Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Episode 74


__ADS_3

Tak ada bintang malam ini. Dan untuk sekian kali Stella berhasil memendam rindu dan rasa sakitnya akan sosok Judika. Seperti kebiasaan lamanya, hari ini Stella kembali duduk di bawah shalter dekat dengan stasiun. Rasanya sudah amat lama dia tidak duduk sendiri memandangi langit temaram ibukota. Sesaat ia menutup pikirannya akan kerinduan sosok Judika. Angin berhembus kencang menerpa jaket kulit yang ia kenakan. Menerbangkan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai begitu saja. Sungguh, kepergian Judika dan hilangnya dia tanpa kabar membuat Stella benar-benar merasa kesepian. Beberapa kali, saya mencoba menutup diri meskipun mulutnya pahit dan hatinya mengalami sakit. Semuanya tetap saja sia-sia, dia masih merindukan sosok Judika. Lelaki yang mampu membuatnya tertawa salah hatinya sakit dan terluka, menggenggam tangannya dan meraih serta mengangkatnya dari kubangan buku kotor dan bau. Membasuh tubuhnya dengan wewangian yang begitu menyejukkan hingga tak ada lagi orang yang berani untuk indah dan memandang Stella sebelah mata.


Saat kaki kaki itu tiba di apartemen, sepi dan gelap kembali menyambutnya. Terkadang dia rindu dengan suara bising dari ibu kos, teriak-teriak kepada anak-anak kos yang mangkir dari pembayaran bulanan. kini dia benar-benar sendiri, tak ada keluarga, teman, ataupun kekasih.


Perlahan dia membuka sepatunya. meletakkannya di rak sepatu khusus yang berada di sebelah pintu masuk. dia berjalan masuk kedalam dan menyalakan saklar lampu nggak membuat apartemen itu menjadi terang benderang. Dia menyalakan televisi layar datar, jadi ada suara untuk mengisi keheningan dan memberikan suasana bahwa dia ditemani. Dia duduk di sofa dan menyandarkan bahunya. Menengadahkan kepala menatap langit-langit apartemen. Dia tak merasakan apa-apa selain rasa pilu dan sakit. Sampai kapan Stella harus menahan rasa ini? Tuhan tolong dia, buatlah Judika kembali kepadanya.


Dering ponsel mengakibatkannya dari kesedihan yang ia rasakan. Segera ia meraih ponsel tersebut dan membuka pesan dari siapa pengirimnya. mata yang semula terlihat begitu sendu seketika berbinar bahagia ketika sebuah pesan dengan foto seorang lelaki berbadan kekar menggendong sebuah tas ransel besar.


"Sewaktu fajar berlalu dan berganti kelabu, saat itu saya merasakan rindu yang amat sangat akan hadirmu. Ada sebuah asa yang selalu ku ceritakan kepada sang bintang, tak kalah saat saya sedang merindukanmu.

__ADS_1


Dengan sejuta kata permintaan maaf, juga sejumput alasan yang dikemas dalam kerinduan yang amat sangat. Dengan lantang saya katakan; saya akan pulang kepadamu, Stella Sasmita."


Judika Dwi Hartanto.


Mata Stella berkaca-kaca. Dicermati nya pesan itu berulang kali. Benarkah ini Judika? Tak lama dari ponsel kembali berbunyi, kini ditengok nya sebuah nomor yang tak lain tak bukan adalah lembaga yang memberangkatkan Judika menelponnya. seorang lelaki berkata di seberang sana jika Judika dan dua orang teman lainnya akan tiba di Jakarta dua hari lagi. Kini Stella sadar doa yang selama ini dia panjatkan dengan tulus ikhlas tidak sia-sia. Tuhan menjawab doanya, dan tanpa ia sadar air mata kebahagiaan pun luruh malam itu juga.


Kepada sang bintang aku selalu berbagi cerita, akan indahnya dirimu yang selalu kunanti.


Meski raga dan jiwa ini begitu pecundang untuk mengungkapkan rasa yang menggebu-gebu jiwa, yang meminta asa yang tak mungkin terlaksana. Tapi raga ini dan jiwa ini tak pernah berhenti berdiri di dekatmu dan menjaga dirimu.

__ADS_1


Aku terpikat akan pesonamu yang begitu menarik hatiku. Tutur bahasamu dan sopan santun, membuatku percaya jika malaikat benar-benar ada dan hidup di bumi Pertiwi ini.


Jakarta aku pasti kembali.


TO BE COUNTINUE...


**NP


MALAM INI AUTHOR BAKAL UPDATE BERTAHAP, TETAPI KHUSUS MALAM INI AKU MAU MENCERITAKAN LEBIH DETAIL SIAPA SOSOK JUDIKA. BAGAIMANA SIKAPNYA, DAN KARAKTERNYA. YANG KANGEN SAMA REZA, TAHAN YA KASIH RUANG JUGA UNTUK TOKOH UTAMA AUTHOR YANG LAINπŸ™πŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2