Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Episode 58


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa vote, like, dan komen ya guys. Supaya Authornya semangat nulis.


***


"Aku benar-benar tidak ingin menyakiti mu, Stella." Reza melepaskan Stella, tangan di pinggulnya juga yang ada di wajahnya. Stella berdiri limbung menahan pandangannya dengan Reza. Dia seperti orang bodoh, yang binggung harus berkata atau berbuat apa.


Dengan mengerjap-ngerjap matanya, Stella berusaha menjernihkan pikirannya. Dia binggung dengan apa yang dikatakan Reza. Namun, satu yang pasti alam bawah sadarnya menegaskan untuk Stella cepat-cepat pergi dari sana.


"Aku... Aku..." Stella tak mampu berucap, wajahnya begitu sedih atau kaget, atau mungkin terkejut.


"Stella, aku memiliki hukum ku sendiri kepada siapapun yang berani menganggu dinasti ku. Seberapa jauh pun aku memandang mu, hukum bagiku harus tetap di tegakkan. Karena itu sumpah ku."


"Sungguh, aku tidak mengerti dengan maksud mu." Mati-matian Stella berusaha menutupi rasa ketakutannya dengan wajah polos tak mengerti.


"Baiklah. Lebih baik kau masuk." Reza memutar tubuhnya dan berjalan menghampiri Audi milik Jones. "Terima kasih atas waktunya, Miss Sasmita."


Oh ini dia. Dia kembali lagi dalam bentuk formal. Seorang miliader dan Mr. Oxley.


Reza berjalan mendekati mobil tanpa menoleh atau memandang Stella untuk kedua kalinya. Dia masuk ke dalam mobil, dan menyalah mobilnya.


Audi hitam metalik mewah itu kembali menyalah, berlahan berjalan pergi. Stella masih tetap diam berdiri termangu di sana. Menatap Audi itu hingga menghilang di balik kegelapan malam.

__ADS_1


Setelah cukup lama memandangi mobil yang sudah menghilang sedaritadi. Akhirnya Stella tersadar, dia bergerak untuk masuk ke dalam indekos.


Setelah berada di dalam kamar berantakan, namun nyamannya Stella langsung merebahkan dirinya di kasur. Dia berusaha mengumpulkan akal-akalnya yang nyaris hilang karena Reza. Dia menghela napas, dan tiba-tiba saja air mata tanpa di minta atau di cegah mengenang di matanya. Mengapa dia menangis? Stella meraih bantalnya dan menutup wajahnya dengan bantal itu. Apa dia ketakutan? Tapi mengapa hatinya sakit? Entah mengapa, Stella  melihat sosok ayahnya ada di dalam diri Reza. Mengingatkannya, juga menyadarkan akan kesalahan yang sering dia lakukan dulu. Sama seperti Reza. Ada apa dengan dirinya? Rasanya Stella ingin menghilang dari muka bumi ini. Untuk menghilangkan rasa sakit yang tidak masuk akal yang dia rasakan itu.


****


"Sir, apa yang terjadi? Mengapa kau meninggalkan ku, dan membawa Audi ku? Aku nyaris tersesat karena tidak memiliki rute untuk kembali pulang."


Reza menjatuhkan diri di sofa, sesaat ia tiba di rumahnya. Membuang sembarang jam dan kacamata, serta mengacuhkan pertanyaan Jones. Dia menghela napas keras, memijat-mijat keningnya.


"Apa kau menemukan sesuatu?"


Jones mengerutkan keningnya.


"Informasi mengenai gadis itu. Juga siapa Big Bos."


Raut binggung itu seketika berubah bahagia dan antusias. Meskipun gurat muka cemas, sedikit terlihat dari wajah Jones. Dia berangsur duduk di sebelah Reza. Tanpa permisi, dan tidak memperdulikan tuannya marah atau tidak. Anggaplah malam ini, dia menjadi teman bukan atasan atau bawahan.


"Beberapa anak buahnya ku sudah berkali-kali memasuki situs dark web dimana menurut informasi Big Bos berada. Tapi itu sangat sulit, sir. Hanya orang-orang tertentu dan anggota terap anonymous yang hanya dapat bertemu dan berkomunikasi dengannya."


"Biar aku yang melakukan itu. Lalu bagaimana dengan informasi mengenai Stella?"

__ADS_1


Kali ini Jones seperti sedikit menimbang-nimbang. Dia diam untuk beberapa saat, membuat Reza yang memejamkan mata akhirnya kembali mengerjap dan menyenggol bahu Jones meminta jawaban darinya tak sabaran.


Wajah Jones nampak binggung, sedikit terlihat seperti orang idiot tetapi tetap tampan juga sedikit menakutkan.


"Sir, mungkin ini informasi yang sangat mengiris hati sekaligus membuat darah mu naik tinggi."


Kening Reza bertaut.


"Apa maksudmu? Jangan bertele-tele, aku ingin segera mengetahui siapa sebenarnya wanita itu." Reza bangkit dari duduknya. Berjalan tergopoh-gopoh masuk ke dapur. Membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dan langsung menengguknya hingga habis. Sementara Jones, dia setia mengekori Reza dari belakang. Dan berhenti di dekat meja makan. Memandangi tuannya sebelum akhirnya kembali berucap.


"Saat usianya lima tahun dia jual oleh ibu kandungnya kepada sebuah komunitas kriminal yang saat ini kita kenal Cyberfriend."


Burrtt...


Reza menyemburkan semua air di dalam mulutnya. Mengelap mulutnya dengan kasar, mengenakan lengan bajunya dan menatap Jones nanar.


"Jual? Cyberfriend? Komunitas yang..."


"Ya! Yang semua anggotanya Stella jebloskan ke dalam penjara sepuluh tahun lalu."


"WHAT!"

__ADS_1


TO BE COUNTINUE...


__ADS_2