
PEMBUKAAN
(The wolf Man)
Seperti kebanyakan Klan Mafia lainnya, Wolf Man adalah nama julukan dari seorang pimpinan mafia bernama Reza Pratama Abute. Pria Italia yang tinggal di Inggris, dikenal sebagai pria adil yang sangat berambisi untuk mempertahankan kekuasaannya. Wolf Man begitu berkuasa bukan hanya di Manchester dan Sisilia tempatnya lahir, tetapi juga di sepenjuru kawasan Eropa.
Seperti juga para mafia-mafia lainnya, Wolf Man memimpin kerajaan bawah tanah raksasa yang menguasai berbagai kegiatan bisnis ilegal perjudian, taruhan pacuan kuda, dan lain-lain. Mendapatkan julukan wolf man, karena sifatnya keras, dan kejam. Baginya membunuh adalah perbuatan yang halal di lakukan. Dia tak segan-segan menghabisi musuhnya, mencabik-cabiknya hingga tak tersisa untuk menciptakan keadilan versinya.
****
Pada tahun 1935, Emmanuel Oxley mendapatkan gelar dokter umum di universitas London. Lulus sebagai mahasiswa muda, yakni di usia ke 20 tahun dia langsung melanjutkan ke Netley untuk mengikuti pendidikan ahli bedah khusus Angkatan Darat. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Emmanuel di tugaskan menjadi asisten ahli bedah dan di kirim ke Afganistan untuk membantu merawat para prajurit sekutu yang berperang di sana.
Sepanjang perang dunia ke dua, dirinya telah banyak membantu bukan hanya merawat tentara sekutu yang terluka, tetapi juga tentara lainnya bahkan musuh.
Pada tahun ke tiga menjadi petugas medis perang, resimennya di pindahkan ke Jepang, dipindahkan lagi pada tahun ke empat ke Jerman, dan dipindahkan lagi ke Italia dan menetap di Roma hingga perang dunia ke 2 berakhir.
Saat perang Vietnam pecah, dia sempat di kirim kepangkalan militer sekutu untuk membantu Amerika melawan komunis Vietnam. Disana, dia berjuang bersama mereka dalam pertempuran yang fatal di Hanoi dan sialnya dia tertembak di bagian paha dan harus di pulangkan. Namun, alih-alih di pulangkan ke Manchester, dirinya justru kembali ke Roma hingga perang Vietnam berakhir.
Setelah cukup lama menetap di Italia, pada tahun 2000 akhirnya dia dapat kembali ke Inggris dengan jaminan penuh dari kerajaan Inggris. Mendapatkan gelar pahlawan dan hadiah berubah materi dari sang Ratu. Namun, sebelum dirinya benar-benar kembali ke Inggris tanpa di sengaja, Emmanuel melihat seorang bocah 11 tahun dengan kulit banyak luka, kedinginan, pakaian kotor, tubuh kurus kerempeng sedang menuntun seorang bocah yang usianya sekitar 7 tahun. Kedua bocah lelaki itu terlihat sangat kelaparan, itu di perjelas dengan keduanya yang berlari dari satu tempat sampah ke tempat sampah lainnya untuk mengais sisa-sisa makanan. Tak perduli itu kotor atau tidak, tidak perduli itu sudah di kerumuni tikus atau tidak. Kedua bocah itu melahap sisa-sisa makanan yang di buang di dalam tempat sampah berbau busuk itu.
Dari sekian banyak gembel yang, ia temui di jalanan Roma, Italia hanya dua bocah laki-laki itu yang berhasil membuat hati Emmanuel terketuk. Dari pertemuannya dengan dua bocah itu, dia menunda kepulangannya ke Manchester, hanya untuk mendapatkan hak adopsi dari kedua bocah lelaki yang di ketahui bernama Reza Pratama Abute, dan Christopher Abute.
__ADS_1
Awalnya pengadilan Roma tidak mengijinkan Emmanuel mengasuh kedua bocah lelaki itu, karena usianya yang tak lagi muda. Terlebih, dia juga adalah mantan prajurit yang pernah ikut perang di wilayah Italia. Membuat semakin sulit untuk mendapatkan hak adopsi kedua bocah itu.
Sebenarnya, Emmanuel bukanlah sosok penyayang seperti itu. Dulu sewaktu di medan perang, dia di juluki sebagai 'Bad Dokter' karena sifat dan sikapnya yang cuek, dingin, dan anti sosial.
Namun, entah mengapa saat melihat kedua bocah itu, hati Emmanuel rasanya menjerit perih. Tak tega meninggalkan kedua bocah itu di sana sendiri dengan keadaan cuaca kota Roma yang sering berubah-ubah. Selama lebih dari satu bulan, Emmanuel mati-matian membuktikan kepada hakim jika dirinya pantas mengadopsi kedua bocah itu.
Melihat kesungguhan yang, Emmanuel tunjukkan kepada pengadilan akhirnya pengadilan Roma mengijinkan kakek tua itu membawa Reza, dan Chris keluar dari Italia. Emmanuel begitu bergembira. Di dalam ruang pengadilan, dia langsung menghambur memeluk kedua anak-anak barunya setelah mendengar palu hakim di ketuk.
