Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Episode 46


__ADS_3

Dingin menusuk tulang-tulang, persendian, bahkan nadi. Saat semua orang berkumpul untuk menyelamatkan saudara lelaki Leo bernama Xiaonai. Mereka membentuk lingkaran, saling memandangi satu sama lain. Rendy terlihat cukup baik, untuk menjadi kapten sekaligus pimpinan untuk aksi penyelamatan kali ini. Maka dengan sopan, Jones meminta lelaki muda itu untuk menyampaikan strateginya.


"Oke. Saya dan anak buah saya akan masuk melalui pintu depan. Sementara kamu, dan anak buah kamu kepung dari pintu belakang." Menunjuk ke arah pintu ganda dengan penjagaan super ketat, kemudian beralih menunjuk kearah belakang rumah. "Kamu memiliki senjata terbaik di Eropa buatan Oxley General, saya harap anak buah kamu bisa langsung melumpuhkan para penjaga itu."


Jones tersenyum. Rupanya, lelaki itu sedang merendahkan produk buatan Oxley General. Maka dengan angkuh, ia melipat jas navynya. Memperlihatkan gelang hitam yang ternyata adalah smartwatch.


"Gentleman, it's show time." Tanpa ragu Jones menekan gelang hitamnya. Sedetik kemudian jam itu berubah menjadi lengan baja robotik. Lengan baja robotik itu pun langsung mengeluarkan sejenis drone berbentuk pesawat kecil yang langsung terbang menujuh rumah kayu tersebut.


Semua mata tertuju kemana drone mini seukuran kupu-kupu itu terbang. Ada tiga drone yang langsung keluar dan terbang dari dalam lengan robotik. Terbang begitu kencang dan berhenti tepat di depan dua wajah penjaga pintu, satu orang penjaga yang sedang berdiri di halaman, dan satu penjaga yang berada di teras.


Jones menekan lengan robotik yang menampilkan kamera langsung dari drone tersebut. Tangannya dengan lincah menekan-nekan lengan robotik yang ternyata memiliki teknologi android canggih. Ia mengaktifkan mode senjata, terus mengetik-ngetik tangan robotik android itu hingga muncul bacaan 'luncurkan'.


"Oke guys, mungkin gaji ku akan di potong saat tau produk baru buatan Oxley General aku curi. Namun, biarkan saja. Dan sekarang, dengan bangga aku mempersembahkan..." Menjeda ucapannya sejenak, dan langsung mengklik bacaan 'luncurkan'. "Mantan Mertua."


Dor... Dor... Dor


Seketika drone tersebut memuntahkan isinya. Menembak secara membabi-buta semua penjaga yang berada di luar sana. Mereka langsung ambruk, dengan luka tembak di beberapa titik bagian. Namun, satu yang sama mereka tertembak di bagian titik nadi yang langsung membuat mereka tewas seketika.


"Kau ingin mereka mati, bukan tuan?" Jones menatap Rendy yang terpukau dengan senjata baru buatan Oxley General. "Mereka sudah mati. Kini giliran mu. Kabari aku jika kau menemukan Xiaonai. Aku akan mengurus bagian yang itu." Menunjuk dengan matanya kearah gerombolan lelaki yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang rumah dengan senjata mereka masing-masing


Jones langsung berlari, menghajar mereka tanpa ampun. Ia memperlihatkan jurus karate, dan ninjutsu yang ia miliki. Sementara itu Rendy, juga di temani Roy sahabat Leo melakukan pengintaian terlebih dahulu menggunakan drone mini miliknya, untuk mengintai keadaan di dalam rumah itu sebelum mereka masuk ke dalam.

__ADS_1


Saat mereka berdua masih memindai dan mengintai isi di dalam rumah penyekapan Xiaonai. Jones terus bertarung melawan para penjaga yang memiliki tubuh jauh lebih besar dibandingkan dirinya. Ada sekitar lima belas orang penjaga yang tanpa ampun menghajar Jones, tetapi dengan mudahnya Jones dapat melawan. Tak butuh waktu lama, dia telah menghabisi semua penjaga itu. Dan untuk finisnya tanpa merasa ngeri atau jijik, Jones jongkok di depan seorang penjaga yang tubuhnya paling besar. Mengeluarkan pisau lipat dari dalam kantongnya dan langsung mencongkel mata penjaga itu.


