Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Kembali Update


__ADS_3

Kening Reza saling bertautan. Karena bagaimana bisa Stella menyuruh Reza membeli Greta sementara dirinya sendiri lah majikan yang memperbudak Greta itu sendiri. Tapi sebisa mungkin, Reza tetap berusaha tenang dan biasa saja untuk mengikuti alur permainan Stella. Sebagai ajang pembuktian juga, apakah Stella telah akan kembali mengkhianatinya lagi atau tidak.


Mereka pun turun di stasiun kereta api Liverpool, segera beranjak dengan tergesa-gesa keluar dari stasiun menuju halte bus yang tak jauh letaknya dari stasiun.


"Kau seorang mafia–" Stella tiba-tiba menjeda ucapannya karena langsung di beri tatapan dingin saat berkata.


"Maksudku, kau adalah seorang penguasaan bawah tanah. Seorang yang bisa mengendalikan apapun seperti membolak-balikan telapak tangan. Tapi kenapa kau repot-repot melakukan semua ini? Apa karena hanya akan membuktikan jika aku akan kembali mengkhianati mu atau tidak?"


Jelas pertanyaan itu bersifat tetoris bagi Reza. Tanpa perlu dia jawab, Stella telah menemukannya.


"Kau sudah tau jawabannya, bukan?" Sindir Reza sembari merubah posisi berdirinya.


Matanya melirik ke arah angka enam jarum jam. Jika di perjelas, ada seseorang lelaki berjaket kulit gelap dan bertopi sedang memperhatikan gerak-gerik keduanya dari balik tiang lampu jalan. Reza pura-pura tidak melihat, karena ia sadar itu adalah salah satu anak buah Oxley General yang telah Jones perintahkan untuk menjadi bodyguard bagi Reza meski dari jarak jauh.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengkhianatimu lagi." Kata Stella dengan lantang.


Tapi Reza yang belum percaya sama sekali dengan hacker berotak licik seperti Stella segera menampiknya.


"Aku tetap tidak percaya."


"Just wait and see!" tungkas Stella begitu saja sembari bersiap masuk setelah mengetahui bus yang akan mereka tumpangi hampir tiba.


Desa Gord berada di ujung kota Liverpool. Menjadi salah satu kota indah di Inggris dan jarang terjamah oleh manusia itu menawarkan begitu banyak pemandangan yang indah. Tak hanya lautan hijau perbukitannya saja, tetapi tebing curam yang selalu menjadi primadona turis asing penyuka olahraga ekstrim. Belum lagi, banyak ladang bunga yang beraneka warna nan indah tumbuh subur di desa itu. Kebanyakan penduduk desa yang hanya berjumlah sekitar 200 orang itu bermata pencarian sebagai petani atau peternak hewan. Akan tetapi ada juga sebagian yang bekerja sebagai penambangan emas yang di sinyalir tersembunyi di bawah kaki gunung Gord.


Reza: Bagaimana dengan Anne, kau sudah menemukannya?"


Jonas: Ya, sir. Lokasinya berada di Manchester. Menurut sumber terpercaya, dia sedang menggencarkan rencananya untuk membangun member Esocial yang lebih banyak."

__ADS_1


Reza: Terus awasi dia juga adikku.


Belum sempat Reza mengirim pesan terakhirnya kepada Jones, tiba-tiba Stella yang duduk disebelah Reza menyenggol bahu Reza halus. Yang membuat Resa reflek memasukkan ponselnya ke dalam jas tanpa mengirimkan pesan terakhir kepada Jones.


"Lihat–" Stella memperlihatkan sebuah artikel kepada Reza dari laptop miliknya.


"Apa?" Reza meraih laptop yang di sodorkan oleh Stella dengan raut wajah bingung.


"Baca ini." Pinta Stella. "Kau akan menemukan keanehan dari desa Gord."


Reza mendesah. Dia pikir ada masalah apa. Ternyata hanya ingin membahas tentang desa Gord, yang notabenenya jelas Reza tahu dari hal terbesar hingga terkecil sekalipun. Tetapi, Reza tetap kembali pura-pura tak tahu.


"Keanehan apa?"

__ADS_1


"Disini di katakan desa ini tidak pernah terjamah oleh manusia sejak kematian Valentina Fuzzo dari abad 17. Dan, yang ku tau Valentina Fuzzo adalah mafia kelas kakap yang bahkan ditakuti oleh pemerintah adidaya seperti Inggris, Jerman atau Soviet jaman dulu, Jepang, hingga Amerika. Bukankah itu tandanya, kau tahu apa yang terjadi di desa tersebut karena menurut silsilah kau adalah bagian dari keluarga Fuzzo?"


****


__ADS_2