Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Episode 71


__ADS_3

Hello, di bab ini bakal terkuak tujuan sebenarnya Stella mencuri dan berniat menjual data Oxley General. Juga dari bab ini, akan di mulai kisah perjalanan segitiga antara Reza, Stella, dan Judika.


Happy Reading...


***


Sesuatu yang tak kasat mata tiba-tiba menghampiri Stella. Tulang-tulang pada tubuhnya seakan remuk menjadi serpihan yang tak terbentuk. Bukan lagi hanya limbung atau pun terkejut dan kaget, dia syok bukan main hingga rasanya ingin pingsan melihat seseorang yang amat ia hindari baik di dunia nyata maupun di dunia cyber tiba-tiba muncul di depan matanya menampakan batang hidungnya sambil tersenyum tanpa dosa.


Apa yang sedang dia lakukan di sini?


Mencarinya? untuk apa?


Pandangan keduanya saling menelisik mengunci satu sama lain mencoba menerka-nerka. Stella larut dalam pikirannya, mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dirinya sendiri. begitupun dengan laki-laki yang memiliki wajah enak dipandang dan bername tag Big Bos terus tersenyum kepadanya dengan senyum penuh misteri.


"You big boss?"


"Yes, i am Big bos."


Mata Stella mengerjap cepat, tiba-tiba nafasnya menderu entah mengapa iya tidak dapat merasakan udara di sekitarnya. Seperti habis tersedot oleh rasa takut, kalut dan terkejutan nya. mati-matian wanita itu mencoba menahan diri dari rasa limbung yang amat dahsyat menghampiri dirinya. Tubuhnya bergetar hebat hingga nyaris tak dapat menopang kaki-kaki kecilnya.


"Untuk apa kau kesini?"


"Tentu mencari mu, Stella," suaranya begitu lembut. Amat lembut, tapi tatapan matanya menyimpan sejuta rahasia yang Stella sendiri tidak tahu.


"Mencariku? Untuk apa?"

__ADS_1


Dia memamerkan senyum penuh sarkasme, mengendus beberapa kali sebelum kembali menatap diri Stella begitu lekat dan sangat mengintimidasi.


"Kau lupa? Atau pura-pura lupa? Kau masih memiliki hutang kepadaku Stella."


Kening stela bertautan. Dia menggelengkan kepala cepat, mencoba mengingat-ingat apa hutangnya kepada lelaki di hadapannya itu.


"Hutang? Hutang apa?"


"Cih, sepertinya kau benar-benar harus diingatkan, ya tentang hutangmu yang begitu besar kepada ku. hutang perjanjian kita beberapa waktu lalu tentang kau yang berjanji akan menjual data Oxley General kepadaku dengan harga 2 miliar dolar. Aku sudah membantumu meretas dan menyebarkan virus Rootkit malam itu, bahkan membantu mencari semua informasi mengenai Joseph Antonio orang kepercayaan Reza dulu. Dan sekarang waktunya kau menepati janji mu, Stella. Jual data Oxley General kepadaku seperti janji yang kita buat berapa minggu yang lalu.


"No. Aku tidak bisa!" Kembali setelah duduk di bangku shalter. memijit-mijit keningnya yang tiba-tiba saja terasa amat itu pening dan berat.


"Why? Kau sudah berjanji kepadaku."


"Kenapa? Kau tahu, semua rencana kita sudah diketahui oleh Reza bahkan tadi siang pun aku sempat beradu argumen dengannya. Itu membuatku semakin berfikir dan yakin orang seperti Reza bukan orang sembarangan. Seorang mafia saja atau seorang yang jenius akan teknologi, itu monster dari segala monster yang bisa melenyapkan aku bahkan dirimu dengan sekejap mata. Jika kamu mati silakan mati sendiri, Jangan pernah membawaku." Stella bangkit dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan shalter.


langkah kaki setelah terhenti ketika Big boss berkata demikian. Ia memutar tubuhnya kembali menghadap lelaki yang masih berdiri di tempatnya. Luluhkan kepala sambil menendang-nendang kakinya di tanah.


"Apa maksudmu?"


Lelaki itu tersenyum kembali, kepalanya dan menatap Stella.


"Aku tahu, alasanmu menjual data Oxley General kepadaku, untuk melepaskan diri dari jerat cyberfiend yang sebentar lagi akan keluar dari penjara. Kau ingin pergi dari negeri ini, bukan? Menghilang agar terhindar dari kejaran  Cyberfriend yang pastinya akan mencarimu kemanapun dan menuntut pembalasan akan perbuatanmu kepada mereka dulu."


