
Ada sesuatu yang terasa aneh yang Reza rasakan pagi itu. Stella nampak terlihat murung dan tak bicara sepatah katapun. Ini aneh untuknya. Tidak biasa wanita itu diam seperti ini. Sewaktu sarapan pagi pun, Stella sudah lebih dulu makan sebelum Reza bangun dari tidurnya.
Di stasiun King Cross saat menunggu kereta menuju Liverpool, akhirnya Reza memberanikan diri untuk bertanya.
"Kau baik-baik saja?"
Sambil menautkan kedua tangannya dan sedikit menundukkan kepala, Stella mengangguk samar. Tapi tetap saja tak ada sepatah katapun kata yang di ucapkan oleh wanita itu kepadanya. Membuat Reza berpikir ada yang tidak beres dengannya.
__ADS_1
Kereta berwarna merah hitam mirip kereta dalam film Harry Potter itu tiba. Stella segera masuk ke dalam gerbong yang tertera dalam tiketnya di susul Reza dari belakang.
Benar yang semalam Jones katakan jika dia akan membeli satu gerbong penuh untuk keselamatan Reza. Karena, saat Stella melangkahkan kaki masuk ke dalam gerbong kereta tak ada satupun orang di dalam sana seperti gerbong-gerbong lainnya. Semua kursi kosong. Hanya berisikan beberapa snack dan minuman di atas mejanya yang seperti sengaja di letakkan begitu saja untuk dia dan Reza. Sejenak, Stella tercengang melihat keadaan satu gerbong kereta sepanjang itu kosong melompong. Tetapi, cepat-cepat ia tersadar dan segera memilih bangku di barisan ketiga di sebelah kanan. Meletakkan tas ranselnya masih dengan tetap diam seribu bahasa. Reza ikut duduk di tempat yang sama. Duduk saling berhadapan dengan meja berisikan penuh makanan sebagai batas pemisah.
Selama perjalanan menuju Liverpool yang memakan waktu kurang lebih sekitar 30 menit itu, keheningan menyelimuti gerbong. Baik Reza maupun Stella tak sedikitpun berniat mengeluarkan sepatah katapun untuk memulai pembicaraan. Mereka bahkan lupa atau tidak peduli apa rencana mereka nanti di Liverpool yang sebenarnya sudah Stella rancang sedari subuh tadi.
Setelah mendapat informasi dari internet gelap di mana keberadaan adik Anne juga Anne, Stella akan menyusun Rencana berdamai untuk kamuflase agar Anne tidak bisa kabur. Menurut informasi yang ia dapat dari dark web, adik Anne tinggal di sebuah pedesaan kecil sebagai budak. Sedang Anne, ternyata berada di Manchester dan sedang gencar-gencarnya kembali mengumpulkan pasukan Esocial seperti dahulu. Anehnya mengapa Reza tidak mengetahui hal itu. Padahal, dia adalah ketua mafia penguasa dunia bawah tanah yang tau akan segalanya. Seperti Reza, Stella juga mencium-cium bau konspirasi baru yang melingkupi hidup Reza. Sial, mengapa begitu banyak misteri lelaki dari anak yang ia kandung itu. Belum masalah tentang keterlibatan Reza dengan is*s. Kini otaknya sudah di penuhi rasa curiga tentang Reza yang menyembunyikan fakta tentang Anne dan adiknya.
__ADS_1
"Jadi apa rencana mu?" Akhirnya setelah sekian lama tak ada perbincangan di antara mereka.
"Look." Stella menunjukkan sebuah peta digital dari ponselnya. Sebuah peran yang sudah ia beri kordinat. "Ini adalah tempat Greta berada. Menurut sumber yang ku temukan, Greta tinggal di sebuah pedesaan petani sebagai seorang budak."
"Lalu?"
"Aku ingin kamu membeli dia untuk membebaskannya."
__ADS_1
"Apa?"
TO BE CONTINUED...