, air matanya sudah menetes begitu deras. Di belakang Nindi ada Silvi, Zein, Adzriel dan juga Silva.


Aresha berjalan pelan ke arah Nindi begitupun sebaliknya. Saat sudah sampai di hadapan Aresha, Nindi langsung membuang tongkatnya dan bersujud di kaki Aresha.


"Kak Rere... Maafin Nindi kak.. Nindi menyesal... Hiks.. Hiks.." Nindi menangis sejadi-jadinya.


Aresha tidak bisa menahan kesedihannya, dia tidak menyangka bahwa Nindi akan mendapatkan balasan seperti saat ini.


"Nindi sudah merasakan semua karma akibat kejahatan Nindi.. Nindi lumpuh, Nindi keguguran, dan Nindi kehilangan kak Leon.. Hiks.. Dokter bilang, bahwa Nindi akan sulit lagi hamil dan mempunyai keturunan... Hiks" Nindi terisak


Aresha buru-buru menghapus air mata yang menetes di pipinya..


"Nindi..." panggil Rere lembut, sambil menegang pundak Nindi dan membantu Nindi berdiri.


"Kakak sudah memaafkan kamu, dek. Kakak tahu kamu khilaf dan kamu tidak ingin kehilangan kak Leon.. Hanya saja, cara kamu yang salah dalam merebut kak Leon dari ku," ujar Aresha lembut sambil menghapus air mata di pipi Nindi.


"Lihat kakak.." Aresha menaikan dagu Nindi, agar Nindi menatap matanya.


"Sebuah ketulusan terpancar di mata kakak, kakak memang sudah memaafkan kamu, dek. Sekarang, kamu tidak perlu merasa bersalah lagi atau pun merasa seperti menanggung beban yang berat. Jangan memikirkan apapun lagi, jaga kesehatan dan teruslah berusaha sembuh agar kamu bisa jalan normal seperti biasa kembali," Aresha memberikan semangat kepada Nindi, dan dia mencium kening Nindi dengan sangat lembut. Aresha menyalurkan kekuatan agar Nindi tetap semangat dan tidak di bayang-bayangi oleh kejahatan yang sudah dia perbuat.


Nindi menegang kedua tangan Rere.


"Terimakasih kak, terimakasih.. Nindi sangat malu.. Nindi benar-benar menyesal, dan Nindi akan bertobat,," Nindi masih terisak.


"Bagus jika kamu mau menyadari semua kesalahanmu, dan juga mau bertobat lalu berubah menjadi lebih baik lagi.." Aresha tersenyum tulus


Mereka berdua berpelukan diiringi tangisan. Aresha sangat-sangat tidak tega melihat keadaan Nindi yang sekarang. Tubuhnya semakin menyusut, mungkin karena Nindi terlalu banyak pikiran.


"Sayang.." Silvi mendekat ke arah Aresha dan Nindi.


Pelukan Aresha dan Nindi terlepas.


"Tante, Om, dan juga Nindi datang kemari sekalian ingin berpamitan untuk pergi ke luar negeri. Kami akan tinggal di sana, karena Om kamu harus mengurus bisnisnya yang berada di sana." ujar Silvi memeluk tubuh Nindi dari samping.

__ADS_1


"Luar negeri?" ujar Rere mengulang ucapan Silvi


Silvi dan Nindi menganggukkan kepala bersamaan.


"Baiklah, Tante. Hati-hati dijalan, Rere pasti akan sangat merindukan kalian semua.."


Mereka bertiga pun berpelukan.


"Kamu sangat baik sekali, nak.. Mau memaafkan kesalahan fatal Nindi yang sudah di perbuat kepadamu." Silvi menatap haru ke arah Rere.


"Tante, memaafkan adalah tugas manusia. Setiap manusia mempunyai kesalahan baik itu besar ataupun kecil. Kita harus memberikan kesempatan, untuk seseorang yang ingin memperbaiki dirinya bukan?" Aresha berbicara tanpa kebencian sambil tersenyum.


