Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Episode 85


__ADS_3

"Jadi benar kau memiliki komplotan?"


Kini mereka berkendara menggunakan sebuah mobil MVP berplat nomer Bogor. Chris yang duduk di bangku supir fokus dan begitu tenang mengendarai mobil tersebut. Dan, yang membuat Stella sedikit terkejut adalah fakta bahwa Chris begitu hafal dengan jalanan baik di luar ibukota maupun di dalam ibukota. Dia bahkan baru saja menjelaskan jalanan-jalanan alternatif.


"Hanya beberapa teman yang ku bawa dari berbagai negara."


"What? Kau menyeludupkan manusia, Chris?"


"No, Stella. Biarpun aku berniat jahat kepada kakakku sendiri, bukan berarti aku juga menjelma sebagai kriminal."


Kepala Stella mengangguk-angguk, menoleh dan menatap ke luar jendela mobil dengan perasaan lega. Uh, dia hampir saja dia pikir akan bekerjasama dengan seorang kriminal.


Setelah berkendara kurang lebih satu jam, keduanya tiba di sebuah daerah di pinggiran kota Bogor. Sebuah daerah yang jauh dari penduduk, yang sekelilingnya di tumbuhi dengan kebun teh. Dengan langkah hati-hati dan di bantu oleh Chris, Stella berjalan menuruni bukit kebun teh. Berjalan semakin dalam menujuh hutan.


Dari kejauhan, mata Stella nampak melihat sebuah bangun tua tak terawat. Semacam pabrik atau sejenisnya yang sudah di tinggalkan. Apa mereka akan kesana? Entahlah, hanya Chris dan tuhan saja yang tau kemana dia akan membawa Stella.


"Chris, bisa pelan-pelan? Jalanan ini sangat licin." Kaki-kaki berbalut sepatu kets itu terus melangkah di belakang Chris dengan langkah sangat hati-hati. Tanah yang licin akibat guyuran hujan, membuat Stella beberapa kali hampir tergelincir.


"Kau lihat gedung tua disana?" Chris menujuk bangunan tua yang tadi mata Stella lihat. "Kita akan ke sana. Aku akan memperkenalkan mu kepada beberapa orang."


Stella tak menjawab, dia masih fokus dengan langkahnya.


Setelah berjalan menuruni bukit kebun teh yang licin, akhirnya mereka pun tiba. Stella masih setia mengikuti langkah Chris dari belakang seperti seseorang yang terkena sihir tanpa di minta.


Sebuah bangunan besar tua dengan dinding beton yang hampir runtuh, juga kayu-kayu penyangga yang terlihat sebagian sudah dimakan rayap. Atap seng yang di beberapa titik terlihat bolong. Serta alas tanah yang kotor di tumbuhi lumut dan daun-daun yang berguguran.


Mata Stella terus waspada menatap ke sekeliling bangun itu sambil tetap awas berjalan dengan langkah hati-hati. Hingga langkahnya terhenti tepat di pintu ganda kayu super besar di depannya, dan Chris berdiri di sana sambil memegang penyangganya.


"Jangan terkejut, jika kau menemukan dunia berbeda setelah masuk ke dalamnya."

__ADS_1


Sebuah senyuman tergambar dari bibir ranum Stella. "Aku pernah melihat lebih dari ini, Chris. Kau tau?"


Kepala Chris mengangguk mengamini. Mana mungkin dia tidak tau, sudah jelas Cyberfriend lebih berjaya di atasnya, pasti persembunyian lebih baik daripada ini. Namun, itu dulu tidak sekarang.


"Ok, mari masuk akan ku kenalkan kau kepada teman-teman ku."


Tanpa menunggu lama, tangan kekar yang di balut kemeja hitam berlengan panjang itu sekuat tenaga mendorong satu dari pintu ganda tersebut. Sedikit kesulitan, maklum pintu itu sudah sangat tua dan entah sejak kapan engselnya di berikan pelumas.


