
"Jelaskan secara rinci, Jones." Reza begitu tertarik dengan perkataan Jones tadi. Dia memutar tubuhnya dan meletakan botol air mineral dan duduk di kursi meja makan.
"Saat itu, ayahnya menghilang bersama aktivis lainnya saat melakukan demonstrasi dan kritik kepada pemerintah dengan tiga orang teman sesama aktivisnya. Dan, saat itu pula perekonomian keluarga Stella berantakan. Kakak lelakinya baru saja masuk SMA, sementara kakak perempuannya masih berada di tingkatan SMP dan SD..." Jones menjeda ucapannya, menarik kursi meja makan dan ikut duduk bersama dengan Reza di sana.
"Lanjutkan."
"Sir, aku hanya mendapatkan setengah informasinya saja. Sisanya masih anak buah ku cari tau."
Reza mengangkat tangannya. Mengintruksikan Jones untuk terus bicara. "Katakan apa saja yang kau ketahui," katanya begitu antusias dan tak sabaran.
"Untuk menutupi semua kebutuhan keluarganya, ibunya menjual Stella kepada Cyberfriend. Stella di sekap sampai usianya menginjak 10 tahun, dan di kembalikan kepada keluarganya lagi, tetapi dalam bentuk lain."
Alis Reza mengerut.
"Bentuk lain?"
"Otaknya di cuci. Selama lebih dari lima tahun Stella di sekap, dia di ajarkan yang namanya dunia cyber. Dipaksa menghapal apa yang semestinya bukan untuk tingkatan usianya. Bisa di bilang, Stella di paksa besar sebelum waktunya."
Mendengar perkataan Jones, Reza tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Jadi otak cemerlang itu bukan hasil genetik dia lahir, tetapi paksaan yang menyakitkan. Sungguh, Reza tak dapat membayangkan bagaimana Stella di paksa untuk menjadi seorang kriminal jaringan di usianya yang masih begitu belia.
"Ketika dia di kembali kepada keluarganya, Cyberfriend terus mengawasinya. Ia diminta untuk melakukan ini itu sesuai arahan Cyberfriend, dan ajaibnya tanpa di paksa Stella menuruti."
"Itu karena otaknya sudah di kuras." Reza memotong ucapan Jones, dan kepala Jones mengangguk mengamini.
"Di usianya ke dua belas tahun, aksinya dimulai. Stella yang pada saat itu masih bernama Nadila, di perintahkan untuk meretas sistem komputer sekolahnya. Mengeruk uang sekolah hingga habis dan menyerahkan semuanya kepada Cyberfriend. Lalu setelah berhasil, Stella di perintahkan oleh Cyberfriend untuk meretas dan mencuri uang di sebuah swalayan dan tak tanggung-tanggung bocah itu mengambil uang dari swalayan sebesar 75 juta, yang saat itu masih begitu besar di jamannya."
__ADS_1
Mata Reza mengerjap-ngerjap cepat. Tiba-tiba aura panas menyelimuti tubuhnya, ia melepaskan dua kancing kemejanya dan mengatur sedemikian rupa agar posisi duduknya nyaman.
Sementara itu Jones, yang duduk tepat di hadapannya hanya memasang wajah tanpa ekspresi. Meletakan tangannya diatas meja dan menautkan satu sama lain. Di seperti seorang yang sedang menghapalkannya sesuatu di benaknya.
"Dan..." Deru napasnya terdengar memburu, Jones terlihat tak kuasa melanjutkan ceritanya kepada sang majikan. Lidahnya tiba-tiba mati rasa dan begitu keluh hingga sulit untuk berucap satu kata pun.
"Apa?"
Jones melirik Reza. Mata birunya mengunci pandangan kearah Jones nanar. Penuh selidik dan pertanyaan yang menuntut jawaban.
"Saat usianya menginjak luka belas tahun, kesucian Stella di renggut paksa oleh ketua Cyberfriend. Dia bukan hanya di paksa melakukan tindakan kejahatan cyber, tapi juga harus melayani nafsu para bedebah itu."