Mata Stella membelalak hingga nyaris keluar dari sana. entah darimana lelaki itu tahu alasan sebenarnya mengapa dia mau menerima tawaran untuk mencuri dan menjual data Oxley General kepadanya. Selama ini dia padahal dia tidak pernah menceritakan kepada siapapun tentang kesusahan yang mendera pada hidupnya. Yang membuat, ia hidup di dalam merasa ketakutan yang amat dalam. Tidak pernah ada yang tahu termasuk keluarga ataupun Judika sahabatnya. Tak pernah ceritakan ataupun membocorkan kepada mereka, bahkan Judika hanya tahu selama ini Stella memiliki kemampuan luar biasa di bidang teknologi dan jaringan tanpa mengetahui latar belakang wanita itu belajar dan mempelajarinya.

__ADS_1


"Seharusnya aku merampok bank, atau APBN negara. Aku salah sudah memilih merampok data Oxley General yang isinya pasti akan  membuat siapapun orang akan berteriak histeris dan berkata 'laki-laki itu bukanlah seorang manusia'."


Kening lelaki itu terangkat. Bingung akan ucapan Stella. Apa sebegitu mengerikannya lelaki bernama Reza?


"Stella, aku tidak peduli seberapa mengerikannya lelaki itu untuk mu. Semakin lelaki itu mengerikan, semakin menarik untukku. Itu bisa menjadi senjata untuk menghancurkan Oxley General. Membuat Reza membusuk di dalam penjara dan dicemooh dan dihina oleh orang-orang. Aku ingin kematian untuk Oxley General. Reza, Jones dan orang-orang di dalamnya. Bahkan adiknya sekalipun."


"You crazy." Stella berjalan mundur perlahan.


"Come on Stella. Kau tau seberapa bobrok perusahaan itu, seberapa sadis orang-orang di dalamnya. Mereka menghalalkan segala cara, untuk mencapai keinginan mereka. Memperkos*, menel*njangi, bahkan membunuh siapapun yang berani menentang kehendaknya. Mereka otak dari perang teluk tiga yang sekarang berlangsung di negara timur tengah, dan akan menjadi otak dari perang dunia ketiga. Kau tau itu."


Stella memasang wajah datar. Dia tidak terkejut dengan ucapan yang di katakan oleh lelaki di depannya. Dia sudah tahu jika senjata buatan Reza, menjadi senjata paling mematikan yang pernah dibuat oleh manusia, dan kini keberadaannya sebagai senjata perang teluk di negara timur tengah. Tank, rudal, nuklir, dan lain sebagainya di gunakan sebagai senjata para pemberontak untuk memborbardir pemerintah. Memusnahkan kawasan-kawasan pemukiman penduduk, dan memusnahkan hampir setengah manusia tak berdosa.


"Aku sangat mempercayai mu Stella, untuk membantu ku membalas dendam dan menghentikan monster tirani seperti Reza."


"Kau memiliki dendam? Kepada Reza?" Pandangan Stella kembali menelisik mata lelaki di depannya. Mencoba mencari tahu sendiri akan pertanyaan yang baru saja dirinya lontarkan.


"Beberapa tahun yang lalu, seseorang yang paling berharga di hidup ku ia habisi dengan cara kejam dan biadab. Beberapa kali aku mencoba untuk membalaskan dendam kepadanya dengan caraku sendiri, tetapi sayangnya usaha ku selalu gagal. Hingga aku bertemu dengan dirimu, seorang Hacker handal yang mampu mengirimkan Rootkit hanya dalam satu malam kepada Oxley General. Membuat perusahaan itu kocar-kacir tak karuan. Aku sayang memercayai mu Stella."


Tiba-tiba seulas senyum terlukis di bibir Stella. Membuat lelaki itu mengeryitkan kening binggung. Apakah wanita itu mau membantunya?


"Sepertinya kau salah mengenal seorang hacker, Mr. Big Bos. Kami hacker Kami terlahir untuk tidak saling percaya dengan siapapun, termasuk sesama kami. Kami tidak akan percaya kau, atau mereka. Selalu ada dinding pemisah diantara kami. Dinding yang takkan mampu kami lewati satu sama lain." Stella memutar tubuhnya, kembali berjalan dan benar-benar pergi meninggalkan lelaki itu.


TO BE COUNTINUE...


Bonus pict Stella Sasmita

__ADS_1



__ADS_2