Saat pintu kayu itu terbuka sedikit, mata Stella langsung di suguhkan oleh sebuah besar dengan beberapa jendela satu arah di sebelah kanan dan kiri. Stella berdecak kagum. Bukan karena ruangan itu amat besar, tapi karena bentuk dan keadaan di dalam ruangan itu amat jauh berbeda dengan di luar.


"Amazing." Decak kagum Stella.


"Welcome to esocial. You will soon be building a new empire for Cyberfriend."


Perlahan kaki-kaki mungil itu melangkah, masuk lebih jauh ke dalam bangun tua itu. Tak dapat pungkiri, betapa kagumnya Stella dengan keadaan di ruangan tersebut.


Saat Stella masih terus mengagumi luar biasanya ruangan tersebut, tiba-tiba seorang wanita bertubuh jenjang dan berparas cantik dengan rambut pirang panjang menghampiri. Dia tersenyum ramah kepada Stella, mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Stella.


"Stella, ini Anne Abute."


Mata Stella mendelik, sedikit terkejut dengan nama belakang wanita di depannya. Dia menyunggingkan senyum keterpaksaan, sambil batinnya bertanya-tanya.


Siapa wanita ini?


Mengapa nama belakangnya sama dengan Reza?


Apa dia adik tiri Reza juga?


Seperti mengerti apa yang ada di dalam otak Stella. Chris yang semula berdiri di sebelah Stella, kini beringsut dan berdiri di sebelah Anne. Tangannya terangkat, merangkul Anne, dan membawanya ke dalam dekapannya dia, lalu mencium keningnya.

__ADS_1


"Dia istriku," kata Chris.


Kali ini dia bukan lagi hanya berdecak tidak percaya tapi juga terkejut bukan main. Ternyata Chris, adik Reza sudah lebih dulu menikah dan memiliki istri secantik Anne. Oh, sulit untuk di percaya mengingat Chris yang memiliki sifat mirip dengan Reza.


"Kau, sudah..." Stella tak dapat melanjutkan ucapannya. Jujur saja dia benar-benar merasa begitu terkejut dengan sebuah fakta itu.


"Kau pikir aku ini sepertinya?" Tersenyum sarkasme sambil mengeratkan dekapannya.


Kepala Stella mengangguk paham. Ya, bagaimana pun Chris bukanlah Reza. Sedikit melegakan, satu keluarga Abute masih ada yang memiliki kehidupan normal.


"Baiklah. Aku mengerti, Chris." Stella mengangkat kedua tangannya, lalu tersenyum.


"Mari, aku perkenalkan kau dengan yang lain." Kali ini Anne berujar, dia melepaskan dekapan Chris dan mengintruksikan Stella untuk mengikuti langkahnya.


Telinga Stella terpasang mendengar penjelasan Anne dengan khidmat, sambil kedua kakinya terus melangkah memasuki lebih dalam ruangan itu. Beberapa orang yang sedang sibuk dengan komputer mereka masing-masing nampak menatap Stella dengan tatapan beragam; ada yang binggung, tak suka, bodo amat, dan lain sebagainya. Ternyata tak banyak anggota Esocial yang bekerjasama dengan Chris. Stella pikir akan ada berpuluh bahkan ribuan orang yang tersebar di berbagai negara seperti Anonymous. Nyatanya hanya sekitar lima belas orang saja yang terdiri dari sepuluh lelaki dan lima wanita, dan itu sudah termasuk dengan Chris serta Anne.


"Kau akan menyukai tempat ini, Stella."


"Aku lebih suka linux di bandingkan windows." Mata Stella menatap salah satu orang yang sedang menjalankan program di sebuah sistem windows.


"Hampir semua hacker menyukai itu." Anne bersedekap dan tersenyum kepada Stella.


"So, kapan kita akan mulai programnya?"


TO BE COUNTINUE...


Hay baru bisa update segini dulu...


Insyaallah 3/4 hari baru bisa update teratur lagiπŸ™πŸ™πŸ™ Maaf ya part ini dan kemarin kurang menarik karena Authornya memang belum bisa maksimal update

__ADS_1


__ADS_2