Seketika Reza tersentak kaget mendengar ucapan Jones. Napasnya terdengar memburu. Jones juga melihat Reza mengepalkan tangannya erat. Seperti marah mendengar ucapannya.
"Apa itu?"
Jones menarik garis bibirnya tegas. Menatap tuannya lekat-lekat, menelisik wajahnya sejenak. Jones tau, Reza begitu penasaran akan sosok Stella bukan hanya karena merasa dia adalah dalang dari pembobolan sistem Oxley General, tetapi karena ada rasa yang timbul di dalam hati tuannya, hingga membuat dia begitu penasaran akan sosok gadis itu.
"Dandelion666 adalah nama akun dari orang yang mengirimkan bukti kejahatan Joseph, dan 10 tahun yang lalu akun itu juga yang mengirimkan bukti kejahatan Cyberfriend."
Mulut Reza terperangah tidak percaya. Akal sehatnya berlahan-lahan seperti mulai pergi meninggalkan raganya. Membuat dia hilang akal.
"Jadi maksud kau..."
"Mungkin memang benar Stella lah dalang pembobolan perusahaan anda, Sir."
__ADS_1
Reza berdecak tidak percaya dengan ucapan Jones. Dia menengadahkan kepalanya menatap langit-langit rumah sambil tetap terperangah tak percaya.
"Are kidding me?" Teriaknya.
"Sir, Joseph mengirimkan bukti-bukti itu kepada mu. Dia juga menyertai bukti, jika memang Stella lah dalang dari peretas sistem mu."
"I no, Jones." Reza berdiri dan mengebrak meja keras.
Jones diam, tetapi sedikit dia tidak tersentak kaget.
"Aku tau jika Stella yang meretas sistem ku. Karena aku pun adalah anggota Anonymous. Dia mencuri data ku untuk menjualnya kepada Big Bos untuk mendapatkan uang senilai 2 triliun rupiah." Mengangkat tangannya dan jarinya membentuk angka dua.
Reza membuang pandangannya. Memejamkan matanya dan meminjat-minjat keningnya dengan frustasi.
"Sir, jika kau tau dia adalah orangnya mengapa kau amat marah sekali."
Kembali Reza menoleh dan menatap Jones dengan mata melotot, nyaris keluar.
"Mengapa kau bilang? Jika bukti itu sampai di beberkan kepada polisi, Stella pasti akan di tahan di penjara internasional, di bakal di adili sesuai hukum negara. Dan kau tau apa? Itu tandanya, aku kehilangan satu penghianat Jones. Aku yang seharusnya menahan Stella dan menghukum dia dengan hukum yang telah di buat keluarga Abute. Itu tradisi ku, dan aku sudah bersumpah dengan darahku."
Jones menahan napasnya, memejamkan mata dan tetap mendengarkan makian tuannya. Dia tau, tradisi aneh keluarga Abute. Dia masih mengingat perjanjian dan tradisi kuno itu, yang mengharamkan seorang yang telah menjatuhkan dinasti keluarga Abute untuk di adili di tempat lain. Semua keturunan Abute sudah di sumpah untuk melanjutkan tradisi aneh untuk menghukum musuh-musuh mereka dengan tangan sendiri dengan kejam, dan jika satu saja musuh itu lepas darinya maka niscaya kutukan akan datang kepada keturunan Abute. Mau percaya atau tidak dengan tahayul itu, tapi Jones sudah mengikutinya lebih dari lima tahun. Dan lelaki itu juga sudah banyak menyaksikan kematian-kematian mengenaskan baik dari tangan dia sendiri ataupun Reza untuk mempertahankan tradisi aneh itu dan mencegah kutukan yang belum tentu nyata itu. Dan, sekarang entah mengapa Jones merasakan kutukan itu akan benar-benar terjadi kepada keturunan Abute. Bukan kutukan mengerikan seperti yang selama ini menjadi ketakutan terbesar dalam hidup Reza. Tapi kutukan mengerikan yang mungkin akan membuat Reza lepas dari dunia hitam mafia.
"Sir, apa kau takut Stella lepas dari hukuman mu atau kau takut kehilangan gadis itu?"
TO BE COUNTINUE
__ADS_1