Setelah melalui penderita dan rasa sakit yang amat mendera, kedua bocah itu kembali hidup normal dengan orangtua barunya. Kini, kedua bocah itu berhak mendapatkan gelar marga Oxley di belakang nama mereka, dan menghapuskan marga Abute sekaligus membuang sialnya. Reza juga mengganti nama tengahnya dengan nama "Eerste" yang bermakna sama "Pertama" namun dalam bahasa yang berbeda.
Meski kehidupan mereka telah kembali normal, bahkan lebih normal tetapi jalan hidup mereka tidak lah sama. Seperti yang kini ketahui jika, Reza saat ini lebih memilih menjadi seorang miliarder muda dengan perusahaan persenjataannya yang terkemuka. Lain halnya dengan, Chris yang lebih memilih mengikuti jejak sang ayah baptis menjadi seorang dokter. Meskipun begitu, Emmanuel tak pernah membeda-bedakan kasih sayang kepada mereka. Walaupun kenyataannya, dia lebih menyayangi Reza ketimbang Chris karena otak Reza yang amat jenius sepertinya dulu sewaktu masih muda.
Kebahagiaan yang di rasakan kedua bocah kakak beradik itu tak berlangsung lama. Pada tahun 2016, Reza dan Chris harus merelakan ayah baptis meninggal setelah melawan kanker tulang stadium akhir yang telah dia derita selama lebih dari empat tahun. Duka yang amat mendalam menerpa keduanya. Beberapa hari, baik Reza maupun Chris tak dapat di ajak bicara. Mereka amat terpukul akan kehilangan sosok yang paling berharga di hidup mereka.
****
Desa yang berbatu-batu dan menghadap ke kegelapan Laut Mediterania di sisi Sisilia. Jones duduk dengan segelas anggur di depannya, memandangi seorang pria paruhbaya berkumis tipis, wajah besar berlemak yang angkuh, dan perut buncit sedang memakan steak dan segelas anggur yang langsung di buat dari pabriknya.
"Katakan padanya, tuan Anderson," seru pria paruhbaya kepada Jones dengan nada suara yang begitu angkuh bagaikan sedang menantang Jones untuk duel. "Aku tidak akan pernah bekerjasama dengan Klan Abute lagi. Lihat sekeliling mu. Aku sudah kaya, dan tak sudi membantu kalian semua."
"Sepertinya kau sudah lupa diri Aleandro?" Jones memicingkan matanya tajam menatap paruhbaya itu.
__ADS_1
"Aku sudah kaya raya. Aku tidak butuh Reza untuk bisnis ku. Aku bahkan bisa membeli seluruh bisnisnya termasuk Oxley General yang menjadi tamengnya menutupi profesi aslinya." Tak perduli bagaimana reaksi yang di perlihatkan Jones. Paruhbaya itu tergelak, terus memakan steak di depannya dengan lahap.
Jones bangkit dari duduknya. Mengancingkan jasnya dan meraih tas miliknya. "Baik jika seperti itu. Aku pamit, semoga kau selalu bahagia." Memutar tubuhnya dan berjalan menuruni anak tangga perlahan-lahan meninggalkan paruhbaya yang tersenyum angkuh kepadanya.
"Lihat pencundang itu. Karena sekelompok hacker sekarang mereka terlunta-lunta tak jelas. Bahkan mengemis bantuan dari ku." Paruhbaya itu berkata kepada kedua bodyguardnya yang berdiri setia menjaganya di belakang dengan senapan laras panjang di pelukan mereka masing-masing.
Tak lama setelah kepergian Jones, paruhbaya itu bangkit dari duduknya karena mendengar suara helikopter yang terbang rendah di pekarangan rumahnya yang di tanami pohon anggur berhektar-hektar luasnya. Kepalanya menengadah, menegaskan apa yang di lakukan oleh helikopter berwarna merah itu di rumahnya.
Sejenak dia berpikir itu adalah anak buahnya yang sedang menyiramkan pestisida ke tanaman anggur. Lalu, dia segera menampiknya saat sadar jika baru dua hari lalu pestisida itu di siramkan ke tanaman anggurnya.
"Apa yang mereka siramkan, Pedro?" tanyanya kepada kedua bodyguardnya.
Kedua bodyguardnya itu mengedus-edus. Mencium bau yang menyeruak dari air yang di siramkan oleh helikopter berlogo Oxley General.
"Sialan." Ini bau bensin. Pria paruhbaya itu sekarang sadar, jika helikopter itu milik Reza. "Cepat panggil yang lain." Paruhbaya itu kelabakan bukan main. Dia segera memerintahkan anak buahnya untuk menghalangi apa yang akan di lakukan Jones kepada perkebunan anggurnya.
Namun, sayang belum para anak buah mereka bekerja memperbaiki keadaan. Di ujung gerbang pintu masuk, Jones berdiri dengan senyum yang terukir indah di bibirnya. Tangannya terangkat, merogoh kantung celana bahannya. Mengeluarkan sebuah pemantik besi buatan dari Mexico.
Dia menyalakan pemantik itu, beberapa detik memandangi api yang nyalah dan terasa panas. Tubuh memutar, dia kembali berjalan seraya melemparkan pemantik itu ke belakangnya. Dan, seketika itu juga api menjalar membakar habis lahan pertanian anggur milik paruhbaya yang angkuh dan tidak tahu diri itu.
"Kau harus ingat, tuan Reza yang telah memberikan semua ini kepadamu. Dan, tuan Reza juga yang berhak mengambilnya darimu."
__ADS_1
"JONES BAJINGAN!"
TO BE COUNTINUE...