
Malam semakin larut di bawah langit malam yang kelabu, Reza duduk tepekur seorang diri didalam bengkelnya. Ada sebuah benda berbentuk kubus panjang seperti roket berwarna abu-abu jangan logo Oxley General di bagian badan benda tersebut.
Dengan ulet, Reza terkonsentrasi merakit dengan teliti benda besar yang berada di atas meja kursi di depannya. Sekali lelaki itu pindah ke komputer yang berlatar hitam dengan tulisan hijau seperti Lego. Tangan tangannya dengan lihai mengetik papan keyboard komputer yang terhubung dengan benda diatas meja tersebut. Benda yang tak lain dan tak bukan adalah senjata ciptaannya yang akan selesai dalam waktu beberapa hari ke depan. Senjata yang mampu menandingi roket. Seperti Mark 66, senjata bernama Elizabeth dead itu, penggunaannya dioperasikan melalui ponsel pintar dan daya pacunya hingga lebih dari 17.000 km. Meskipun kecil hanya seukuran meja, tetapi Reza mengklaim jika senjata buatannya ini mampu memusnahkan satu kota dalam sekejap mata. Senjata itu termasuk dalam rangkaian senjata pemusnah massal yang sedang Reza buat. Didanai oleh beberapa badan intelijen Negara dan dari pasar pasar gelap internasional, Reza tidak memperdulikan dampak dari senjata yang ia ciptakan sendiri. Di dalam lubuk hatinya ia berambisi untuk menguasai dunia di dalam genggaman tangannya. menciptakan suatu pemerintahan yang hanya dipegang oleh satu orang saja dan bersifat mutlak dan tidak dapat digantikan atau bahasa sederhananya adalah Reza ingin membuat dunia ada dibawah kendali sistem komunis.
Tok... Tok... Tok
"Masuk."
Pintu kaca geser dengan kode keamanan tingkat tinggi, itu terbuka. Setelah beberapa saat yang lalu terdengar bunyi klik klik klik. Jones muncul dari sana membawa nampan berisi kan minuman dari beberapa buah dan sayur-sayuran seperti permintaan Reza beberapa waktu yang lalu.
Diletakkannya nampan berisi minuman sehat itu tak jauh dari Reza berdiri. kemudian dia berjalan mendekati tuannya dan berdiri sambil berkacak pinggang memperhatikan setiap detail apa saja yang sedang dilakukan oleh Reza. Tak dapat dipungkiri, jika Reza terlihat itu keren dalam keadaan seperti itu. dengan kacamata anti radiasi nya juga alat pelindung untuk menutupi wajahnya ia begitu keren seperti seorang mekanik yang sedang memperbaiki sebuah mesin yang rusak.
__ADS_1
"Kenapa? Kau tidak tidur?"
"Terlalu gelisah untuk tidur, sir."
Reza melirik sesaat ke arah Jones sebelum kemudian ia kembali fokus untuk mengerjakan hasil karyanya.
"Memikirkan apa? Kejadian tadi pagi di kantor?"
"Sir, Apa kau tidak khawatir dengan perusahaan mu?"
Seulas senyum muncul di bibir Reza. Dia bangkit mengambil alat perkakas nya sambil berjalan dengan diiringi goyangan goyangan.
__ADS_1
"Come on Jones. Alien tidak datang ke bumi kita. Zeus tidak keluar dari surga dan datang ke bumi untuk menghancurkannya. Atau zombie belum bangkit dari kematian. Mereka sama seperti kita manusia. Yang memiliki kekurangan. Jika mereka menyerang kita secara terang-terangan mengapa kita harus takut? Serang dia ke balik, dan kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan."
"Apa anda memiliki sebuah ide untuk menyerang Esocial?"
Masih terus bekerja. Reza tersenyum mendengar pertanyaan Jones. Ia melemparkan sebuah kunci Inggris ke sembarang arah, berjalan mendekati Jones dan berhenti tepat sepuluh sentimeter darinya.
"Seorang hacker ulung, harus di lawan dengan hacker ulung juga bukan? Dan aku sudah menemukan dua orang kandidat yang akan menyerang Esocial."
TO BE COUNTINUE...
**NP
__ADS_1
SALAH SATU DIALOG REZA, DI AMBIL DARI SEBUAH MINI SERI BUATAN AMERIKA, MR.ROBOT** ....