Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
Episode 94


__ADS_3

"Saya gak apa-apa." Merasa risih di perlukan seperti itu oleh kedua orang adik berkakak yang mana menimbulkan gunjang-ganjing dari pengunjung Coffee shop.


"Tangan lo merah, gue kompres pake es, ya?" Baru ingin meraih tangan Stella, tetapi Reza dengan sigap langsung menampiknya. Memukul tangan Judika.


"Biar dia saya bawa ke rumah sakit."


"Gak. Gue yang numpahin kopi ke tangannya. Jadi gue yang harus bawa dia ke rumah sajit lagi."Kembali bertengkar dan memperebutkan Stella.


Stella yang kesal, jenggah, sambil menahan rasa sakit mengeram lalu berteriak membuat keduanya terdiam seketika.


"Kalian berdua bisa berhenti bertengkar gak sih?" Kesal tak dapat Stella tahan lagi. Dia membelalakkan matanya menatap nanar ke arah mereka berdua.


"Ini pilihan terakhir saya. Biar saya yang memutuskan mau ikut sama siapa," jelasnya membuat kedua lelaki tak tau malu itu sepakat menganggukkan kepala setuju.


"Saya ikut Judika."

__ADS_1


"Bagus," seru Judika penuh kemenangan.


"Diem dulu, saya belum selesai ngomong." Melotot dengan napas tersengal-sengal ke arah Judika. "Kita bisa ketemu nanti malam di apartemen saya." Bicara kepada Reza dengan nada yang begitu lembut.


"Oke, saya setuju."


"Eh tar dulu nih, lo ngapain ngajak si macan ke apartemen lo? Gak-gak gue ga setuju!"


"Kalau saya ngomong berdua sama kalian kaya gini, kalian cuma bisanya bertengkar terus. Jadi lebih baik kalian bertemu saya secara terpisah," jelas Stella.


"Yah, tapi gak di apartemen lo juga, Stella."


"Yah, tetap aja gak bisa gitu. Lo gak boleh ketemu Stella di apartemennya. Bahaya! Kalian berdua nanti ketiganya setan!"


Reza melotot seperti tak terima. "Saya bersama Jones. Jadi kamu ngatain asisten saya setan?"

__ADS_1


"Udah-udah dong," Lagi kembali Stella berteriak. melerai adik kakak yang sulit sekali untuk di atur itu. "Udah ayo, Judika antar gue ke rumah sakit." Bangkit dari duduknya, menarik tangan Judika dan pergi dari sana.


Tinggalah sendiri Reza, yang termangu menatap punggung kedua orang itu keluar dari Coffee shop. Dia duduk dengan begitu santai, melepaskan kacamata hitamnya yang sedaritadi melekat di matanya. Tangannya terangkat, meraih kopi miliknya yang belum tadi di minum. Menyeruput kopi itu dengan senyum yang mereka.


"Sir, anda akan masuk BBC jika berperilaku seperti ini lagi." Jones tiba dan langsung duduk di sebrang Reza. Dimana tempat Judika tadi duduk.


Gelak terdengar dari mulut Reza. Lelaki itu kembali menyeruput kopinya sebelum meletakannya kembali ke atas meja.


"Untuk menangkap musuh, bukan kah kita harus memasang jebakan, Jones?"


"Apa yang sebenarnya anda rencanakan, Sir? Bukankah anda benar-benar menyukai gadis itu?"


"Aku memang menyukainya," seru Reza dengan penuh percaya diri. "tapi bukan berarti aku melepaskan musuhku begitu saja. Aku tau, jika Stella bekerja sama dengan Big Bos untuk menjatuhkan aku dan perusahaan ku. Maka langkah awal ku untuk mengantisipasi itu adalah dengan cara menggoda Stella. Membuat gadis itu jatuh cinta kepada ku, dengan begitu aku dapat menemukan siapa Big Bos."


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika Big Bos itu ketemu, sir?"

__ADS_1


"Mengembalikan Stella menjadi Nadila."


TO BE COUNTINUE....


__ADS_2