"Apa sudah selesai? Mempelai pria sudah sampai. Ayo kita turun, Nak.." Silva datang dan menuntun Aresha dari samping..


Silvi dan Nindi tersenyum senang, akhirnya beban di pikiran mereka telah terangkat dan mereka merasa lega. Aresha benar-benar memiliki hati seperti malaikat, baik, tulus dan mampu memaafkan tanpa mendendam atau membenci.


Mereka semua turun ke lantai bawah untuk menyaksikan ijab kabul Aresha dan juga Amir.





Di bawah, Amir sudah duduk berhadapan dengan penghulu, hanya dibatasi oleh meja saja.


"Ma.. Amir gugup," ucap Amir kepada sang Mama yang berada di sampingnya.


Amir hanya menganggukan kepala.


Tak


Tak


Tak


Suara hentakan heels terdengar nyaring menuruni anak tangga. Para tamu dan juga Amir menatap kagum ke arah tangga. Bagiamana tidak, Aresha turun dengan anggunnya menggunakan busana pengantin berwarna cokelat yang menjuntai hingga kelantai.


Aresha terus berjalan menuju meja ijab kabul dengan di tuntun perlahan oleh Silva sang Mami.


Setelah sampai di meja penghulu, Silva mendudukkan Aresha di samping Amir.


"Semoga ijab kabulnya berjalan lancar," Silva berbicara dengan senyum mengejek ke arah Amir.


Amir hanya diam saja, saat ini dia grogi sekali.


"Bagaimana, apa sudah bisa dimulai ijab kabulnya?" penghulu menatap Amir dan Rere bergantian.


Amir dan Aresha menganggukkan kepala bersamaan.

__ADS_1


"Baiklah, kita mulai.."


Samuel mengulurkan tangan kanannya ke arah Amir, dan Amir menerima uluran tangan calon Ayah mertuanya itu.


"Wahai saudara Amir Arsalaan bin Shidiq Arsalaan, saya nikahkan dan kawinkan putri saya Aresha Raiqa Nugraha binti Samuel Nugraha, kepada mu, dengan mas kawin sebuah pertambakan ikan dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" ucap Samuel sebagai Ayah kandung dari Aresha dengan suara lantang


"Saya terima nikah dan kawinnya Aresha Raiqa Nugraha binti Samuel Nugraha dengan mas kawin tersebut tunai!!" Amir pun tak kalah mengeluarkan suara lantangnya.


"Bagaimana para saksi? Sah!"


Sah


Sah


Sah


Suara Sah menggema di dalam rumah Nugraha. Mereka melanjutkan berdo'a dan Aresha mencium punggung tangan Amir, kemudian Amir mencium pucuk kepala Rere. Lalu Amir menyematkan cincin ke jari manis Aresha.


Dari kejauhan terlihat Leon dan Salma, yang sama-sama sedih menyaksikan acara pernikahan seseorang yang sangat mereka cintai itu.


Sementara Nindi, Silvi dan Zein. Setelah menyaksikan acara ijab kabul Aresha yang berjalan lancar, mereka langsung pergi meninggalkan kediaman Nugraha. Nindi akan mencoba melupakan Leon dan membuka lembaran baru nya di luar negeri nanti. Nindi berjanji akan menjadi wanita yang baik dan akan merubah sifat jahatnya itu.


...


**Halo selamat pagi para pembaca setia Hasrat Sepupu 🤗🤗


Mom ada kabar nih, bahwa cerita Leon, Salma, Rendy sekertaris uwuw, dan juga kelanjutan tentang kebahagiaan Aresha juga Amir akan Mom kemas menjadi satu di novel ini..


Pantengin terus cerita ini ya bestie, jangan bosan dan selalu berikan dukungan 😘 LOVE SEKEBON UNTUK KALIAN SEMUA ❤❤


....



Gaun pengantin Aresha 😍



Nyonya Amir Arsalaan 😘😘





Happy Reading..


See you next part bye bye...

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH, FAVORIT, DAN JUGA RATE 5 NYA 😘😘 terimakasih**..


__ADS_2