Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
S2: Mission Complete


__ADS_3

Suatu pagi ketika mentari sudah naik tinggi di atas cakrawala, di sebuah lahan parkir apartemen sebuah mobil Hyundai berplat nomer Inggris terparkir. Menurut info, mobil tersebut sudah tiga hari berada di sana tanpa tau siapa pemiliknya. Seorang wanita bule, hanya memberikan segepok uang seratus ribuan saja kepada juru parkir, dan berpesan jangan melaporkan alasan apapun kepada polisi mengenai adanya penemuan mobil berplat nomer Inggris itu.


Di tempat yang sama, Stella mengerjap mata perlahan ketika mentari tanpa permisi menyilaukan pengelihatannya dan menganggu tidur nyenyaknya. Tangan berjari-jari panjang itu terangkat, berusaha menutupi matanya dari sinar matahari yang berhasil membuat sulit untuk membuka kelopak mata.


Terbangun dari tidurnya, Stella tersadar jika kini dia tengah berada di dalam sebuah mobil asing. Dia menggosok-gosokkan matanya untuk memperjelas pengelihatannya yang terasa begitu sama. Tubuhnya begitu amat kaku, dia lemah tak berenergi. Bahkan bibirnya begitu pucat pasi, kantung matanya hitam menebal. Dia seperti mayat hidup yang ada di dalam film Walking Dead.


Stella menegakkan duduknya, tenggorokannya terasa begitu kering. Dengan tangan bergemetar hebat, dan perut keroncong menahan lapar, Stella meraih sebotol air mineral yang berada di sebelah kursinya. Dia menenggak habis air mineral itu sampai tak tersisa. Rasanya begitu lega. Tenggorokannya tidak lagi kering seperti tadi, namun tetap saja perutnya masih terasa begitu amat sakit dan tubuhnya terasa bagai mati rasa.


Mengapa aku ada disini?


Mengapa tubuhku rasanya seperti remuk semua?


Oh, sudah berapa lama aku berada di dalam mobil ini?


Setelah yakin kesadarannya pulih, meskipun tubuhnya terasa begitu letih dan remuk. Stella meraba-raba pintu mobil yang jendelanya sedikit terbuka. Berusaha membuka pintu mobil yang nyatanya tak di kunci sama sekali.


"Hei nona?" Sebuah bariton tiba-tiba mengejutkannya, ketika Stella sudah berada di luar.


Dengan lemah dan menahan rasa sakit yang mendera, Stella membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memanggilnya.

__ADS_1


"Sedang apa kau di sana?" Seorang lelaki kurus, berwajah oriental dengan seragam putih khas security Indonesia mendekat.


"Apa yang terjadi?" Bukan menjawab, dengan mulut bergetar Stella justru melontarkan pertanyaan kepada security tersebut. "Sudah berapa lama mobil ini disini?"


"3 hari. Apa yang kau lakukan disini? Mau mencuri ya?"


Enggan, Stella kembali membalikkan tubuhnya. Berjalan dengan terseok-seok membawa tubuhnya yang lemah, sakit, tak berdaya.


"Hei, jawab pertanyaan ku. Atau akan ku laporkan kau ke polisi?"


"Terserah."


Dengan langkah di seret, wajah pucat seperti orang penyakitan, baju sedikit robek dia langkahkan kaki masuk ke dalam apartemen. Tak peduli banyak pasang mata yang dia temui di lobi apartemen memperhatikannya dengan tatapan mata menghakimi. Dia lebih memilih bungkam, masuk ke dalam lift dan menghilang di balik pintu besi otomatis itu.


Saat tiba di unit apartemennya, Stella menemukan apartemennya kosong melompong. Tak ada tanda-tanda orang masuk ke dalam sana, semua barang-barangnya masih berada di tempat yang semestinya. Dia menghambur, membuka kulkasnya dengan beringas dan mengambil makanan apapun yang dia bisa makan dari dalam sana.


Tak peduli dia makan seperti hewan dan tidak seperti biasanya hingga membuat dapur berantakan. Dan ketika selesai mengisi perut kosongnya, Stella berjalan menujuh ruang tamu, menyalahkan televisi dan menemukan apa yang terjadi selama dirinya tak sadarkan diri.


Tv layar datar itu menyalah, dan langsung menampilkan acara berita harian. Seorang pembawa acara sedang membacakan sebuah berita yang berhasil membuat Stella menjatuhkan sekotak susu di tangannya.

__ADS_1


"Setelah reaktor nuklir yang berada di California dan New York meledak dan menewaskan ratusan ribu jiwa, Oxley General menjual hampir seluruh sahamnya untuk memperbaiki semua yang terjadi. Sementara itu setelah kepergian Reza meninggalkan Hartanto Grup, Judika Dwi Hartanto menyatakan dirinya siap memegang kursi jabatan CEO."


Tertegun, Stella hampir pingsan mendengar siaran berita di televisi. Tubuh ambruk tersungkur ke lantai.


Bagaimana ini bisa terjadi?


Apa yang salah dengan virus itu?


Aku sudah meletakan Bug untuk mengurangi virus itu.


Dan apa yang terjadi dengan Wolf Man? Apa dia tidak membaca pesan dariku.


Oh God. Aku benar-benar menghancurkan Oxley General.


To Be COUNTINUE


Hay guys numpang lewat ya...


Yang mau tau perjalanan cinta Jones mampir yuk kesini...

__ADS_1



__ADS_2