"Damn it." Teriaknya saat cipratan darah muncrat mengotori kemeja hitam berbalut jas navynya. Dia mengelap cipratan darah itu mengenai sapu tangannya. Setelah mendapatkan bola mata itu, Jones mengeluarkan lagi sebuah kotak kecil dari dalam saku jas. Memasukan bola mata tersebut sambil tersenyum menatap mayat penjaga yang matanya telah ia congkel.


"Tuan Oxley akan menyukai hadiahku. Hitung-hitung ini sebagai permintaan maaf karena aku telah mencuri mantan mertua." Berdiri dan segera menyusul Rendi dan Roy di dalam rumah.


Keadaan di dalam rumah kayu itu begitu kacau. Ceceran darah banyak berserakan di lantai kayu. Tubuh-tubuh bergelimpangan tak bernyawa, dengan luka-luka yang berbeda. Bahkan dia juga melihat seorang penjaga yang tubuhnya tertancap besi panjang.


Jones melihat jijik, tapi dia sudah terbiasa melihat itu semua di Sisilia. Terlebih melihat korban-korban yang di penjara di penjara khusus Oxley General yang semua di habisi dengan cara-cara sadis nan keji, uh... Itu sudah seperti tontonan favoritnya.


"Xiaonai sudah selamat." Roy lelaki itu berujar. Dia baru keluar dari dalam sebuah kamar, mendekati Jones dan mengeluarkan tangannya untuk bersalaman.


Jones hanya menatap tangan itu tanpa berniat untuk meraihnya. Membuat Roy yang seketika berubah menjadi canggung dan kikuk.


"Ibu siapa yang dia maksud?"


Disana ada Rendy yang berusaha melepaskan jerat tali yang mengikat tubuh seorang lelaki.


"Apa dia xiaonai nai?"


"Nai hanya satu tuan, tidak usah di tambahkan," protes lelaki yang teringat itu dengan suara yang sedikit terbata-bata.

__ADS_1


Tak memperdulikan protes xiaonai, Jones langsung bergerak membantu Rendy mengangkat tubuh Xiaonai keluar dari sana. Mereka menjauh dari rumah kayu tersebut, dan tak lama tiba-tiba


Boom...


Suara ledakan cukup keras memekik telinga semua orang yang telah berhasil menjauh dari rumah kayu itu. Semua langsung meledak, luluh lantak tak tersisa, menjadi serpihan. Api berkobar membumbung cakrawala, bahkan serpihannya ada yang terlihat berterbangan dan jatuh di daun-daun sekitar.


Jones dan anak buahnya menghela napas lega. Mereka telah selesai. Semua selamat termasuk Xiaonai. Rendy mendekati lagi Xiaonai, menanyakan keadaannya dan memperkenalkan Jones kepada Xiaonai. Setelah merasa semua telah selesai, Jones berniat beranjak pergi. Tetapi, ia berpikir ada sesuatu hal juga musti di selesaikan dengan Rendy, mengenai permintaannya untuk menyelediki kekasihnya beberapa waktu lalu.


"Kalian duluan, ada sesuatu yang ingin ku katakan kepada, tuan Rendy." Jones menggerakkan tangan, menuruni anak buahnya untuk pergi terlebih dahulu.


Setelah yakin tak ada lagi manusia di sana, kecuali dirinya dan Rendi dia pun mulai mendekat dan berkata kepada pemuda itu.


"Elena Pricilla Vanhoutten. Berusia 19 tahun, yang di usir oleh kerabatnya keluarga angkatannya. Kedua orangtua angkanya tewas di bantai oleh kakak angkatnya. Tak hanya itu, seluruh maid dan bodyguardnya. Hingga membuat Elena pada akhirnya bergabung dengan geng mafia terkenal london. The Queen."


"The Queen?" Rendy mengeryitkan dahinya.


"Tuan Reza memiliki koneksi dengan The Queen, jika anda ingin berdiskusi mengenai itu anda bisa menghubungi saya lagi untuk melakukan pertemuan dengan tuan Reza."


Sejenak Rendy terdiam. Menimbang-nimbang dengan penawaran yang diajukan oleh Jones.


"Terimakasih atas bantuan mu. Akan ku perimbangan lagi penawaran baikmu."

__ADS_1


Mereka berjabat tangan sesaat, kemudian Jones berpamitan mohon undur diri dari sana terlebih dahulu.


TO BE COUNTINUE...


__ADS_2